Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Awas Bubble Pecah! Bahaya Mengintai saat IHSG Menuju Rp 10.000

Liberty Jemadu | Suara.com

Rabu, 07 Januari 2026 | 18:07 WIB
Awas Bubble Pecah! Bahaya Mengintai saat IHSG Menuju Rp 10.000
Para investor diperingatakan untuk mewaspadai dinamika di bursa dengan IHSG yang terus menguat tapi tak sejalan dengan nilai tukar rupiah dan kondisi riil perusahaan. [Antara]
  • CSIS mengingatkan bahwa penguatan IHSG didorong saham valuasi tinggi dan praktik goreng saham, bukan saham perusahaan dengan fundamental kuat.
  • Kenaikan IHSG ini berpotensi menjadi gelembung pasar karena tidak sejalan dengan kinerja emiten,  berkebalikan dengan kondisi rupiah dan didorong domestik.
  • Deni Friawan CSIS menekankan perlunya pengawasan ketat terhadap struktur pasar untuk menjaga stabilitas keuangan.

Suara.com - Para investor diperingatkan akan adanya risiko gelembung harga (bubble) di balik penguatan Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG yang belakangan terus melonjak dan bahkan diprediksi akan sampai ke level Rp 10.000, seperti yang diramalkan Menteri Purbaya Yudhi Sadewa.

Dalam Media Briefing Outlook 2026 CSIS di Jakarta, Rabu (7/1/2026) peneliti senior Departemen Ekonomi Center for Strategic and International Studies (CSIS) Deni Friawan menjelaskan penguatan IHSG saat ini bukan didorong oleh saham-saham dengan fundamental kuat seperti perbankan besar atau emiten konsumsi utama.

Sebaliknya, kenaikan indeks justru banyak ditopang oleh saham perusahaan-perusahaan baru dengan valuasi sangat tinggi. Ia juga menyebut ada praktik goreng saham dalam pergerakan naik IHSG belakangan.

"(Saham) yang menguat kebanyakan bukan perusahaan-perusahaan yang fundamentalnya bagus. Maksud saya, misalnya bukan Bank BCA, BRI, Bank Mandiri, atau Indofood atau ICBP, dan segala macam, yang kebanyakan ini kan adalah perusahaan-perusahaan baru yang bahkan PER (Price to Earning Ratio) nya saja sampai 500 kali," ujarnya.

Kondisi itu menunjukkan adanya kenaikan harga saham yang tidak sejalan dengan kinerja dan fundamental emiten. Akibatnya, reli IHSG lebih menyerupai pembentukan bubble dibandingkan refleksi kekuatan ekonomi nasional.

Ia mengingatkan risiko utama dari kondisi tersebut adalah terjadinya siklus boom and bust. Ketika ekspektasi pasar tidak lagi sejalan dengan realisasi kinerja perusahaan, koreksi tajam berpotensi terjadi dan memicu gejolak di pasar keuangan.

Narasi tersebut berpotensi kontradiktif dengan kekhawatiran pemerintah sendiri terhadap praktik penggorengan saham yang seharusnya diawasi ketat oleh otoritas bursa.

"Ini menurut saya yang harus dikawal. Jangan sampai praktik-praktik seperti ini menciptakan hal yang semu," tambahnya.

Selain itu, Deni juga menyoroti pergerakan IHSG yang tidak sejalan dengan nilai tukar rupiah. Menurut dia, penguatan indeks tidak dibarengi apresiasi rupiah karena kenaikan IHSG lebih banyak didorong oleh aktivitas domestik, bukan aliran modal asing.

"Naiknya IHSG ini bukan karena capital inflow, tapi lebih banyak domestik yang goreng-menggoreng (saham)," tutur dia.

Karena itu, CSIS menilai pengawasan terhadap struktur pasar dan kualitas penguatan indeks menjadi kunci untuk menjaga stabilitas pasar keuangan ke depan.

Adapun peringatan CSIS ini muncul di tengah optimisme Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa yang meyakini IHSG mampu menembus level 10.000 pada akhir 2026.

Purbaya bahkan menyebut secara fundamental IHSG seharusnya sudah berada di level yang lebih tinggi.

