Arus Modal Asing Banyak yang Kabur, Investasi Indonesia Kalah dari Korea

Dythia Novianty, Rina Anggraeni

Rabu, 08 Oktober 2025 | 08:58 WIB
Arus Modal Asing Banyak yang Kabur, Investasi Indonesia Kalah dari Korea
Ilustrasi investor. [Freepik]
baca 10 detik
  • Investor asing cenderung keluar dari Indonesia karena ketertarikan pada teknologi maju di negara lain.

  • Indonesia masih proyeksi pertumbuhan ekonomi stabil sekitar 5% meski ada tekanan global.

  • Investor disarankan kelola risiko dengan diversifikasi portofolio agar investasi berkelanjutan

Suara.com - Perubahan dinamika ekonomi global maupun domestik menjadi faktor yang menentukan investasi di tengah ketidakpastian.

Sebab, perlambatan ekonomi China (slower-for-longer) di tengah perang dagang Amerika Serikat, didasari penerapan tarif resiprokal yang cenderung proteksionis.

Apalagi, konflik geopolitik yang berkepanjangan di Timur Tengah, Eropa, hingga Asia Pasifik turut meningkatkan ketidakpastian ekonomi global.

Managing Partner PT Ashmore Asset Management Indonesia Arief Wana, menyatakan bahwa minat masyarakat untuk berinvestasi di Indonesia sangat tinggi, terutama oleh investor lokal.

Namun, saat ini alir investasi banyak menurun dikarenakan arus modal asing banyak yang hengkang.

"Berdasarkan data dari Januari-September 2025 menunjukan bahwa alur investasi oleh investor asing ke Indonesia masih menunjukkan net outflow, di mana lebih banyak investor asing yang menjual aset Indonesia mereka," katanya dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Rabu (8/10/2025).

Menurut Arief, tren ini dapat disebabkan oleh sejumlah faktor, seperti ketertarikan investor asing untuk berinvestasi di negara-negara seperti China, Taiwan, atau Korea Selatan yang memiliki industri teknologi yang lebih maju.

Ilustrasi UMKM. Foto Istimewa.
Ilustrasi UMKM. Foto Istimewa.

Dia pun menyarankan agar calon investor memastikan pengambilan keputusan investasi yang dapat menghasilkan pertumbuhan yang berkelanjutan.

“Untuk memastikan bahwa kekayaan atau portofolio kita dapat tumbuh secara berkelanjutan, kita harus menerapkan manajemen risiko," ucap Arief.

Dia menambahkan, investor perlu mengerti jenis dan ukuran risiko yang diambil untuk bisa investasi di sebuah aset.

baca juga

"Selain itu, investor harus memiliki prinsip yang kuat ketika mengambil keputusan untuk berinvestasi, jangan hanya karena ingin mengikuti tren orang lain,” jelasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Chief Economist Permata Bank, Josua Pardede, menjelaskan, di tengah volatilitas ekonomi dan geopolitik global, Indonesia merasakan dampak negatif dalam kebijakan perang dagang.

"Karena tingkat trade similarity dengan AS yang rendah dan karakteristik Indonesia sebagai ekonomi small-open, di mana sekitar 55 persen dari PDB berasal dari konsumsi rumah tangga," katanya.

"Namun, dampak negatif tetap dirasakan Indonesia mengingat AS merupakan tujuan ekspor terbesar kedua bagi Indonesia,"imbuh dia.

Meski menghadapi tekanan eksternal, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2025 masih diproyeksikan stabil di kisaran 5 persen, relatif lebih baik dibandingkan tren perlambatan di banyak negara lain.

"Dengan inflasi yang cenderung terkendali, diperkirakan ruang penurunan suku bunga Bank Indonesia terbuka pada paruh kedua tahun ini," kata Josua.

Dia pun menilai di tengah ketidakpastian global, investor di Indonesia perlu menjaga keseimbangan portofolio dengan mengombinasikan aset berisiko dan aset aman.

"Diversifikasi adalah strategi penting untuk meminimalkan risiko sekaligus mempertahankan potensi imbal hasil,” tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Harga Emas Antam Naik Lagi Didorong Geopolitik: Waktunya Akumulasi?

Harga Emas Antam Naik Lagi Didorong Geopolitik: Waktunya Akumulasi?

