Cadangan Devisa Indonesia Meroket Tembus Rp2.629 Triliun di Akhir Tahun 2025

Kamis, 08 Januari 2026 | 12:42 WIB
Cadangan Devisa Indonesia Meroket Tembus Rp2.629 Triliun di Akhir Tahun 2025
Ilustrasi logo Bank Indonesia. [Antara]
Baca 10 detik
  • Posisi cadangan devisa Bank Indonesia akhir Desember 2025 mencapai 156,5 miliar dolar AS, meningkat dari November.
  • Peningkatan tersebut bersumber dari penerimaan pajak, jasa, penerbitan sukuk, dan penarikan pinjaman pemerintah.
  • Cadangan devisa ini mendukung ketahanan eksternal dan stabilitas makroekonomi, melebihi standar internasional.

Suara.com - Bank Indonesia (BI) melaporkan posisi cadangan devisa Indonesia (Cadev) pada akhir Desember 2025 sebesar meningkat.

Adapun, nilainya tembus 156,5 miliar dolar AS atau sekitar Rp2.629 triliun.

Angka ini meningkat dibandingkan posisi pada akhir November 2025 sebesar 150,1 miliar dolar AS.

Direktur Eksekutif Komunikasi BI, Ramdan Denny, mengatakan posisi cadangan devisa tersebut terutama bersumber dari penerimaan pajak dan jasa, penerbitan sukuk global pemerintah, serta penarikan pinjaman pemerintah.

"Posisi cadangan devisa pada akhir Desember 2025 setara dengan pembiayaan 6,4 bulan impor atau 6,3 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor," katanya dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Kamis (8/1/2026).

Untuk itu, Bank Indonesia menilai cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan.

Ke depan, Bank Indonesia meyakini ketahanan sektor eksternal tetap baik didukung oleh posisi cadangan devisa yang memadai serta aliran masuk modal asing, yang diprakirakan terus berlanjut sejalan persepsi positif investor terhadap prospek perekonomian nasional dan imbal hasil investasi yang tetap menarik.

"Bank Indonesia terus meningkatkan sinergi dengan Pemerintah dalam memperkuat ketahanan eksternal guna menjaga stabilitas perekonomian untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan," tandasnya.

Baca Juga: Diganti per 1 Januari, Simak Perbedaan JIBOR dan INDONIA

×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI