Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.798.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 7.057,106
LQ45 681,583
Srikehati 330,472
JII 466,124
USD/IDR 17.420

OJK Proyeksi Industri Dana Pensiun Bakal Tinggi, Ini Strateginya

Dythia Novianty | Rina Anggraeni | Suara.com

Kamis, 01 Januari 2026 | 09:57 WIB
OJK Proyeksi Industri Dana Pensiun Bakal Tinggi, Ini Strateginya
Kepala Eksekutif Pengawas PPDP OJK, Ogi Prastomiyono di Jakarta, Senin (15/12/2025). [Suara.com/Rina]
  • OJK memproyeksikan industri dana pensiun akan tumbuh dua digit pada tahun 2026, didorong program wajib dan sukarela.
  • Tantangan utama industri dana pensiun di 2026 adalah potensi imbal hasil investasi menurun akibat suku bunga BI turun.
  • OJK mendorong industri dana pensiun memperkuat tata kelola dan meningkatkan kualitas pengelolaan investasi secara prudent.

Suara.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memperkirakan industri dana pensiun bakal tumbuh tinggi di tahun 2026.

Hal ini berasal dari program pensiun wajib maupun sukarela, yang masih akan mencatatkan pertumbuhan dua digit dalam beberapa waktu ke depan.

Proyeksi tersebut mencerminkan optimisme regulator terhadap perkembangan sektor dana pensiun sebagai salah satu pilar penting dalam sistem keuangan nasional.

Kepala Eksekutif Pengawasan Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK, Ogi Prastomiyono, mengatakan pertumbuhan industri dana pensiun baik dari program pensiun wajib dan sukarela akan double digit.

Hal ini seiring dengan penurunan suku bunga yang sudah dilakukan Bank Indonesia sepanjang tahun 2025.

"Dana Pensiun masih akan menghadapi tantangan pada tahun 2026 di dalam pengelolaan portofolio investasi. Penurunan tingkat suku bunga acuan (BI Rate) akan berdampak pada potensi penurunan tingkat imbal hasil investasi yang akan diperoleh Dana Pensiun," jelasnya dalam jawaban tertulis yang diterima di Jakarta, Kamis (1/1/2025).

Ilustrasi Dana Pensiun.
Ilustrasi Dana Pensiun.

Kata dia, tantangan lain yang tak kalah penting adalah penentuan strategi alokasi aset yang optimal.

Di tengah volatilitas dan pergerakan pasar keuangan yang semakin dinamis, pengelola dana pensiun dituntut mampu menyeimbangkan antara upaya menjaga tingkat imbal hasil dan pengelolaan risiko investasi secara prudent.

Untuk itu, OJK mendorong industri dana pensiun untuk memperkuat tata kelola, meningkatkan kualitas pengelolaan investasi, serta memperluas literasi dan inklusi dana pensiun.

Apalagi, dari sisi kepesertaan, pertumbuhan jumlah peserta juga menjadi perhatian utama, khususnya bagi Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK)

Hal ini agar industri dana pensiun dapat tumbuh secara sehat, berkelanjutan, dan berkontribusi optimal terhadap stabilitas sistem keuangan nasional.

"DPLK dituntut untuk terus berinovasi, baik dari sisi produk maupun layanan, agar dapat menjangkau segmen masyarakat yang lebih luas," kata Ogi.

Sementara itu, berdasarkan data per Oktober 2025, nilai penempatan dana pensiun pada SRBI tercatat sebesar Rp4,09 triliun atau sekitar 1,06 persen dari total investasi.

