Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

BGN Operasikan 276 SPPG sebagai Dapur Darurat Layani Pengungsi di Sumatera

Mohammad Fadil Djailani | Fakhri Fuadi Muflih | Suara.com

Rabu, 03 Desember 2025 | 20:04 WIB
BGN Operasikan 276 SPPG sebagai Dapur Darurat Layani Pengungsi di Sumatera
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana menegaskan bahwa seluruh layanan kedaruratan ini dijalankan dengan anggaran operasional reguler yang sudah tersedia di masing-masing SPPG. Foto Antara.
  • 276 SPPG di Sumatera beroperasi sebagai dapur darurat bagi pengungsi bencana.

  • Pendanaan dapur darurat tetap memakai anggaran rutin virtual account SPPG.

  • BGN siapkan layanan gizi harian tanpa tambahan anggaran khusus bencana.

Suara.com - Sebanyak 276 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di tiga provinsi Sumatera resmi beroperasi sebagai dapur darurat untuk memenuhi kebutuhan pangan para pengungsi yang terdampak banjir dan longsor.

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana menegaskan bahwa seluruh layanan kedaruratan ini dijalankan dengan anggaran operasional reguler yang sudah tersedia di masing-masing SPPG.

Menurut Dadan, SPPG merupakan infrastruktur pemerintah yang paling siap mendukung masyarakat ketika bencana terjadi. Di Aceh, terdapat 81 SPPG yang saat ini melayani pengungsi, sementara 80 lainnya tetap beroperasi normal. Di Sumatera Utara, sebanyak 129 SPPG aktif menyediakan makanan bagi pengungsi, dan di Sumatera Barat terdapat 66 SPPG dengan fungsi serupa.

“Jadi total seluruhnya ada 276 SPPG yang masih melayani pengungsi,” ujar Dadan di Jakarta, Rabu (3/12/2025).

Pendanaan dapur darurat juga dipastikan tetap berjalan melalui anggaran rutin yang tersimpan dalam virtual account tiap SPPG. Dana ini bersifat otomatis dapat digunakan untuk kegiatan harian maupun respons bencana.

“Ketika terjadi bencana, anak sekolah kan libur. Sementara banyak pengungsi itu juga anak-anak sekolah, jadi tetap harus kita layani,” jelas Dadan.

Meski demikian, layanan makanan untuk masyarakat terdampak bencana tetap mengacu pada skema reguler, yaitu pemberian porsi sekali per hari. Belum ada tambahan anggaran khusus untuk penanganan bencana. Dadan mengatakan pihaknya akan mempertimbangkan penyesuaian anggaran jika kondisi di lapangan terus berkembang. “Nanti kita lihat,” tutupnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Menko Zulhas: Ahli Gizi di MBG Wajib Ada!

Menko Zulhas: Ahli Gizi di MBG Wajib Ada!

Bisnis | Rabu, 03 Desember 2025 | 19:46 WIB

Bahas Bencana Sumatera di DPR, Menteri LH Siapkan Langkah Hukum Tegas: Tak Ada Dispensasi

Bahas Bencana Sumatera di DPR, Menteri LH Siapkan Langkah Hukum Tegas: Tak Ada Dispensasi

News | Rabu, 03 Desember 2025 | 13:17 WIB

Terdampak Banjir, SPPG di Aceh Ganti MBG dengan Menu Lokal dan Masak Pakai Briket Batu Bara

Terdampak Banjir, SPPG di Aceh Ganti MBG dengan Menu Lokal dan Masak Pakai Briket Batu Bara

News | Rabu, 03 Desember 2025 | 10:00 WIB

Terkini

Operasi CANTVR Dihentikan, Diduga Tawarkan Investasi Ilegal

Operasi CANTVR Dihentikan, Diduga Tawarkan Investasi Ilegal

Bisnis | Kamis, 21 Mei 2026 | 23:33 WIB

Produk Ekspor Indonesia Bisa Laku di Karena Rupiah Melemah, Tapi Ada Syaratnya

Produk Ekspor Indonesia Bisa Laku di Karena Rupiah Melemah, Tapi Ada Syaratnya

Bisnis | Kamis, 21 Mei 2026 | 23:22 WIB

Rupiah yang Memble Jadi Tantangan Industri Logistik, Ini Strategi SiCepat Ekspres

Rupiah yang Memble Jadi Tantangan Industri Logistik, Ini Strategi SiCepat Ekspres

Bisnis | Kamis, 21 Mei 2026 | 23:14 WIB

Panasonic GOBEL Hadirkan ART with HEART: Pamerkan 70 Karya Seniman Difabel dan Senior

Panasonic GOBEL Hadirkan ART with HEART: Pamerkan 70 Karya Seniman Difabel dan Senior

Bisnis | Kamis, 21 Mei 2026 | 22:18 WIB

Danantara Minta Pengusaha Tenang, Kontrak Ekspor Tak Diutak-atik

Danantara Minta Pengusaha Tenang, Kontrak Ekspor Tak Diutak-atik

Bisnis | Kamis, 21 Mei 2026 | 20:24 WIB

IHSG Rontok Gegara Danantara Sumberdaya? Ini Jawaban Pandu Sjahrir

IHSG Rontok Gegara Danantara Sumberdaya? Ini Jawaban Pandu Sjahrir

Bisnis | Kamis, 21 Mei 2026 | 20:07 WIB

Emiten CRSN Bidik Pendapatan Naik 22%, Begini Strateginya

Emiten CRSN Bidik Pendapatan Naik 22%, Begini Strateginya

Bisnis | Kamis, 21 Mei 2026 | 19:49 WIB

Kemenko Perekonomian Bidik Sektor Digital demi Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen

Kemenko Perekonomian Bidik Sektor Digital demi Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen

Bisnis | Kamis, 21 Mei 2026 | 19:34 WIB

Emiten Grup Djarum SUPR Lebih Pilih Cabut dari Bursa Ketimbang Free Float

Emiten Grup Djarum SUPR Lebih Pilih Cabut dari Bursa Ketimbang Free Float

Bisnis | Kamis, 21 Mei 2026 | 19:11 WIB

Kemendag Klaim Ekspor Produk Kreatif RI Tumbuh Positif

Kemendag Klaim Ekspor Produk Kreatif RI Tumbuh Positif

Bisnis | Kamis, 21 Mei 2026 | 19:10 WIB