Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.785.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 6.130,190
LQ45 620,397
Srikehati 308,223
JII 381,928
USD/IDR 17.785

Tips Efisiensi Bisnis dengan Switchgear Digital, Tekan OPEX Hingga 30 Persen

M Nurhadi

Jum'at, 21 November 2025 | 20:43 WIB
Tips Efisiensi Bisnis dengan Switchgear Digital, Tekan OPEX Hingga 30 Persen
Schneider Electric Luncurkan Switchgear Digital untuk dukung usaha [Suara.com/HO]
  • Schneider Electric meluncurkan switchgear tegangan menengah MCSet yang dukung operasional usaha.
  • Solusi ini memberikan data operasional rinci, termasuk kecepatan respon.
  • Penggunaan MCSet digital ini diproyeksikan menekan biaya operasional (OPEX) pelanggan hingga 20 hingga 30 persen.

Suara.com - Schneider Electric meluncurkan generasi terbaru dari switchgear tegangan menengah MCSet yang kini dilengkapi dengan kemampuan monitoring digital terintegrasi.

Solusi ini menjadi jawaban atas tuntutan industri modern, terutama sektor vital seperti data center, yang membutuhkan keandalan listrik tinggi (uptime), serta efisiensi biaya operasional (OPEX) di tengah kompleksitas infrastruktur.

President Director Schneider Electric Indonesia dan Timor Leste, Martin Setiawan, menjelaskan bahwa digitalisasi peralatan listrik kini telah bergeser dari opsi menjadi kebutuhan mendasar.

"Pelanggan kami, terutama di sektor data center, membutuhkan uptime hingga 99,9999%. Dengan standar setinggi itu, data real-time menjadi sangat krusial. Solusi monitoring yang kami hadirkan memberikan data operasional yang jauh lebih lengkap dibandingkan sistem konvensional,” ujar Martin Setiawan, pada Jumat (21/11/2025).

Generasi terbaru switchgear MCSet ini mampu menyediakan informasi rinci yang sebelumnya tidak terjangkau. Martin mencontohkan, jika sebelumnya perusahaan hanya mengetahui kondisi breaker secara sederhana ('on-off'), kini solusi digital ini mampu menyediakan detail mengenai kecepatan respons dalam milidetik, tingkat interaksi, hingga indikasi degradasi komponen.

Solusi ini memberikan visibilitas real-time melalui dua fitur utama:

  1. Sensor Suhu (Thermal Monitoring): Berfungsi mendeteksi kenaikan suhu yang tidak normal pada sambungan kabel, yang merupakan salah satu penyebab umum pemicu kebakaran.
  2. Sensor Lingkungan (Environmental Monitoring): Memantau kelembapan ruang panel. Kelembapan berlebih dapat menyebabkan korosi, short circuit, hingga kegagalan isolasi.

Dengan kemampuan ini, operator dapat mendeteksi masalah lebih awal, sebelum memicu gangguan besar, yang menjadi langkah awal menuju condition-based maintenance (pemeliharaan berdasarkan kondisi aktual, bukan sekadar jadwal).

Konsep ini merupakan bagian integral dari visi perusahaan mengenai Grids of the Future—jaringan listrik yang lebih cerdas, responsif, dan aman.

Martin Setiawan menjamin, adopsi switchgear digital ini sangat efektif dalam menekan biaya OPEX pelanggan, dengan potensi penghematan mencapai 20 hingga 30% secara umum. Pengurangan biaya ini berasal dari beberapa sumber:

  1. Efisiensi Manpower: Di fasilitas yang beroperasi 24 jam seperti hyperscale data center, pengawasan manual dengan tenaga manusia dalam jumlah besar menjadi tidak efisien dan tidak scalable. 
  2. Percepatan Troubleshooting: Data yang mengalir mulus ke platform cloud memungkinkan penentuan masalah menjadi lebih presisi dan cepat, bahkan memungkinkan Service Level Agreement (SLA) ketat. 
  3. Pengelolaan Inventory yang Cerdas: Fitur monitoring dapat mendeteksi degradasi komponen sejak dini, mirip seperti indikasi baterai ponsel yang mulai rusak. 