“Harusnya kalau kemarin desainnya sesuai dengan desain saya, sekarang sudah 9.000. Tapi kan sudah itu sedikit, ke depan dengan kebijakan semakin sinkron dan ekonominya semakin bagus, harusnya IHSG akan naik lebih cepat,” ujar Menkeu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

IHSG Masih Betah di Level 8.900, Tapi Waspada Aksi Ambil Untung

IHSG Masih Betah di Level 8.900, Tapi Waspada Aksi Ambil Untung

Bisnis | Rabu, 07 Januari 2026 | 17:06 WIB

Aturan Baru Purbaya: Barang Impor Nganggur Bisa Dilelang dan Disita Negara!

Aturan Baru Purbaya: Barang Impor Nganggur Bisa Dilelang dan Disita Negara!

Bisnis | Rabu, 07 Januari 2026 | 16:55 WIB

Purbaya Akui Masih Ada Utang Dana Bagi Hasil Rp 83,58 Triliun ke Pemda

Purbaya Akui Masih Ada Utang Dana Bagi Hasil Rp 83,58 Triliun ke Pemda

Bisnis | Rabu, 07 Januari 2026 | 16:10 WIB

Saham DADA Bangkit dari Harga "Gocap" Hingga ARA, Inikah Penyebabnya

Saham DADA Bangkit dari Harga "Gocap" Hingga ARA, Inikah Penyebabnya

Bisnis | Rabu, 07 Januari 2026 | 14:49 WIB

Purbaya Izinkan 41 Proyek Molor 2025 Dilanjutkan Tahun Ini, Dari MBG hingga Sekolah Rakyat

Purbaya Izinkan 41 Proyek Molor 2025 Dilanjutkan Tahun Ini, Dari MBG hingga Sekolah Rakyat

Bisnis | Rabu, 07 Januari 2026 | 14:48 WIB

Terkini

Kemendag Bidik Penyalur Nakal, Tegakkan Sanksi Demi Jaga Pasokan Minyakita

Kemendag Bidik Penyalur Nakal, Tegakkan Sanksi Demi Jaga Pasokan Minyakita

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 20:10 WIB

Besok Purbaya Akan Buktikan Kritik The Economist Keliru

Besok Purbaya Akan Buktikan Kritik The Economist Keliru

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 20:08 WIB

Purbaya Sebut 'Media Bodoh', Gurita Bisnis Pemilik The Economist Tembus Ratusan Triliun

Purbaya Sebut 'Media Bodoh', Gurita Bisnis Pemilik The Economist Tembus Ratusan Triliun

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 20:02 WIB

PT Timah Setor Rp 1,624 triliun ke Negara Sepanjang 2025

PT Timah Setor Rp 1,624 triliun ke Negara Sepanjang 2025

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:56 WIB

CELIOS: Harga-harga Naik 2 Bulan ke Depan, PHK Mengintai

CELIOS: Harga-harga Naik 2 Bulan ke Depan, PHK Mengintai

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:52 WIB

BI Pastikan Cadangan Devisa Lebih dari Cukup untuk Stabilisasi Nilai Tukar Rupiah

BI Pastikan Cadangan Devisa Lebih dari Cukup untuk Stabilisasi Nilai Tukar Rupiah

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:45 WIB

Menkeu dan BI Optimistis Rupiah Menguat Lagi di Juli 2026

Menkeu dan BI Optimistis Rupiah Menguat Lagi di Juli 2026

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:18 WIB

PHK Meningkat Tajam, Klaim Kehilangan Kerja di BPJS Tenaga Kerja Melonjak 91 Persen

PHK Meningkat Tajam, Klaim Kehilangan Kerja di BPJS Tenaga Kerja Melonjak 91 Persen

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 18:50 WIB

Tak Mau Tahu, BI Tetap Pede Rupiah di Level Rp 16.800 pada Akhir Tahun

Tak Mau Tahu, BI Tetap Pede Rupiah di Level Rp 16.800 pada Akhir Tahun

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 18:45 WIB

Badai Ekonomi Ganda: Rupiah Terpuruk ke Rp 17.667 dan Harga Minyak Dunia Kian Membara

Badai Ekonomi Ganda: Rupiah Terpuruk ke Rp 17.667 dan Harga Minyak Dunia Kian Membara

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 18:42 WIB