Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Harga Pupuk Subsidi Turun, Zulhas: Pupuk Indonesia Bisa Bangun Satu Pabrik Setiap Tahun

Achmad Fauzi

Kamis, 06 November 2025 | 16:03 WIB
Harga Pupuk Subsidi Turun, Zulhas: Pupuk Indonesia Bisa Bangun Satu Pabrik Setiap Tahun
Menteri Koordinator Bisang Pangan, Zulkifli Hasan. [Suara.com/Achmad Fauzi].
baca 10 detik
  • Penurunan harga pupuk subsidi dapat bangun pabrik baru tahunan.

  • Skema marked to market hemat Rp8 triliun untuk diskon pupuk.

  • Pupuk Indonesia dorong revitalisasi pabrik lama untuk efisiensi produksi.

Suara.com - Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) menyebut, penurunan harga pupuk subsidi bisa dimanfaatkan PT Pupuk Indonesia (Pesero) untuk membangun pabrik baru.

Ia menjelaskan, Pupuk Indonesia bisa menggunakan dana anggaran subsidi yang dikeluarkan pemerintah untuk pupuk kepada petani. Pemerintah telah menganggarkan pupuk subsidi selama tahun 2025 mencapai Rp 44,16 triliun.

"Pupuk Indonesia bisa bangun pabrik setiap tahun satu. Jadi, tidak mengeluarkan uang lagi, pemerintah cukup dari subsidi yang Rp 44 triliun itu," ujar Zulhas di Pabrik Pupuk Kujang, Karawang, Kamis (6/11/2025).

Menurut Zulhas, penurunan harga pupuk subsidi ini berkat dari kebijakan baru pemerintah, di mana dari cost plus menjadi marked to market.

Tumpukan Pupuk Subsidi di Gudang Pupuk Kujang. [Suara.com/Achmad Fauzi].
Tumpukan Pupuk Subsidi di Gudang Pupuk Kujang. [Suara.com/Achmad Fauzi].

Sebelumnya, menggunakan skema cost plus, perhitungan pupuk subsidi menggunakan skema mark up. Namun, lewat skema marked to market, perhitungan pupuk subsidi menggunakan harga yang sesuai nilai pasar.

"Jadi, bisa menghemat Rp 8 triliun untuk bangun pabrik. Jadi ini 20 persen untuk diskon harga pupuk Jadi luar biasa," ucapnya.

Zulhas menambahkan, upaya pembangunan pabrik baru ini, setelah melihat kondisi pabrik yang dimiliki Pupuk Indonesia sudah lampau. Salah satunya, Pabrik Pupuk Kujang yang telah beroperasi sejak tahun 1975 atau 50 tahun.

Maka dari itu, dia mendorong adanya pembangunan pabrik baru atau revitalisasi pembangunan pabrik yang sudah ada.

"Kujang ini masih pake bus buatan tahun 1975. Bayangin, bisa kebayang nggak kira-kira betapa tidak efesien, jaman sekarang kan 2025 dibikinnya tahun 1975. Anggap 40 tahun (harus) mati, Ini 50 tahun," katanya.

baca juga

Dalam kesempatan yang sama, Sekretaris Perusahaan Pupuk Indonesia, Yehezkiel Adiperwira, menambahkan saat ini perusahaan memang tengah melakukan revitalisasi pabrik hingga melakukan hilirisasi.

Setidaknya ada 7 proyek revitalisasi dan hilirisasi yang tengah dikerjakan oleh perseroan. Salah satunya, revitalisasi pabrik Pupuk Kaltim.

Menurut Yehezkiel, revitalisasi dan hilirisasi 7 proyek ini akan berlangsung hingga tahun 2029.

"Dan juga sedang berjalan itu adalah proyek Pusri 3B. Nah nantinya dengan adanya 2 proyek untuk revitalisasi tersebut. Kami memastikan bahwa kapasitas untuk produksi itu bisa memenuhi kebutuhan dalam negeri. Sedangkan untuk hilirisasi, kemarin kita juga baru saja melaksanakan Ground breaking soda ash di Pupuk Kaltim," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

HET Pupuk Subsidi Turun, Dirut Pupuk Indonesia Rahmad Pribadi Dukung Langkah Bersejarah Pemerintah

HET Pupuk Subsidi Turun, Dirut Pupuk Indonesia Rahmad Pribadi Dukung Langkah Bersejarah Pemerintah

Bisnis | Kamis, 06 November 2025 | 14:47 WIB

Bangun Pabrik Soda Ash Pertama, Dirut Pupuk Indonesia: Impian Tiga Dekade Lalu Akhirnya Terwujud

Bangun Pabrik Soda Ash Pertama, Dirut Pupuk Indonesia: Impian Tiga Dekade Lalu Akhirnya Terwujud

Bisnis | Senin, 03 November 2025 | 13:27 WIB

Pupuk Indonesia Groundbreaking Pabrik Soda Ash Pertama, Siap Hemat Devisa Rp1,25 Triliun Per Tahun

Pupuk Indonesia Groundbreaking Pabrik Soda Ash Pertama, Siap Hemat Devisa Rp1,25 Triliun Per Tahun

Bisnis | Senin, 03 November 2025 | 09:03 WIB

Terkini

Perempuan Jadi Korban Jika Industri Tembakau Tertekan

Perempuan Jadi Korban Jika Industri Tembakau Tertekan

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 21:08 WIB

Pemadaman Bergilir Akibat Pemangkasan RKAB Batubara oleh Kementerian ESDM

Pemadaman Bergilir Akibat Pemangkasan RKAB Batubara oleh Kementerian ESDM

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 21:04 WIB

Hitung-hitungan Kerugian Negara dari Peredaran Rokok Ilegal

Hitung-hitungan Kerugian Negara dari Peredaran Rokok Ilegal

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 19:21 WIB

418 Ribu Penumpang Nikmati Diskon Kapal Feri, Kuota Masih Tersedia

418 Ribu Penumpang Nikmati Diskon Kapal Feri, Kuota Masih Tersedia

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 19:15 WIB

Ternyata Kemasan Rokok Polos Melanggar Aturan

Ternyata Kemasan Rokok Polos Melanggar Aturan

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 19:10 WIB

Prabowo Bakal Luncurkan BBM Baru, Segini Harganya

Prabowo Bakal Luncurkan BBM Baru, Segini Harganya

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 19:09 WIB

Begini Modus WNA Curi Emas di Wilayah Gunung Botak

Begini Modus WNA Curi Emas di Wilayah Gunung Botak

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 19:05 WIB

Kemasan Rokok Polos Berisiko Gerus Penerimaan Negara hingga Puluhan Triliun

Kemasan Rokok Polos Berisiko Gerus Penerimaan Negara hingga Puluhan Triliun

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 18:59 WIB

Patriot Bond Jadi Tempat Pencucian Uang, DPR: Insentif Menarik Investor

Patriot Bond Jadi Tempat Pencucian Uang, DPR: Insentif Menarik Investor

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 18:56 WIB

Berdampak ke Industri Kretek Lokal, Kemenperin Tolak Batas Tar dan Nikotin Rokok

Berdampak ke Industri Kretek Lokal, Kemenperin Tolak Batas Tar dan Nikotin Rokok

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 18:38 WIB

×