Untuk kebutuhan yang lebih kompleks, Schneider Electric juga menawarkan MCSet Active Plus. Teknologi lanjutan ini menambahkan sensor untuk memantau kondisi breaker (komponen vital pelindung jaringan).

Setiap detik gangguan listrik dapat menyebabkan kerugian besar dalam operasional bisnis, menjadikan switchgear digital ini sebagai aset berharga bagi keandalan bisnis modern.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pasar Kosmetik Indonesia Tembus Rp 34,6 Triliun di Tahun 2025

Pasar Kosmetik Indonesia Tembus Rp 34,6 Triliun di Tahun 2025

Foto | Rabu, 19 November 2025 | 19:48 WIB

7 Ide Usaha Modal 1 Juta, Anti Gagal dan Auto Cuan

7 Ide Usaha Modal 1 Juta, Anti Gagal dan Auto Cuan

Bisnis | Rabu, 19 November 2025 | 20:00 WIB

Mengapa Pertamina Beres-beres Anak Usaha? Tak Urus Lagi Bisnis Rumah Sakit Hingga Hotel

Mengapa Pertamina Beres-beres Anak Usaha? Tak Urus Lagi Bisnis Rumah Sakit Hingga Hotel

Bisnis | Rabu, 19 November 2025 | 15:15 WIB

Terkini

Suara Konsumen: Kartu Kredit Maybank Belum Diterima, Tapi Sudah Dipakai

Suara Konsumen: Kartu Kredit Maybank Belum Diterima, Tapi Sudah Dipakai

Bisnis | Kamis, 28 Mei 2026 | 20:15 WIB

Dugaan Manipulasi Ekspor CPO Wilmar dan Musim Mas Jadi Sorotan Dunia

Dugaan Manipulasi Ekspor CPO Wilmar dan Musim Mas Jadi Sorotan Dunia

Bisnis | Kamis, 28 Mei 2026 | 19:05 WIB

Kanwil DJP Intensif Penagihan Aktif, Nunggak Pajak Rekening Bisa Diblokir?

Kanwil DJP Intensif Penagihan Aktif, Nunggak Pajak Rekening Bisa Diblokir?

Bisnis | Kamis, 28 Mei 2026 | 17:55 WIB

Rupiah Melemah Terus-menerus Akibat Kebijakan Pemerintah

Rupiah Melemah Terus-menerus Akibat Kebijakan Pemerintah

Bisnis | Kamis, 28 Mei 2026 | 17:44 WIB

Taipan RI Berharta Rp243 T Justru Gadai Saham Demi Dapat Utang Bank

Taipan RI Berharta Rp243 T Justru Gadai Saham Demi Dapat Utang Bank

Bisnis | Kamis, 28 Mei 2026 | 16:20 WIB

Alasan Rekening Warga Senilai Rp330 Miliar Tiba-tiba Diblokir Dirjen Pajak

Alasan Rekening Warga Senilai Rp330 Miliar Tiba-tiba Diblokir Dirjen Pajak

Bisnis | Kamis, 28 Mei 2026 | 16:19 WIB

Segini Penyertaan Modal Awal BUMN Danantara Sumberdaya Indonesia

Segini Penyertaan Modal Awal BUMN Danantara Sumberdaya Indonesia

Bisnis | Kamis, 28 Mei 2026 | 15:45 WIB

MSCI Bekukan Rebalancing, Begini Nasib Saham GOTO

MSCI Bekukan Rebalancing, Begini Nasib Saham GOTO

Bisnis | Kamis, 28 Mei 2026 | 15:42 WIB

Emiten BCIC Sulap Tabungan Nasabah Jadi Aksi Konservasi Mangrove dan Laut

Emiten BCIC Sulap Tabungan Nasabah Jadi Aksi Konservasi Mangrove dan Laut

Bisnis | Kamis, 28 Mei 2026 | 15:35 WIB

Tak Cuma Pembangkit, Transmisi Disebut Kunci Cegah Blackout Sumatra

Tak Cuma Pembangkit, Transmisi Disebut Kunci Cegah Blackout Sumatra

Bisnis | Kamis, 28 Mei 2026 | 15:30 WIB