Manufaktur Indonesia Tetap Tangguh di Tengah Badai Global, Apa Rahasianya?

Dythia Novianty, Fakhri Fuadi Muflih

Senin, 01 Desember 2025 | 07:39 WIB
Manufaktur Indonesia Tetap Tangguh di Tengah Badai Global, Apa Rahasianya?
Juru Bicara Kementerian Perindustrian, Febri Hendri Antoni Arif. (ANTARA/HO-Kemenperin)
baca 10 detik
  • Indeks Kepercayaan Industri (IKI) November 2025 berada di 53,45, menandakan zona ekspansi meski sedikit melambat dari bulan sebelumnya.
  • Penurunan produksi manufaktur dipengaruhi oleh sikap wait and see akibat permintaan belum pulih dan tekanan geopolitik global.
  • Kinerja positif didukung kenaikan permintaan domestik serta optimisme pelaku industri terhadap kondisi usaha enam bulan mendatang.

Suara.com - Kinerja sektor manufaktur Indonesia masih menunjukkan ketahanan di tengah tekanan global.

Indeks Kepercayaan Industri (IKI) pada November 2025 tercatat di posisi 53,45, sedikit turun dibandingkan Oktober 2025 yang berada di level 53,50, atau melambat 0,05 poin. Meski demikian, IKI tetap berada di zona ekspansi.

Laporan Sistem Informasi Industri Nasional (SIINas) menunjukkan adanya dorongan baru bagi manufaktur, lewat investasi fasilitas dan mesin produksi dari industri yang mulai beroperasi tahun ini.

Sektor ini diperkirakan menjadi fondasi peningkatan PDB Industri Pengolahan Nonmigas serta penyerapan tenaga kerja.

Penurunan IKI bulan ini terutama dipengaruhi oleh variabel produksi yang turun 1,08 poin menjadi 47,49, memperpanjang tren kontraksi yang sudah berlangsung enam bulan.

Sementara itu, variabel persediaan tetap tumbuh ekspansif di angka 56,19, meski melemah 0,33 poin.

“Kontraksi pada variabel produksi ini dipengaruhi oleh pelaku industri yang mengambil sikap wait and see dalam meningkatkan ouput, seiring permintaan yang belum sepenuhnya pulih, serta tekanan eksternal lain seperti fluktuasi nilai tukar dan dinamika geopolitik yang berdampak pada rantai pasok global,” ujar Juru Bicara Kemenperin, Febri Hendri Antoni Arief dalam keterangannya, Minggu (30/11/2025).

Febri menjelaskan, IKI November 2025 ditopang oleh peningkatan variabel pesanan yang naik 0,68 poin menjadi 55,93, menunjukkan membaiknya permintaan domestik.

IKI sektor ekspor berada di 54,18 atau turun 0,17 poin, sementara IKI domestik naik 0,37 poin ke level 52,71.

baca juga

“Peningkatan pada pasar domestik ini menunjukkan rebound dari kebijakan pemerintah yang mendorong belanja dalam negeri, meskipun kita harus waspada terhadap risiko limpahan produk dari negara-negara yang terdampak perang tarif global,” tambah Febri.

Kemudian, optimisme pelaku industri juga meningkat. Sebanyak 71 persen responden yakin kondisi usaha enam bulan ke depan akan membaik, naik dari 70,5 persen pada Oktober. Tingkat pesimisme turun dari 5,4 persen menjadi 5,2 persen.

Secara umum, 78 persen responden menyatakan kegiatan usahanya stabil atau membaik, sedikit meningkat dari Oktober yang sebesar 77,9 persen.

Kemenperin juga mencatat 22 dari 23 subsektor industri pengolahan nonmigas berada di fase ekspansi, dengan kontribusi 98,8 persen terhadap PDB industri pengolahan nonmigas pada Triwulan III 2025.

Dua subsektor dengan skor IKI tertinggi yakni Industri Pengolahan Tembakau (KBLI 12) dan Industri Farmasi, Produk Obat Kimia, dan Obat Tradisional (KBLI 21).

Pada subsektor tembakau, seluruh komponen IKI tumbuh ekspansif dengan produksi rokok Oktober 2025 mencapai 27,9 miliar batang atau naik 7,3 persen dibandingkan bulan sebelumnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Petrokimia Gresik dan Kemenperin Sulap Limbah Karbon Jadi 'Uang' dan Bahan Baku Penting!

Petrokimia Gresik dan Kemenperin Sulap Limbah Karbon Jadi 'Uang' dan Bahan Baku Penting!

