- Kemenkeu menyatakan perekonomian Indonesia akhir 2025 tangguh, didukung manufaktur ekspansif dan inflasi terkendali.
- Neraca perdagangan Indonesia mencatat surplus kumulatif $38,54 miliar hingga November 2025, ekspor tumbuh 5,61 persen.
- Inflasi tahunan 2025 terkendali pada 2,92 persen, didukung kebijakan menjaga harga pangan dan stabilitas domestik.
Sementara itu, inflasi inti tercatat stabil pada level 2,38% (yoy) karena naiknya harga emas perhiasan.
Sepanjang tahun 2025, inflasi tetap berada dalam rentang sasaran nasional yang didukung oleh kebijakan intervensi harga dan pasokan untuk menjaga keterjangkauan harga pangan.
Ekonomi dalam negeri
Berbagai indikator ekonomi domestik juga menunjukkan perkembangan positif di akhir tahun 2025. Hingga November, Indeks Keyakinan Konsumen menguat ke level 124, sementara Indeks Penjualan Riil tumbuh 5,94 persen (yoy) didorong peningkatan penjualan makanan dan minuman serta mobilitas masyarakat.
Penguatan aktivitas ekonomi juga tercermin dari meningkatnya penjualan listrik sektor bisnis sebesar 6,2 persen (yoy), dengan penjualan listrik rumah tangga dan industri yang tumbuh stabil.
“Pemerintah terus berupaya menjaga stabilitas serta memperkuat momentum pertumbuhan ekonomi. Kebijakan fiskal diarahkan mendukung program pembangunan nasional guna memastikan keberlanjutan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan,” tutup Febrio.