Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.828.000
Beli Rp2.700.000
IHSG 7.101,226
LQ45 684,142
Srikehati 332,003
JII 470,939
USD/IDR 17.285

Utang Menggunung di Balik Kemegahan Kereta Cepat, Siapa yang Tanggung Jawab?

M Nurhadi | Suara.com

Selasa, 28 Oktober 2025 | 16:08 WIB
Utang Menggunung di Balik Kemegahan Kereta Cepat, Siapa yang Tanggung Jawab?
Kereta Cepat Whoosh tiba di Stasiun Kereta Cepat Halim, Jakarta, Rabu (22/10/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]

Suara.com - Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) yang kini dikenal dengan nama Whoosh merupakan proyek infrastruktur megah yang menjadi kebanggaan.

Namun, di balik kecepatan dan kemegahannya, tersimpan isu besar mengenai beban finansial, yaitu utang yang jumlahnya fantastis. Proyek ambisius ini menjadi sorotan karena adanya pembengkakan biaya yang signifikan.

Total Investasi dan Utang Whoosh

Proyek Whoosh pada awalnya direncanakan menelan biaya sekitar $6,07 miliar (sekitar Rp98 triliun dengan kurs saat ini). Namun, dalam perjalanannya, proyek ini mengalami pembengkakan biaya (cost overrun).

  • Pembengkakan Biaya: Biaya tambahan ini mencapai sekitar $1,2 miliar (sekitar Rp19,5 triliun).
  • Total Investasi: Dengan adanya pembengkakan ini, total biaya investasi proyek Whoosh melonjak menjadi sekitar $7,2 miliar hingga $7,3 miliar atau setara dengan kurang lebih Rp116 triliun hingga Rp119 triliun.

Sebagian besar dari total investasi ini didanai melalui utang dari pihak luar, yaitu:

  • Porsi Pinjaman: Sekitar 75% dari total investasi (termasuk biaya pembengkakan) didapatkan dari pinjaman China Development Bank (CDB).
  • Porsi Utang Indonesia: Utang yang menjadi beban konsorsium Indonesia (PT KCIC, yang sahamnya mayoritas dimiliki BUMN Indonesia) ditaksir mencapai puluhan triliun rupiah, dengan utang terkait cost overrun yang harus ditanggung konsorsium Indonesia mencapai $542,7 juta. Pinjaman ini berbunga, dan biaya bunga tahunan yang harus dibayar konsorsium bisa mencapai hampir Rp2 triliun per tahun.

Utang ini tidak ditanggung langsung oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) di awal perjanjian, melainkan oleh konsorsium perusahaan patungan antara BUMN Indonesia (melalui PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia/PSBI) dan pihak China.

Meskipun demikian, karena melibatkan BUMN, utang ini tetap berpotensi memengaruhi keuangan negara jika BUMN-BUMN tersebut kesulitan membayar.

Whoosh Diajukan dan Dibangun di Era Presiden Siapa?

Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) atau Whoosh adalah salah satu proyek mercusuar yang digagas dan dimulai pada masa pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Ide pembangunan kereta cepat sudah ada sejak era presiden sebelumnya, namun proyek Whoosh secara resmi diputuskan dan direalisasikan pada era Presiden Jokowi.

Pemerintah Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Jokowi memutuskan untuk melanjutkan proyek ini dan pada tahun 2015, China dipilih sebagai mitra setelah mengungguli tawaran dari Jepang.

Keputusan ini menarik perhatian karena China menawarkan skema Business to Business (B2B) tanpa jaminan APBN pemerintah di awal proyek (walaupun pada perjalanannya, pemerintah akhirnya menyuntikkan modal melalui Penyertaan Modal Negara/PMN untuk menutup porsi ekuitas dan sebagian cost overrun).

Peletakan batu pertama (groundbreaking) proyek dilakukan pada 2016 di era Presiden Jokowi.

Whoosh diresmikan beroperasi secara komersial pada Oktober 2023, juga masih di masa jabatan Presiden Jokowi.

Meskipun utang ini merupakan tanggungan institusional konsorsium, sorotan publik dan politis sering mengarah kepada mantan Presiden Jokowi karena proyek ini adalah bagian penting dari warisan pembangunannya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

KPK Usut Dugaan Markup Proyek Whoosh, PDIP: Bu Mega Sudah Ingatkan Sejak 2015

KPK Usut Dugaan Markup Proyek Whoosh, PDIP: Bu Mega Sudah Ingatkan Sejak 2015

News | Selasa, 28 Oktober 2025 | 15:47 WIB

Sebut Kereta Whoosh buat Investasi Sosial, Profesor Ini Sindir Jokowi: Makanya Kuliah yang Benar

Sebut Kereta Whoosh buat Investasi Sosial, Profesor Ini Sindir Jokowi: Makanya Kuliah yang Benar

News | Selasa, 28 Oktober 2025 | 15:41 WIB

Skandal Whoosh: 7 Fakta Dugaan Korupsi Proyek Kereta Cepat yang Kini Diusut KPK

Skandal Whoosh: 7 Fakta Dugaan Korupsi Proyek Kereta Cepat yang Kini Diusut KPK

News | Selasa, 28 Oktober 2025 | 15:08 WIB

Jokowi Sebut Whoosh Investasi Sosial, DPR: Sejak Awal Ini Bisnis Dikelola BUMN, Bukan Pemerintah!

Jokowi Sebut Whoosh Investasi Sosial, DPR: Sejak Awal Ini Bisnis Dikelola BUMN, Bukan Pemerintah!

News | Selasa, 28 Oktober 2025 | 14:40 WIB

Dalih 'Investasi Sosial' Jokowi soal Utang Whoosh Dikuliti DPR: Mana Akuntabilitasnya?

Dalih 'Investasi Sosial' Jokowi soal Utang Whoosh Dikuliti DPR: Mana Akuntabilitasnya?

News | Selasa, 28 Oktober 2025 | 14:29 WIB

Ditanya Soal Peluang Periksa Luhut dalam Kasus Whoosh, Begini Respons KPK

Ditanya Soal Peluang Periksa Luhut dalam Kasus Whoosh, Begini Respons KPK

News | Selasa, 28 Oktober 2025 | 14:15 WIB

Terkini

Dari Limbah Jadi Nilai Ekonomi, Kisah Inspiratif Ibu Amaliyah Bersama PNM di Kampung Masigit

Dari Limbah Jadi Nilai Ekonomi, Kisah Inspiratif Ibu Amaliyah Bersama PNM di Kampung Masigit

Bisnis | Rabu, 29 April 2026 | 19:34 WIB

Sinergi Hulu Migas Dorong Tata Kelola Sumur Rakyat dan Ketahanan Energi Nasional

Sinergi Hulu Migas Dorong Tata Kelola Sumur Rakyat dan Ketahanan Energi Nasional

Bisnis | Rabu, 29 April 2026 | 19:14 WIB

Industri Tekstil RI Terjepit: Krisis Global dan Serbuan Barang Kawasan Berikat

Industri Tekstil RI Terjepit: Krisis Global dan Serbuan Barang Kawasan Berikat

Bisnis | Rabu, 29 April 2026 | 18:20 WIB

Prabowo Tunjuk Pengusaha Tambang-Sawit: Cari Makan di Sini, Simpan Uang di Luar Negeri!

Prabowo Tunjuk Pengusaha Tambang-Sawit: Cari Makan di Sini, Simpan Uang di Luar Negeri!

Bisnis | Rabu, 29 April 2026 | 18:16 WIB

Cekik Industri Tembakau Sama Saja 'Bunuh' 6 Juta Pekerja, Wamenaker: Negara Belum Siap!

Cekik Industri Tembakau Sama Saja 'Bunuh' 6 Juta Pekerja, Wamenaker: Negara Belum Siap!

Bisnis | Rabu, 29 April 2026 | 18:09 WIB

7 Subsektor Manufaktur Melemah, Kemenperin Ungkap Biang Keroknya

7 Subsektor Manufaktur Melemah, Kemenperin Ungkap Biang Keroknya

Bisnis | Rabu, 29 April 2026 | 18:04 WIB

Prabowo Gebrak Hilirisasi Fase II Senilai Rp116 Triliun: Jalan Tunggal Menuju Kemakmuran!

Prabowo Gebrak Hilirisasi Fase II Senilai Rp116 Triliun: Jalan Tunggal Menuju Kemakmuran!

Bisnis | Rabu, 29 April 2026 | 17:59 WIB

IKI April 2026 Bertahan di Level Ekspansi 51,75 Meski Bayang-bayang Global Menghantui

IKI April 2026 Bertahan di Level Ekspansi 51,75 Meski Bayang-bayang Global Menghantui

Bisnis | Rabu, 29 April 2026 | 17:53 WIB

BUMN Ini Sulap Kampung Mutus Jadi Mandiri, Ekonomi Warga Melejit 87,5 Persen

BUMN Ini Sulap Kampung Mutus Jadi Mandiri, Ekonomi Warga Melejit 87,5 Persen

Bisnis | Rabu, 29 April 2026 | 17:44 WIB

IHSG Ditutup Perkasa ke Level 7.100, Ini Pemicunya

IHSG Ditutup Perkasa ke Level 7.100, Ini Pemicunya

Bisnis | Rabu, 29 April 2026 | 17:18 WIB