Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.665.000
Beli Rp2.535.000
IHSG 6.116,690
LQ45 599,198
Srikehati 294,170
JII 361,413
USD/IDR 17.814

Prabowo Mau Temui Donald Trump, Bahas 'Kesepakatan Baru' Tarif Dagang?

M Nurhadi

Selasa, 23 Desember 2025 | 13:23 WIB
Prabowo Mau Temui Donald Trump, Bahas 'Kesepakatan Baru' Tarif Dagang?
Presiden Prabowo Subianto dan Donald Trump di KTT Perdamaian (dok. Biro Pers Sekretariat Presiden)
baca 10 detik
  • Presiden Indonesia dan AS dijadwalkan menandatangani Agreement on Reciprocal Tariff (ART) akhir Januari 2026.
  • Kesepakatan ini mengurangi tarif umum ekspor Indonesia ke Amerika Serikat dari 32% menjadi 19%.
  • Indonesia memperoleh pembebasan tarif khusus untuk komoditas strategis seperti CPO, kopi, dan kakao.

Suara.com - Hubungan ekonomi antara Indonesia dan Amerika Serikat (AS) memasuki babak baru yang penuh optimisme.

Presiden RI Prabowo Subianto dijadwalkan segera bertemu dengan Presiden AS Donald Trump untuk menandatangani dokumen kesepakatan dagang strategis yang dikenal sebagai Agreement on Reciprocal Tariff (ART).

Pertemuan tingkat tinggi ini merupakan puncak dari negosiasi panjang yang sempat dikabarkan menemui jalan buntu.

Langkah ini dipandang sebagai upaya krusial Indonesia dalam mengamankan posisi perdagangan nasional di pasar global, khususnya di bawah kebijakan ekonomi proteksionis yang kerap diusung pemerintah Negeri Paman Sam.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menjelaskan bahwa percepatan kesepakatan ini merupakan instruksi langsung dari Presiden Prabowo.

Tim negosiasi Indonesia baru saja menyelesaikan pertemuan intensif dengan perwakilan United States Trade Representative (USTR) di Washington DC guna merampungkan poin-poin krusial dalam dokumen ART.

Dalam keterangannya pada Selasa (23/12/2025), Airlangga menegaskan bahwa isu-isu pokok maupun kendala teknis yang sebelumnya menghambat proses perundingan kini telah berhasil diselesaikan.

"Pertemuan berjalan dengan baik, isu-isu utama dan isu teknis dibicarakan dalam pertemuan kali ini," jelas Airlangga dalam konferensi pers daring.

Ia menambahkan bahwa kedua negara sepakat untuk tetap menjaga kepentingan nasional masing-masing tanpa mengorbankan prinsip keuntungan bersama.

baca juga

Target Penandatanganan Akhir Januari 2026

Pasca tercapainya kesepakatan substansial, tahapan berikutnya adalah penyusunan draf hukum (legal drafting) dan pembersihan dokumen (clean up). Tim teknis dari kedua negara dijadwalkan bertemu kembali pada pekan kedua Januari 2026 untuk finalisasi naskah perjanjian.

Proses teknis ini ditargetkan rampung dalam satu minggu, sehingga dokumen ART siap ditandatangani secara resmi sebelum akhir Januari 2026.

"Rencananya, penandatanganan akan dilakukan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Donald Trump. Saat ini, pihak Amerika Serikat sedang mengatur jadwal pertemuan antara kedua pemimpin negara tersebut," lanjut Airlangga.

Perjanjian ART ini merupakan penguatan dari kesepakatan awal yang dicapai pada Juli 2025 lalu. Keberhasilan diplomasi ekonomi ini memberikan dampak nyata bagi struktur biaya ekspor Indonesia ke Amerika Serikat.

Berikut adalah beberapa poin krusial dari kesepakatan tersebut:

Penurunan Tarif Umum: Tarif dagang Indonesia ke AS berhasil ditekan dari level 32% menjadi hanya 19%.
Pengecualian Khusus: Indonesia mendapatkan keistimewaan berupa pembebasan atau tarif khusus untuk sejumlah komoditas andalan, antara lain:

  • Minyak Kelapa Sawit (CPO)
  • Kopi
  • Kakao
  • Produk strategis nasional lainnya.

