Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Perjanjian Dagang Terancam Batal, ESDM Tetap Akan Impor Migas AS

Achmad Fauzi, Yaumal Asri Adi Hutasuhut

Jum'at, 12 Desember 2025 | 16:25 WIB
Perjanjian Dagang Terancam Batal, ESDM Tetap Akan Impor Migas AS
Wakil Menteri ESDM Yuliot. [Suara.com/Yaumal Asri Adi Hutasuhut].
baca 10 detik
  • Kementerian ESDM, melalui Wamen Yuliot Tanjung, tetap mengupayakan impor minyak dan gas dari Amerika Serikat meskipun ada kabar perjanjian dagang batal.
  • Perjanjian dagang Juli 2025 mensyaratkan Indonesia membeli Migas AS senilai USD 15 miliar sebagai timbal balik penurunan tarif impor.
  • Koordinasi terkait perjanjian dagang dengan AS dikoordinasikan oleh Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian dengan melibatkan seluruh kementerian terkait.

Suara.com - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) akan tetap mengupayakan mengimpor minyak dan gas (Migas) dari Amerika Serikat (AS). Hal itu ditegaskan Wakil Menteri ESDM, Yuliot Tanjung di tengah kabar batalnya perjanjian dagang antara Indonesia dengan AS. 

Pembelian minyak dan gas merupakan salah satu klausul utama dalam kesepakatan dagang antara AS dengan Indonesia. 

Yuliot mengatakan terkait perjanjian dagang itu seluruhnya dikoordinasikan oleh Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.

"Ini-kan lagi dikoordinasikan dengan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian. Jadi nanti Kemenko Perekonomian akan mengajak duduk bersama seluruh kementerian/lembaga terkait, ya, termasuk Kementerian ESDM," ujar Yuliot saat ditemui wartawan di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (12/12/2025). 

Ilustrasi kapal tanker minyak. [Pixabay]
Ilustrasi kapal tanker minyak. [Pixabay]

Dia menegaskan, Kementerian ESDM berkomitmen dengan perjanjian dagang itu, khususnya dalam pembelian minyak dan gas dari AS. 

"Tapi kami dari Kementerian ESDM itu, tetap apa yang sudah dikomitkan (menjadi komitmen) untuk kita impor dari AS, itu tetap akan kami upayakan," jelas Yuliot. 

Kesepakatan dagang yang disepakati Juli 2025 itu sejatinya merupakan deal timbal balik. Presiden AS Donald Trump bersedia menurunkan tarif impor produk Indonesia dari 32 persen menjadi 19 persen. Sebagai gantinya produk AS yang masuk Indonesia tidak dikenakan pajak ekspor. 

Selain itu, Trump juga mengharuskan Indonesia membeli produk energi (migas) dari AS senilai USD 15 miliar (sekitar Rp 244,074 triliun). Kemudian, pembelian produk pertanian senilai USD 4,5 miliar (sekitar Rp 73 triliun), dan pembelian 50 unit pesawat buatan Boeing.

Namun, saat ini beredar kabar bahwa kesepakatan dagang Indonesia-AS berpotensi dibatalkan. Isu itu muncul, setelah pernyataan pejabat AS yang menyebut Indonesia mundur dari beberapa poin perjanjian yang telah disepakati sebelumnya. 

baca juga

Pejabat Indonesia yang terlibat dalam perundingan dilaporkan memberi tahu Duta Besar Perwakilan Dagang AS, Jamieson Greer, bahwa Indonesia  tidak dapat menyetujui beberapa komitmen yang mengikat dan ingin merumuskan ulang perjanjian dagang dari awal.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

ESDM Mau Perpanjang Kebijakan Pembelian BBM Subsidi Tanpa QR Code di Aceh, Sumut, Sumbar

ESDM Mau Perpanjang Kebijakan Pembelian BBM Subsidi Tanpa QR Code di Aceh, Sumut, Sumbar

Bisnis | Jum'at, 12 Desember 2025 | 15:42 WIB

Progres Pemulihan Listrik Pasca-Bencana: Aceh 33 Persen

Progres Pemulihan Listrik Pasca-Bencana: Aceh 33 Persen

Bisnis | Jum'at, 12 Desember 2025 | 11:01 WIB

Isu Kesepakatan AS-Indonesia Batal Imbas Langgar Janji, Kemenko Perekonomian Klarifikasi

Isu Kesepakatan AS-Indonesia Batal Imbas Langgar Janji, Kemenko Perekonomian Klarifikasi

Bisnis | Kamis, 11 Desember 2025 | 17:40 WIB

Terkini

Purbaya Akan Tambah Perusahaan Pemungut Pajak Toko Online di Ecommerce

Purbaya Akan Tambah Perusahaan Pemungut Pajak Toko Online di Ecommerce

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 21:19 WIB

DPR Siap Cecar Tiktok yang Dituding Tahan Duit UMKM hingga Triliunan Rupiah

DPR Siap Cecar Tiktok yang Dituding Tahan Duit UMKM hingga Triliunan Rupiah

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 21:08 WIB

Potongan Aplikasi Ojol 8 Persen Tak Untungkan Mitra Pengemudi

Potongan Aplikasi Ojol 8 Persen Tak Untungkan Mitra Pengemudi

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 20:42 WIB

Minyak Dunia Anjok, Mengapa Harga Pertamax Tak Ikut Turun?

Minyak Dunia Anjok, Mengapa Harga Pertamax Tak Ikut Turun?

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 20:27 WIB

Kapal Tanker Pertamina Berhasil Lolos dari Selat Hormuz, Sisanya Menunggu Aman

Kapal Tanker Pertamina Berhasil Lolos dari Selat Hormuz, Sisanya Menunggu Aman

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 20:16 WIB

Rupiah Menuju Rp18.000 per Dolar AS Lagi, Akan Menguat Jika Investor Asing Kembali ke Indonesia

Rupiah Menuju Rp18.000 per Dolar AS Lagi, Akan Menguat Jika Investor Asing Kembali ke Indonesia

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 20:10 WIB

Bukan Pemain, Manchester United Mau Beli Kredit Karbon Indonesia

Bukan Pemain, Manchester United Mau Beli Kredit Karbon Indonesia

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 20:05 WIB

Antrean BBM Surabaya-Gresik Mulai Terurai, BPH Migas dan Pertamina Perkuat Distribusi

Antrean BBM Surabaya-Gresik Mulai Terurai, BPH Migas dan Pertamina Perkuat Distribusi

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 20:05 WIB

Stok Batu Bara Normal, Bos PLN Janji Tak Ada Mati Lampu

Stok Batu Bara Normal, Bos PLN Janji Tak Ada Mati Lampu

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 19:48 WIB

RI Mulai Dagang Karbon Kehutanan, Potensinya Rp5 Triliun

RI Mulai Dagang Karbon Kehutanan, Potensinya Rp5 Triliun

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 19:35 WIB

×