Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.875.000
Beli Rp2.760.000
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...
USD/IDR 17.184

Target Harga Saham CDIA Jelang Pergantian Tahun

M Nurhadi | Suara.com

Minggu, 28 Desember 2025 | 13:43 WIB
Target Harga Saham CDIA Jelang Pergantian Tahun
Ilustrasi CDIA
  • BCA Sekuritas memproyeksikan pendapatan PT CDIA tumbuh 38,6% CAGR hingga 2029.
  • Sektor Pelabuhan & Penyimpanan diprediksi tumbuh paling cepat (CAGR 112,6%) akibat rencana akuisisi aset regional.
  • CDIA memiliki keunggulan kompetitif berkat lokasi strategis di Cilegon serta dukungan kuat dari grup induk Barito Pacific.

Suara.com - Prospek PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) diproyeksi masih cukup baik menurut BCA Sekuritas. CDIA diprediksi akan mengalami akselerasi pertumbuhan yang sangat signifikan dalam lima tahun ke depan.

Pendapatan perusahaan diperkirakan bakal meroket dengan rata-rata pertumbuhan tahunan gabungan (Compound Annual Growth Rate/CAGR) sebesar 38,6%.

Jika pada tahun 2024 pendapatan perusahaan berada di level US$ 102 juta, maka pada tahun 2029 angka tersebut diproyeksikan melonjak hingga menyentuh US$ 523 juta.

Menariknya, pertumbuhan laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi (EBITDA) diperkirakan akan melaju jauh lebih kencang.

“EBITDA diperkirakan tumbuh lebih cepat lagi, dengan CAGR 87%, melompat dari US$ 10,8 juta menjadi US$ 246 juta dalam periode yang sama,” sebut riset BCA Sekuritas yang dipublikasikan pekan ini.

Pertumbuhan CDIA ditopang oleh dua mesin utama: ekspansi organik dan langkah akuisisi strategis. Berikut adalah rincian performa per segmen bisnis berdasarkan analisis BCA Sekuritas:

  • Sektor Energi: Diprediksi tumbuh dengan CAGR 21,9% (2024-2029). Kenaikan ini didorong oleh peningkatan kebutuhan listrik (CAGR 20,4%) dan distribusi bahan bakar (CAGR 30,7%). Segmen ini juga akan menjadi tulang punggung bagi operasional pabrik Chlor Alkali-Ethylene Dichloride (CA-EDC) yang direncanakan mulai berfungsi pada tahun 2027.
  • Pelabuhan & Penyimpanan: Sektor ini diproyeksikan menjadi "bintang" dengan pertumbuhan fantastis mencapai CAGR 112,6%. Hal ini didasari oleh rencana akuisisi aset pelabuhan strategis di pasar regional pada 2026 serta mulai beroperasinya pipa kimia baru (C2) setahun setelahnya.

Saat ini, struktur pendapatan CDI Group masih sangat bergantung pada sektor energi yang menyumbang sekitar 90%. Namun, manajemen tengah melakukan transformasi besar untuk menyeimbangkan aliran arus kas.

Dalam jangka waktu 3 hingga 5 tahun ke depan, CDIA menargetkan komposisi pendapatan yang lebih sehat, yaitu:

Energi: 47%

Pelabuhan & Penyimpanan: 40%

Logistik: 13%

Strategi ini akan dipercepat melalui monetisasi aset di dalam ekosistem Chandra Asri Group serta memperluas jangkauan layanan kepada pelanggan pihak ketiga. K

eandalan arus kas perusahaan juga terjamin berkat adanya kontrak jangka panjang dengan mitra-mitra (off-taker) yang memiliki reputasi tinggi.

Keunggulan Kompetitif di Kawasan Industri Cilegon

BCA Sekuritas menilai CDIA berada pada posisi terdepan untuk menjadi pemimpin infrastruktur di Indonesia. Keunggulan ini didukung oleh lokasi operasional yang sangat strategis di Cilegon, Banten.

Sebagai kawasan industri utama seluas 2.666 hektare, wilayah ini memungkinkan CDIA melayani lebih dari 1.800 pelanggan dengan dukungan infrastruktur terintegrasi mulai dari energi hingga logistik.

Selain itu, dukungan dari grup induk, Barito Pacific, memberikan nilai tambah yang besar. Sebagai pemimpin di sektor panas bumi dan induk dari Chandra Asri Pacific (CAP), grup ini memiliki pengalaman luas dalam mengelola aset industri yang kompleks.

Fondasi CDIA semakin diperkuat dengan adanya aliansi strategis bersama pemain besar seperti Salim Group dan Krakatau Steel.