Bisnis | Sabtu, 27 September 2025 | 14:05 WIB

Investor Asing Guyur Dana Rp 583,10 miliar ke Pasar Modal, IHSG Menghijau Selama Sepekan

Investor Asing Guyur Dana Rp 583,10 miliar ke Pasar Modal, IHSG Menghijau Selama Sepekan

Bisnis | Sabtu, 27 September 2025 | 10:45 WIB

Tokocrypto Listing Token SOON, Buka Pintu Investor RI Jajal Teknologi Blockchain

Tokocrypto Listing Token SOON, Buka Pintu Investor RI Jajal Teknologi Blockchain

Bisnis | Jum'at, 26 September 2025 | 17:16 WIB

Harga Emas Antam Hari Ini Melandai: Sinyal Beli atau Tahan Dulu?

Harga Emas Antam Hari Ini Melandai: Sinyal Beli atau Tahan Dulu?

Bisnis | Jum'at, 26 September 2025 | 10:47 WIB

Prospek Investasi Properti di Utara Jakarta Naik, Kini Jadi Incaran Investor

Prospek Investasi Properti di Utara Jakarta Naik, Kini Jadi Incaran Investor

Bisnis | Jum'at, 26 September 2025 | 08:38 WIB

Investor Asing Asal Swiss Buang 100 Juta Lembar Saham BUMI Milik Grup Bakrie

Investor Asing Asal Swiss Buang 100 Juta Lembar Saham BUMI Milik Grup Bakrie

Bisnis | Kamis, 25 September 2025 | 18:23 WIB

Terkini

Larang Vape karena Jadi Pintu Masuk Narkoba, Kapolri: Ganja yang Wanginya Khas Pun Bisa Disamarkan!

Larang Vape karena Jadi Pintu Masuk Narkoba, Kapolri: Ganja yang Wanginya Khas Pun Bisa Disamarkan!

News | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 16:40 WIB

Ketamin 1,16 Ton Digagalkan di Sumut, Analis Desak Polisi Bongkar Jaringan Besar

Ketamin 1,16 Ton Digagalkan di Sumut, Analis Desak Polisi Bongkar Jaringan Besar

News | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 16:40 WIB

Buntut Demo Tuntut Prabowo-Gibran Lengser di Grahadi: Mahasiswa Pembawa Knuckle Tersangka

Buntut Demo Tuntut Prabowo-Gibran Lengser di Grahadi: Mahasiswa Pembawa Knuckle Tersangka

Jatim | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 16:36 WIB

Giliran Serbia Diguncang Demo Besar: 150 Ribu Orang Turun ke Jalan Gulingkan Rezim Vucic

Giliran Serbia Diguncang Demo Besar: 150 Ribu Orang Turun ke Jalan Gulingkan Rezim Vucic

News | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 16:34 WIB

TP PKK, TP Posyandu, dan Dekranas Perkuat Sinergi Dukung Program Pemerintah Daerah

TP PKK, TP Posyandu, dan Dekranas Perkuat Sinergi Dukung Program Pemerintah Daerah

News | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 16:33 WIB

The Roundup: Punishment, Kejahatan Makin Canggih dan Hukum Tak Boleh Kalah!

The Roundup: Punishment, Kejahatan Makin Canggih dan Hukum Tak Boleh Kalah!

Your Say | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 16:30 WIB

Sedekah Energi Tenaga Surya untuk Sumatera Utara, Kolaborasi Al Washliyah-Green Justice Indonesia

Sedekah Energi Tenaga Surya untuk Sumatera Utara, Kolaborasi Al Washliyah-Green Justice Indonesia

Sumut | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 16:26 WIB

Kongkalikong Kepala Unit, Mantri, hingga Perangkat Desa Bobol Bank BUMN di Kepanjen Rp2,7 Miliar

Kongkalikong Kepala Unit, Mantri, hingga Perangkat Desa Bobol Bank BUMN di Kepanjen Rp2,7 Miliar

Malang | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 16:25 WIB

Melemah, Rupiah Masih Huni di Level Rp18.080

Melemah, Rupiah Masih Huni di Level Rp18.080

Bisnis | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 16:25 WIB

Ajudan Gubernur Kaltim Masuk Desil 1 DTSEN, Mensos Buka Suara

Ajudan Gubernur Kaltim Masuk Desil 1 DTSEN, Mensos Buka Suara

Bisnis | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 16:24 WIB

×