Menteri Hanif: Pengakuan Hutan Adat Jadi Fondasi Transisi Ekonomi Berkelanjutan

Mohammad Fadil Djailani

Jum'at, 07 November 2025 | 18:03 WIB
Menteri Hanif: Pengakuan Hutan Adat Jadi Fondasi Transisi Ekonomi Berkelanjutan
Menteri LH/Kepala BPLH, Hanif Faisol Nurofiq, Foto ist
baca 10 detik
  • Pemerintah Indonesia membuat langkah bersejarah di kancah negosiasi global.
  • Indonesia tidak hanya menegaskan komitmennya terhadap lingkungan, tetapi juga secara lantang menyuarakan prinsip Keadilan Iklim.
  • Sebagai bagian dari komitmen tersebut, pemerintah melalui Kementerian Lingkungan Hidup/BPLH mengumumkan pengakuan resmi atas 1,4 juta hektare Hutan Adat.

Suara.com - Pemerintah Indonesia membuat langkah bersejarah di kancah negosiasi global. Dalam Konferensi Perubahan Iklim PBB ke-30 (COP30) di Belem, Brasil, Indonesia tidak hanya menegaskan komitmennya terhadap lingkungan, tetapi juga secara lantang menyuarakan prinsip Keadilan Iklim.

Sebagai bagian dari komitmen tersebut, pemerintah melalui Kementerian Lingkungan Hidup/BPLH mengumumkan pengakuan resmi atas 1,4 juta hektare Hutan Adat. Inisiatif ini dipandang sebagai bentuk nyata dari keadilan sosial-ekologis, menempatkan masyarakat lokal sebagai ujung tombak pertahanan iklim.

Selama ini, masyarakat adat yang hidup berdampingan dengan hutan sering terpinggirkan dari kebijakan. Namun, pengakuan 1,4 juta hektare tanah leluhur ini memberi mereka kekuatan hukum penuh untuk mengelola dan menjaga hutan secara berkelanjutan.

Menteri LH/Kepala BPLH, Hanif Faisol Nurofiq, menegaskan bahwa ini adalah langkah inklusif yang penting.

"Keadilan iklim berarti memastikan tak ada yang tertinggal. Indonesia siap memimpin dengan memadukan kebijakan, sains, dan nilai sosial," ujar Hanif Faisol dalam keterangan tertulis dari forum COP30, Jumat (7/11/2025).

Hanif menekankan, pengakuan ini jauh melampaui sekadar konservasi. Ini adalah tentang pemberdayaan ekonomi. Dengan kepastian hukum atas tanah, masyarakat adat kini didorong untuk mengembangkan ekonomi berbasis kelestarian hutan, seperti ekowisata dan produk hasil hutan non-kayu. Hal ini sekaligus menjamin bahwa manfaat ekonomi dari hutan tidak hanya dinikmati oleh korporasi.

"Ini adalah bukti bahwa aksi iklim yang efektif adalah aksi yang berakar pada keadilan dan menempatkan manusia sebagai pusatnya, sebuah pesan kuat yang dibawa Indonesia dari Belem untuk dunia," tutup Hanif.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jawab Tantangan Krisis Iklim, Indonesia Gandeng The Royal Foundation di Rio 2025

Jawab Tantangan Krisis Iklim, Indonesia Gandeng The Royal Foundation di Rio 2025

News | Jum'at, 07 November 2025 | 11:10 WIB

PLN Electric Run 2025 Siap Start Besok, Ribuan Pelari Dukung Gerakan Transisi Energi Bersih

PLN Electric Run 2025 Siap Start Besok, Ribuan Pelari Dukung Gerakan Transisi Energi Bersih

News | Sabtu, 01 November 2025 | 18:16 WIB

Pengamat Energi Nilai Implementasi 'Co-Firing' untuk Transisi PLTU Secara Bertahap

Pengamat Energi Nilai Implementasi 'Co-Firing' untuk Transisi PLTU Secara Bertahap

Bisnis | Rabu, 29 Oktober 2025 | 09:06 WIB

Terkini

Psywar Ala Bintang Malaysia Jelang Lawan Timnas Indonesia: Kami Tak Takut

Psywar Ala Bintang Malaysia Jelang Lawan Timnas Indonesia: Kami Tak Takut

Bola | Rabu, 23 September 2026 | 18:13 WIB

Harga BBM Pertalite Tetap Hingga Akhir Tahun Dibanderol Rp10.000/Liter

Harga BBM Pertalite Tetap Hingga Akhir Tahun Dibanderol Rp10.000/Liter

Bisnis | Rabu, 23 September 2026 | 18:12 WIB

Komisi III DPR Targetkan RUU Perampasan Aset Disahkan 15 Desember 2026

Komisi III DPR Targetkan RUU Perampasan Aset Disahkan 15 Desember 2026

News | Rabu, 23 September 2026 | 18:09 WIB

Viral Kakek Jepang 90 Tahun Punya Badan Berotot: Rahasianya Susah Susah Gampang

Viral Kakek Jepang 90 Tahun Punya Badan Berotot: Rahasianya Susah Susah Gampang

News | Rabu, 23 September 2026 | 18:08 WIB

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan

Lifestyle | Rabu, 23 September 2026 | 18:06 WIB

Ketika Skuad Rp400 Miliar Jadi Beban: Menatap Efek Etalase Timnas Indonesia

Ketika Skuad Rp400 Miliar Jadi Beban: Menatap Efek Etalase Timnas Indonesia

Your Say | Rabu, 23 September 2026 | 18:05 WIB

Little Bee and the Bloom: Petualangan Lebah Kecil Mengenal Keajaiban Alam

Little Bee and the Bloom: Petualangan Lebah Kecil Mengenal Keajaiban Alam

Your Say | Rabu, 23 September 2026 | 18:00 WIB

Medsos Jadi Etalase Bisnis Konten Seksual, Perhatian Penonton Bisa Dikomodifikasi

Medsos Jadi Etalase Bisnis Konten Seksual, Perhatian Penonton Bisa Dikomodifikasi

Jogja | Rabu, 23 September 2026 | 17:59 WIB

BRI InFrame 2026 Soroti UMKM, Inklusi Keuangan Hingga Ekonomi Pesisir

BRI InFrame 2026 Soroti UMKM, Inklusi Keuangan Hingga Ekonomi Pesisir

Lampung | Rabu, 23 September 2026 | 17:56 WIB

Pakar Hukum Bongkar Bahaya Tersembunyi di Balik Perpres Tata Kelola Timah Babel

Pakar Hukum Bongkar Bahaya Tersembunyi di Balik Perpres Tata Kelola Timah Babel

Video | Rabu, 23 September 2026 | 17:55 WIB

×