Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.615.000
Beli Rp2.500.000
IHSG 5.986,497
LQ45 594,918
Srikehati 295,219
JII 350,443
USD/IDR 17.983

Bulog Bidik APBN untuk Pengadaan 4 Juta Ton Beras 2026, Demi Lindungi Petani dan Jaga Harga Pangan

Dythia Novianty

Sabtu, 03 Januari 2026 | 08:55 WIB
Bulog Bidik APBN untuk Pengadaan 4 Juta Ton Beras 2026, Demi Lindungi Petani dan Jaga Harga Pangan
Dirut Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani. [Antara]
baca 10 detik
  • Perum Bulog membutuhkan suntikan dana APBN untuk mendukung pengadaan target empat juta ton beras tahun 2026.
  • Direktur Utama Bulog sedang berkoordinasi dengan Kementerian Keuangan membahas skema pendanaan paling efisien.
  • Target CBP naik menjadi empat juta ton guna memperkuat SPHP dan mempercepat penyaluran bantuan pangan pemerintah.

Suara.com - Perum Bulog berharap adanya suntikan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk mendukung rencana pengadaan empat juta ton beras pada 2026.

Dukungan anggaran dinilai krusial agar penyerapan gabah petani dapat berjalan optimal tanpa membebani keuangan perusahaan akibat biaya bunga yang tinggi.

Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, mengatakan, pihaknya saat ini tengah menyiapkan kebutuhan anggaran sekaligus melakukan koordinasi intensif dengan Kementerian Keuangan untuk membahas skema pendanaan yang paling efisien.

“Anggaran sedang kita siapkan, dan dalam waktu dekat ini kami akan berkoordinasi dengan Kementerian Keuangan. Kita akan rapat secepatnya, khususnya untuk tugas penyerapan empat juta ton beras ditambah satu juta ton jagung,” ujar Rizal dilansir dari laman Antara, Sabtu (3/1/2026).

Pada 2026, Bulog memang mendapat mandat besar untuk menyerap empat juta ton setara beras serta tambahan satu juta ton jagung.

Namun, Rizal menilai pembiayaan melalui pinjaman perbankan, khususnya bank-bank Himbara, berisiko meningkatkan beban bunga dan menekan efisiensi pengadaan pangan nasional.

Ilustrasi pekerja mengangkut beras saat bongkar muat di gudang Bulog. [ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/rwa]
Ilustrasi pekerja mengangkut beras saat bongkar muat di gudang Bulog. [ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/rwa]

“Harapan kami tentu bisa mendapat dukungan dana APBN, kalau perlu, sehingga tidak ada bunga-bunga lagi. Kalau harus pinjam di bank-bank Himbara, bunganya kan agak tinggi,” katanya.

Selain APBN, Bulog juga membuka peluang memanfaatkan dana dari Operator Investasi Pemerintah (OIP) yang menawarkan bunga lebih rendah.

Skema ini dinilai penting untuk menjaga likuiditas Bulog, terutama saat masa panen raya, agar penyerapan beras dan jagung petani tidak tersendat.

baca juga

“Mudah-mudahan kita bisa dapat APBN ataupun dana bantuan OIP yang bunganya hanya sekitar dua persen,” tutur Rizal.

Dengan dukungan pendanaan yang memadai, Bulog optimistis pengadaan pangan dapat berjalan lancar.

Hal ini tidak hanya menjaga harga pembelian gabah tetap stabil, tetapi juga memperkuat cadangan pangan nasional menjelang 2026.

“Nanti kami akan menghadap Pak Menteri Keuangan supaya ada tindak lanjut secepatnya terkait penyerapan beras maupun jagung,” bebernya.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengungkapkan pemerintah telah menetapkan target Cadangan Beras Pemerintah (CBP) sebesar empat juta ton pada 2026, naik dari sebelumnya tiga juta ton.

Langkah ini diambil untuk memperkuat program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) serta mempercepat penyaluran bantuan pangan.

“Tadi kami putuskan cadangan beras pemerintah dari tiga juta ton kita naikkan menjadi empat juta ton, supaya lebih mudah untuk SPHP, bantuan pangan, dan lain sebagainya,” kata Zulkifli Hasan, atau Zulhas, beberapa waktu lalu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Purbaya Akui Ada Kementerian Lelet Serap Anggaran, Dana Dikembalikan Tembus Rp 4,5 T

Purbaya Akui Ada Kementerian Lelet Serap Anggaran, Dana Dikembalikan Tembus Rp 4,5 T

Bisnis | Rabu, 17 Desember 2025 | 16:27 WIB

Harga Pangan Bergerak Turun Hari Ini, Cabai hingga Beras Ikut Melunak

Harga Pangan Bergerak Turun Hari Ini, Cabai hingga Beras Ikut Melunak

Bisnis | Rabu, 17 Desember 2025 | 11:38 WIB

Pemerintah Tegaskan Tak Ada Impor Beras untuk Industri

Pemerintah Tegaskan Tak Ada Impor Beras untuk Industri

Bisnis | Selasa, 16 Desember 2025 | 19:37 WIB

Mampukah Dana Siap Pakai dalam APBN ala Prabowo Bisa Pulihkan Sumatera?

