Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.890.000
Beli Rp2.770.000
IHSG 7.623,586
LQ45 759,945
Srikehati 349,574
JII 532,247
USD/IDR 17.136

Menkeu Purbaya soal Perang Dagang AS-China: Biar Aja Mereka Berantem, Kita Untung!

Dicky Prastya | Suara.com

Senin, 13 Oktober 2025 | 17:27 WIB
Menkeu Purbaya soal Perang Dagang AS-China: Biar Aja Mereka Berantem, Kita Untung!
Donald Trump dan Xi Jinping. AFP/File / Jim WATSON, PETER KLAUNZER
  • Menkeu Purbaya menyatakan Indonesia tidak perlu ikut campur dalam perang dagang AS-China dan justru bisa mendapat keuntungan. 
  • Ia menilai tarif 100 persen dari AS ke China membuka peluang produk Indonesia bersaing di pasar Amerika. 
  • Meski perang dagang berdampak negatif ke IHSG, pemerintah fokus memanfaatkan peluang ekspor tanpa terlibat konflik.

Suara.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa ikut berkomentar soal perang dagang Amerika Serikat vs China yang memanas belakangan ini. Ia menilai kalau Pemerintah RI tidak perlu terlibat dalam hubungan kedua negara tersebut.

"Biar saja mereka berantem, kalau kita enggak ada urusan," kata Purbaya pada awak media di Tanjung Priok, Senin (13/10/2025).

Menkeu Purbaya tak menampik kalau perang dagang AS dan China bisa berpengaruh ke Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Sebab ada sentimen negatif karena pasar di luar negeri ikut jatuh.

Namun Bendahara Negara menilai kalau kebijakan Presiden AS Donald Trump untuk menaikkan tarif 100 persen ke China malah bisa menguntungkan Indonesia. Sebab produk RI bisa bersaing di pasar Amerika.

"Kalau China dikenakan tarif 100 persen, kan barang kita jadi bersaing di Amerika. Untung kita untung, biar saja mereka berantem, kita untung," jelasnya.

[Antara/Rivan Awal Lingga]
[Antara/Rivan Awal Lingga]

Sebagaimana dilaporkan pekan lalu, hubungan dagang antara AS dengan China kembali memanas. Hal itu disebabkan China yang memperluas kontrol ekspor logam tanah jarang.

Langkah itu kemudian direspons Presiden AS, Donald Trump pada Jumat (10/10) dengan mengenakan tarif 100 persen pada ekspor China ke AS, beserta dengan kontrol ekspor baru atas 'setiap dan semua perangkat lunak penting' paling lambat tanggal 1 November.

Ketegangan dagang antara kedua negara itu pun terjadi menjelang kemungkinan pertemuan antara Trump dengan Presiden China, Xi Jinping pada sela-sela forum Kerja sama Ekonomi-Asia Pasifik (APEC) di Korea Selatan.

Analis dari Goldman Sachs menyebutkan bahwa pasar saat ini menantikan kepastian kebijakan tarif dan kontrol diterapkan atau hanya menjadi strategi negosiasi.

"Skenario yang paling mungkin adalah kedua belah pihak menarik kembali kebijakan yang paling agresif dan perundingan mengarah pada perpanjangan lebih lanjut - dan mungkin tanpa batas waktu - dari jeda eskalasi tarif yang dicapai," kata analis tersebut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dikritik 'Cawe-Cawe' Bank BUMN, Menkeu Purbaya: Saya Dewas Danantara!

Dikritik 'Cawe-Cawe' Bank BUMN, Menkeu Purbaya: Saya Dewas Danantara!

Bisnis | Senin, 13 Oktober 2025 | 17:25 WIB

Tolak Bayar Utang Kereta Cepat, Keluarga Menkeu Purbaya Diteror Santet?

Tolak Bayar Utang Kereta Cepat, Keluarga Menkeu Purbaya Diteror Santet?

News | Senin, 13 Oktober 2025 | 17:18 WIB

Menkeu Purbaya Jamin Sidak Jalur Hijau Tak Ganggu Dwelling Time

Menkeu Purbaya Jamin Sidak Jalur Hijau Tak Ganggu Dwelling Time

Bisnis | Senin, 13 Oktober 2025 | 17:08 WIB

Rutin Sidak Jalur Hijau, Menkeu Purbaya Wanti-wanti: Setiap Saat Saya Bisa Datang

Rutin Sidak Jalur Hijau, Menkeu Purbaya Wanti-wanti: Setiap Saat Saya Bisa Datang

Bisnis | Senin, 13 Oktober 2025 | 15:56 WIB

Menkeu Ogah Bayar Utang Whoosh Pakai APBN, Istana Bilang Begini

Menkeu Ogah Bayar Utang Whoosh Pakai APBN, Istana Bilang Begini

News | Senin, 13 Oktober 2025 | 15:15 WIB

Harga Minyak Dunia Mulai Mendidih Lagi, Imbas Ketegangan AS-China

Harga Minyak Dunia Mulai Mendidih Lagi, Imbas Ketegangan AS-China

Bisnis | Senin, 13 Oktober 2025 | 15:07 WIB

Terkini

Harga Minyakita Meroket, Mendag: Stoknya Memang Terbatas

Harga Minyakita Meroket, Mendag: Stoknya Memang Terbatas

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 18:23 WIB

IHSG Terus Memerah Hingga Akhir Perdagangan ke Level 7,621, Cek Saham yang Cuan?

IHSG Terus Memerah Hingga Akhir Perdagangan ke Level 7,621, Cek Saham yang Cuan?

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 17:28 WIB

Tak Cukup Kasih Modal, UMKM Perlu Akses Pasar Agar Naik Kelas

Tak Cukup Kasih Modal, UMKM Perlu Akses Pasar Agar Naik Kelas

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 17:21 WIB

S&P Sorot Rasio Utang RI, Purbaya Klaim Belum di Level Berbahaya

S&P Sorot Rasio Utang RI, Purbaya Klaim Belum di Level Berbahaya

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 16:58 WIB

Laba Emiten Hary Tanoe Terbang 140 Persen

Laba Emiten Hary Tanoe Terbang 140 Persen

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 16:57 WIB

Gak Cuma Murah, Minyak Rusia Ternyata 'Jodoh' Buat Kilang Pertamina

Gak Cuma Murah, Minyak Rusia Ternyata 'Jodoh' Buat Kilang Pertamina

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 16:45 WIB

OJK dan BEI Bongkar Data Pemilik Saham RI, Berharap Genjot Transparansi

OJK dan BEI Bongkar Data Pemilik Saham RI, Berharap Genjot Transparansi

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 16:40 WIB

Produksi Cat Nasional Tembus 1,5 Juta Ton, Pemerintah Soroti Pentingnya Keamanan Produk

Produksi Cat Nasional Tembus 1,5 Juta Ton, Pemerintah Soroti Pentingnya Keamanan Produk

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 16:31 WIB

Cara Perusahaan Asuransi Genjot Penetrasi Layanan

Cara Perusahaan Asuransi Genjot Penetrasi Layanan

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 16:20 WIB

Direksi BUMN Karya Dipanggil Dony Oskaria Satu per Satu, Tentukan Nasib Restrukturisasi

Direksi BUMN Karya Dipanggil Dony Oskaria Satu per Satu, Tentukan Nasib Restrukturisasi

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 16:18 WIB