Bisnis | Sabtu, 23 Agustus 2025 | 13:30 WIB

SKK Migas Klaim Pasokan Gas Industri Mulai Lancar

SKK Migas Klaim Pasokan Gas Industri Mulai Lancar

Bisnis | Senin, 18 Agustus 2025 | 17:45 WIB

Industri Makin Menjerit Pasokan Gas HGBT Seret, Kemenperin: Kado Buruk HUT RI!

Industri Makin Menjerit Pasokan Gas HGBT Seret, Kemenperin: Kado Buruk HUT RI!

Bisnis | Senin, 18 Agustus 2025 | 14:37 WIB

Trump Minta Dihapus, Kemenperin Bakal Keluarkan Kebijakan Baru TKDI

Trump Minta Dihapus, Kemenperin Bakal Keluarkan Kebijakan Baru TKDI

Bisnis | Senin, 28 Juli 2025 | 12:59 WIB

Schneider Electric Perluas Pabrik di Cikarang, Dapat Kunjungan Dubes Prancis dan Kemenperin

Schneider Electric Perluas Pabrik di Cikarang, Dapat Kunjungan Dubes Prancis dan Kemenperin

Bisnis | Selasa, 24 Juni 2025 | 19:17 WIB

PMI Manufaktur RI Anjlok Bulan April, Kemenperin Salahkan Tarif Trump

PMI Manufaktur RI Anjlok Bulan April, Kemenperin Salahkan Tarif Trump

Bisnis | Jum'at, 02 Mei 2025 | 17:25 WIB

Terkini

3 HP Flagship Samsung Terbaru di Indonesia, Cek Harga dan Spesifikasinya

3 HP Flagship Samsung Terbaru di Indonesia, Cek Harga dan Spesifikasinya

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 14:34 WIB

Aturan Harga Saham Rp1 dan Short Selling Diterapkan Bersamaan, BEI Pasang Kuda-kuda

Aturan Harga Saham Rp1 dan Short Selling Diterapkan Bersamaan, BEI Pasang Kuda-kuda

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 14:32 WIB

Cuaca Terik, Tiga Pemicu Kebakaran di Jakarta Ini Wajib Diwaspadai

Cuaca Terik, Tiga Pemicu Kebakaran di Jakarta Ini Wajib Diwaspadai

News | Rabu, 16 September 2026 | 14:30 WIB

Kasus HGB di Kementerian ATR/BPN Seret Dirjen hingga Bos Summarecon, KPK Didesak Jerat Korporasi

Kasus HGB di Kementerian ATR/BPN Seret Dirjen hingga Bos Summarecon, KPK Didesak Jerat Korporasi

News | Rabu, 16 September 2026 | 14:29 WIB

DJP Bantah Restitusi Pajak Ditahan untuk Pengusaha

DJP Bantah Restitusi Pajak Ditahan untuk Pengusaha

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 14:29 WIB

Ribuan Warga di Siak Terjangkit ISPA Imbas Kualitas Udara Memburuk

Ribuan Warga di Siak Terjangkit ISPA Imbas Kualitas Udara Memburuk

Riau | Rabu, 16 September 2026 | 14:21 WIB

Ricuh Penggerebakan Bandar Narkoba di NTB: Polisi Disabet Parang, Warga Ditembak

Ricuh Penggerebakan Bandar Narkoba di NTB: Polisi Disabet Parang, Warga Ditembak

News | Rabu, 16 September 2026 | 14:20 WIB

Sifat dan Rezeki Weton Selasa Wage Neptu Terendah 7, Dijuluki Lakuning Bumi

Sifat dan Rezeki Weton Selasa Wage Neptu Terendah 7, Dijuluki Lakuning Bumi

Lifestyle | Rabu, 16 September 2026 | 14:20 WIB

Netizen Dilarang Jeles, Gubernur Sherly dan Ahmad Luthfi Kompak Posting Foto Duduk Berdampingan

Netizen Dilarang Jeles, Gubernur Sherly dan Ahmad Luthfi Kompak Posting Foto Duduk Berdampingan

News | Rabu, 16 September 2026 | 14:17 WIB

Petugas Berjibaku Padamkan Api, Menhut Soroti Tren Titik Api Karhutla yang Selalu Naik Saat Weekend

Petugas Berjibaku Padamkan Api, Menhut Soroti Tren Titik Api Karhutla yang Selalu Naik Saat Weekend

News | Rabu, 16 September 2026 | 14:17 WIB

×