Valuasi Saham: Pendekatan DCF dan DDM

Dalam menentukan nilai investasi, BCA Sekuritas menggunakan dua metode penilaian utama:

  • Metode Discounted Cash Flow (DCF): Berdasarkan pendekatan ini, nilai wajar saham CDIA berada di angka Rp 2.340 per lembar. Nilai ini hampir sejalan dengan harga pasar saat ini, mengingat perusahaan masih berada dalam fase ekspansi intensif dengan potensi pertumbuhan tahunan di atas 20%.
  • Metode Dividend Discount Model (DDM): Dengan asumsi rasio pembayaran dividen (dividend payout) sebesar 40%, nilai wajar saham tercatat pada level Rp 2.215 per lembar.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Libur Panjang, Nilai Kapitalisasi Pasar BEI Anjlok 1,17 Persen

Libur Panjang, Nilai Kapitalisasi Pasar BEI Anjlok 1,17 Persen

Bisnis | Kamis, 25 Desember 2025 | 08:52 WIB

Profil PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB): Saham, Pemilik, dan Keuangan

Profil PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB): Saham, Pemilik, dan Keuangan

Bisnis | Kamis, 25 Desember 2025 | 07:00 WIB

Saham INET Anjlok di Tengah Rencana Rights Issue Rp3,2 Triliun, Ini Penyebabnya

Saham INET Anjlok di Tengah Rencana Rights Issue Rp3,2 Triliun, Ini Penyebabnya

Bisnis | Rabu, 24 Desember 2025 | 15:58 WIB

Suntikan Dana 'Penyelamat' Rp4,93 Triliun Cair dari Danantara, KRAS Bernafas Lega

Suntikan Dana 'Penyelamat' Rp4,93 Triliun Cair dari Danantara, KRAS Bernafas Lega

Bisnis | Rabu, 24 Desember 2025 | 11:27 WIB

Saham INET Melesat 24 Persen Usai Kantongi Restu OJK untuk Rights Issue Jumbo

Saham INET Melesat 24 Persen Usai Kantongi Restu OJK untuk Rights Issue Jumbo

Bisnis | Selasa, 23 Desember 2025 | 19:55 WIB

Isu Dinamika Bisnis Menyeruak dalam RUPSLB SMGR

Isu Dinamika Bisnis Menyeruak dalam RUPSLB SMGR

Bisnis | Selasa, 23 Desember 2025 | 15:42 WIB

Terkini

Viral Gerakan Tutup Rekening, BNI Janji Kembalikan Dana Gereja di Aek Nabara

Viral Gerakan Tutup Rekening, BNI Janji Kembalikan Dana Gereja di Aek Nabara

Bisnis | Minggu, 19 April 2026 | 12:51 WIB

Skandal Dana Umat di Aek Nabara, BNI Janji Dana Gereja Dikembalikan Sepenuhnya

Skandal Dana Umat di Aek Nabara, BNI Janji Dana Gereja Dikembalikan Sepenuhnya

Bisnis | Minggu, 19 April 2026 | 12:33 WIB

Iran Kembali Tutup Selat Hormuz Sampai Waktu yang Tak Ditentukan, Gegara Ulah Trump

Iran Kembali Tutup Selat Hormuz Sampai Waktu yang Tak Ditentukan, Gegara Ulah Trump

Bisnis | Minggu, 19 April 2026 | 12:26 WIB

Pemerintah Segera Tutup Praktik Open Dumping di Seluruh TPA

Pemerintah Segera Tutup Praktik Open Dumping di Seluruh TPA

Bisnis | Minggu, 19 April 2026 | 11:17 WIB

Pemerintah Mulai Kaji Kereta Papua, Rute Sentani-Kota Jayapura Jadi Proyek Awal

Pemerintah Mulai Kaji Kereta Papua, Rute Sentani-Kota Jayapura Jadi Proyek Awal

Bisnis | Minggu, 19 April 2026 | 10:47 WIB

Harga BBM Naik, Ini Warga RI yang 'Halal' Beli Bensin Subsidi

Harga BBM Naik, Ini Warga RI yang 'Halal' Beli Bensin Subsidi

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 18:35 WIB

Permudah Akses Keuangan Pedagang, BTN Ekspansi Bisnis ke Ekosistem Koperasi Pasar

Permudah Akses Keuangan Pedagang, BTN Ekspansi Bisnis ke Ekosistem Koperasi Pasar

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 16:49 WIB

Lawan Imunitas Algoritma, Prof Harris: Masa Rokok Bisa Digugat, Kode Digital Tidak?

Lawan Imunitas Algoritma, Prof Harris: Masa Rokok Bisa Digugat, Kode Digital Tidak?

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 16:43 WIB

Ambisi Swasembada Gula 2028 Terganjal Mesin Tua dan Kiamat Lahan

Ambisi Swasembada Gula 2028 Terganjal Mesin Tua dan Kiamat Lahan

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 15:53 WIB

Bos-bos BCA Kompak Serok Saham Sendiri Saat Harga Diskon, Apa Dampaknya?

Bos-bos BCA Kompak Serok Saham Sendiri Saat Harga Diskon, Apa Dampaknya?

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 15:34 WIB