Ke depan, SRBI masih berpotensi diminati sebagai instrumen jangka pendek dengan risiko rendah dan imbal hasil yang kompetitif, namun alokasi investasi dana pensiun tetap perlu disesuaikan dengan profil liabilitas (liability driven investment).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

OJK Rilis Daftar 'Whitelist' Platform Kripto Berizin untuk Keamanan Transaksi

OJK Rilis Daftar 'Whitelist' Platform Kripto Berizin untuk Keamanan Transaksi

Bisnis | Senin, 22 Desember 2025 | 21:44 WIB

OJK Sorot Modus Penipuan e-Tilang Palsu

OJK Sorot Modus Penipuan e-Tilang Palsu

Bisnis | Senin, 22 Desember 2025 | 20:03 WIB

Bank Modal Pas-pasan di Ujung Tanduk: Mengapa OJK Paksa KBMI I Naik Kelas atau Tutup?

Bank Modal Pas-pasan di Ujung Tanduk: Mengapa OJK Paksa KBMI I Naik Kelas atau Tutup?

Bisnis | Senin, 22 Desember 2025 | 17:57 WIB

6 Ide Usaha Sampingan di Masa Pensiun Agar Tetap Produktif dan Bahagia

6 Ide Usaha Sampingan di Masa Pensiun Agar Tetap Produktif dan Bahagia

Bisnis | Senin, 22 Desember 2025 | 13:46 WIB

Babak Baru Industri Kripto, DPR Ungkap Revisi UU P2SK Tegaskan Kewenangan OJK

Babak Baru Industri Kripto, DPR Ungkap Revisi UU P2SK Tegaskan Kewenangan OJK

Bisnis | Minggu, 21 Desember 2025 | 20:41 WIB

FLOQ Nilai RUU P2SK Positif, Perkuat Perlindungan Konsumen Industri Kripto

FLOQ Nilai RUU P2SK Positif, Perkuat Perlindungan Konsumen Industri Kripto

Bisnis | Minggu, 21 Desember 2025 | 17:55 WIB

Terkini

Ekonomi Indonesia Melesat 5,61 Persen saat Rupiah Pecahkan Rekor Terlemah

Ekonomi Indonesia Melesat 5,61 Persen saat Rupiah Pecahkan Rekor Terlemah

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 21:10 WIB

Pertukaran Mata Uang dengan China dan Jepang Jadi Strategi Jaga Nilai Tukar Rupiah

Pertukaran Mata Uang dengan China dan Jepang Jadi Strategi Jaga Nilai Tukar Rupiah

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 21:01 WIB

Rupiah Masih Melemah Akibat Turunnya Surplus Perdagangan

Rupiah Masih Melemah Akibat Turunnya Surplus Perdagangan

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 20:50 WIB

Ikon Kota yang Terawat Bisa Menggerakkan Ekonomi, AVIA Ungkap Alasannya

Ikon Kota yang Terawat Bisa Menggerakkan Ekonomi, AVIA Ungkap Alasannya

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 20:10 WIB

Purbaya Bantah Ekonomi RI Seperti Krisis 1998: Ekonom Salah Prediksi, Kecele

Purbaya Bantah Ekonomi RI Seperti Krisis 1998: Ekonom Salah Prediksi, Kecele

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 18:52 WIB

Pemerintah Bidik Hilirisasi Industri demi Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen di 2029

Pemerintah Bidik Hilirisasi Industri demi Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen di 2029

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 18:46 WIB

Pelemahan Rupiah yang Terparah dalam Sejarah Bisa Picu Gagal Bayar dan PHK

Pelemahan Rupiah yang Terparah dalam Sejarah Bisa Picu Gagal Bayar dan PHK

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 18:41 WIB

Bahlil Tegaskan Tarif Listrik Tak Naik pada Mei

Bahlil Tegaskan Tarif Listrik Tak Naik pada Mei

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 18:22 WIB

OJK: DSI Masih Nunggak Bayar Dana Nasabah Rp 2,4 Triliun

OJK: DSI Masih Nunggak Bayar Dana Nasabah Rp 2,4 Triliun

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 18:15 WIB

Ditopang Margin Kilang Minyak, Laba Barito Pacific (BRPT) Naik 803 Persen di Kuartal I-2026

Ditopang Margin Kilang Minyak, Laba Barito Pacific (BRPT) Naik 803 Persen di Kuartal I-2026

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 18:05 WIB