Kesepakatan ini menjadi angin segar bagi para pelaku industri di kota-kota besar Indonesia, dari Medan hingga Makassar, yang berfokus pada pasar ekspor. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Gatot Nurmantyo: Ancaman Terbesar Prabowo Bukan dari Luar, tapi Pembusukan dari Dalam

Gatot Nurmantyo: Ancaman Terbesar Prabowo Bukan dari Luar, tapi Pembusukan dari Dalam

News | Selasa, 23 Desember 2025 | 10:32 WIB

Airlangga: Kesepakatan Tarif AS Hampir Rampung, PrabowoTrump Bakal Teken Perjanjian

Airlangga: Kesepakatan Tarif AS Hampir Rampung, PrabowoTrump Bakal Teken Perjanjian

Bisnis | Selasa, 23 Desember 2025 | 10:07 WIB

Soroti Kunjungan Presiden, Dewi Perssik Bandingkan Banjir Aceh dan Jember: Masih Mending

Soroti Kunjungan Presiden, Dewi Perssik Bandingkan Banjir Aceh dan Jember: Masih Mending

Entertainment | Selasa, 23 Desember 2025 | 06:00 WIB

Terkini

ESDM Akui Tahan Ekspor Batu Bara Demi PLN, Masalah Pasokan PLTU Terungkap di Tengah Pemadaman

ESDM Akui Tahan Ekspor Batu Bara Demi PLN, Masalah Pasokan PLTU Terungkap di Tengah Pemadaman

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 20:10 WIB

Wujud Nyata Komitmen ESG, Pegadaian Gelar Khitanan Massal 2026 Bagi 500 Anak

Wujud Nyata Komitmen ESG, Pegadaian Gelar Khitanan Massal 2026 Bagi 500 Anak

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 19:33 WIB

Marak Transaksi Palsu di Tokopedia, Pemerintah Gregetan!

Marak Transaksi Palsu di Tokopedia, Pemerintah Gregetan!

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 19:00 WIB

Soal Laporan ke KPK, ITDC Klaim Tak Punya Wewenang Atur Dana Relokasi Mandalika

Soal Laporan ke KPK, ITDC Klaim Tak Punya Wewenang Atur Dana Relokasi Mandalika

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 18:15 WIB

Menkeu Purbaya Legalkan Pencucian Uang Lewat Patriot Bond?

Menkeu Purbaya Legalkan Pencucian Uang Lewat Patriot Bond?

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 18:13 WIB

Investor Asing Masih Asik Jual Saham di RI, BMRI dan DSSA Jadi Incaran

Investor Asing Masih Asik Jual Saham di RI, BMRI dan DSSA Jadi Incaran

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 18:07 WIB

Lahan Meikarta Bakal jadi Aset Negara? Maruarar Segera Urus Legalitas

Lahan Meikarta Bakal jadi Aset Negara? Maruarar Segera Urus Legalitas

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 17:55 WIB

Terungkap! Dua PLTU Raksasa di Cilacap Sempat Bermasalah, Jadi Pemicu Pemadaman Bergilir di Jawa

Terungkap! Dua PLTU Raksasa di Cilacap Sempat Bermasalah, Jadi Pemicu Pemadaman Bergilir di Jawa

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 17:45 WIB

Listrik Pulau Jawa Gelap Gulita, Siapa yang Bertanggung Jawab?

Listrik Pulau Jawa Gelap Gulita, Siapa yang Bertanggung Jawab?

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 16:56 WIB

Pupuk Indonesia Tembus Australia, Ekspor Urea 250 Ribu Ton Dikebut hingga Akhir 2026

Pupuk Indonesia Tembus Australia, Ekspor Urea 250 Ribu Ton Dikebut hingga Akhir 2026

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 16:14 WIB