Mampukah Dana Siap Pakai dalam APBN ala Prabowo Bisa Pulihkan Sumatera?

Bisnis | Sabtu, 13 Desember 2025 | 19:18 WIB

Usulan Kiai ke Prabowo: Bersihkan Jutaan Kayu Gelondongan Bencana Tanpa Bebani APBN!

Usulan Kiai ke Prabowo: Bersihkan Jutaan Kayu Gelondongan Bencana Tanpa Bebani APBN!

Bisnis | Sabtu, 13 Desember 2025 | 13:23 WIB

50 Harta Taipan RI Tembus Rp 4.980 Triliun, APBN Menkeu Purbaya Kalah Telak!

50 Harta Taipan RI Tembus Rp 4.980 Triliun, APBN Menkeu Purbaya Kalah Telak!

Bisnis | Sabtu, 13 Desember 2025 | 12:10 WIB

Terkini

Selaras dengan Danantara, BTN Perkuat Transformasi Bisnis dan Bukukan Kinerja di Atas Rata-Rata

Selaras dengan Danantara, BTN Perkuat Transformasi Bisnis dan Bukukan Kinerja di Atas Rata-Rata

Bisnis | Rabu, 08 Juli 2026 | 11:02 WIB

BACH dan EMMI Resmi Jadi Emiten BEI, Dana IPO Difokuskan untuk Ekspansi Bisnis

BACH dan EMMI Resmi Jadi Emiten BEI, Dana IPO Difokuskan untuk Ekspansi Bisnis

Bisnis | Rabu, 08 Juli 2026 | 10:44 WIB

Rupiah Melemah, Dolar AS Mulai Dekati Level Rp18.000

Rupiah Melemah, Dolar AS Mulai Dekati Level Rp18.000

Bisnis | Rabu, 08 Juli 2026 | 09:41 WIB

Ketegangan AS - Iran Memanas, Harga Minyak Dunia Melonjak Akibat Kekhawatiran Gangguan Pasokan

Ketegangan AS - Iran Memanas, Harga Minyak Dunia Melonjak Akibat Kekhawatiran Gangguan Pasokan

Bisnis | Rabu, 08 Juli 2026 | 09:32 WIB

Gagal Bayar Meningkat, Utang Masyarakat di Pinjol Tembus Rp103,73 Triliun

Gagal Bayar Meningkat, Utang Masyarakat di Pinjol Tembus Rp103,73 Triliun

Bisnis | Rabu, 08 Juli 2026 | 08:38 WIB

Titipan Politik di Kursi Komisaris dan Direksi Makin Kuat di BUMN, Ini Datanya

Titipan Politik di Kursi Komisaris dan Direksi Makin Kuat di BUMN, Ini Datanya

Bisnis | Rabu, 08 Juli 2026 | 08:05 WIB

Modal Asing yang Kabur dari Pasar Modal Tembus Rp19,63 Triliun, Apa Penyebabnya?

Modal Asing yang Kabur dari Pasar Modal Tembus Rp19,63 Triliun, Apa Penyebabnya?

Bisnis | Rabu, 08 Juli 2026 | 07:57 WIB

Panen Raya Jadi Bukti! Teknologi Benih Dongkrak Produktivitas Jagung

Panen Raya Jadi Bukti! Teknologi Benih Dongkrak Produktivitas Jagung

Bisnis | Rabu, 08 Juli 2026 | 07:33 WIB

OJK Tutup 36.191 Rekening Judi Online, Perbankan Diminta Perketat Pengawasan

OJK Tutup 36.191 Rekening Judi Online, Perbankan Diminta Perketat Pengawasan

Bisnis | Rabu, 08 Juli 2026 | 07:27 WIB

Kementerian PU Jelaskan Kunker Menteri Dody dan Keluarga ke New York Jelang Final Piala Dunia

Kementerian PU Jelaskan Kunker Menteri Dody dan Keluarga ke New York Jelang Final Piala Dunia

Bisnis | Selasa, 07 Juli 2026 | 22:14 WIB

×