Pengusaha Kakao Lokal Minta Insentif ke Pemerintah, Suku Bunga Bisa Tembus 12%

Dicky Prastya Suara.Com
Rabu, 26 November 2025 | 12:26 WIB
Pengusaha Kakao Lokal Minta Insentif ke Pemerintah, Suku Bunga Bisa Tembus 12%
Ilustrasi Kakao | Foto: Buah kakao yang berada di perkebunan Bali, Selasa (25/11/2025). [Suara.com/Dicky Prastya]
Baca 10 detik
  • Cau Chocolates meminta Pemerintah Bali memberikan insentif bagi pengusaha cokelat lokal karena suku bunga kredit masih tinggi.
  • CEO Cau Chocolates menyatakan industri bangkit perlahan setelah terdampak buruk signifikan akibat pandemi Covid-19.
  • Insentif yang diusulkan meliputi suku bunga rendah dan pengurangan pajak bagi petani dan industri kakao nasional.

Suara.com - Perusahaan kakao asal Bali, Cau Chocolates, meminta Pemerintah untuk memberikan insentif ke pengusaha cokelat lokal.

CEO Cau Chocolates, I Kadek Surya Prasetya Wiguna mengatakan kalau mereka perlu insentif karena suku bunga kredit perbankan masih cukup tinggi.

“Kita masih terima itu paling tinggi di 8-12 persen sekarang. Dan itu dibandingkan negara lain masih cukup tinggi,” katanya saat ditemui di Bali, Selasa (25/11/2025).

Wiguna mengaku kalau industri kakao sempat babak belur dihantam Covid-19. Barulah saat ini pelaku usaha pelan-pelan mulai bangkit lagi.

“Kita jangan ditakut-takuti. Kami minta didukung,” pinta dia.

“Justru didukung, kalau perlu diberi insentif. Insentif dari sisi hulu, petani diberi insentif, industri dibantu, dengan cara katakanlah suku bunga yang rendah, katakanlah insentif pajak,” jelasnya.

CEO Cau Chocolates, I Kadek Surya Prasetya Wiguna saat ditemui di Bali, Selasa (25/11/2025). [Suara.com/Dicky Prastya]
CEO Cau Chocolates, I Kadek Surya Prasetya Wiguna saat ditemui di Bali, Selasa (25/11/2025). [Suara.com/Dicky Prastya]

Berdasarkan data Direktorat Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal Kementerian Keuangan, kontribusi kakao kepada APBN pada 2024 bersumber dari sektor pajak mencapai Rp3,7 triliun dan bea keluar mencapai Rp240 miliar.

Sedangkan pada 2025, realisasi bea keluar periode Januari-September mencapai Rp150,7 miliar dan pungutan ekspor yang mulai diberlakukan pada 22 Oktober 2025 sudah mencapai Rp48,8 juta.

Adapun luas perkebunan kakao di Indonesia saat ini mencapai sekitar 1,3 juta hektare. 99 persen dar perkebunan itu merupakan lahan perkebunan yang dikelola rakyat.

Baca Juga: Gaji Petani Kakao Indonesia Bisa Tembus Rp 10 Juta per Bulan, Ini Rahasianya

Menurut data Organisasi Internasional Kakao (ICCO), produksi biji kakao Indonesia per tahun mencapai kisaran 180 ribu hingga 200 ribu ton per tahun.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Statistika dan Peluang
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 9 SMP dengan Kunci Jawaban dan Penjelasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Fiksi dan Eksposisi dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI