Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.790.000
Beli Rp2.665.000
IHSG 6.094,941
LQ45 616,399
Srikehati 311,257
JII 380,793
USD/IDR 17.668

Pedagang Dilarang Naikkan Harga, Bos Bapanas Ungkap Stok Beras 3,3 Juta Ton

Achmad Fauzi | Fakhri Fuadi Muflih | Suara.com

Kamis, 22 Januari 2026 | 18:47 WIB
Pedagang Dilarang Naikkan Harga, Bos Bapanas Ungkap Stok Beras 3,3 Juta Ton
Ilustrasi harga beras di Pasar Klandasan, Balikpapan. [Ist]
  • Kepala Bapanas, Amran Sulaiman, menyatakan stok CBP melimpah 3,3 juta ton, melarang keras penetapan harga beras melebihi HET.
  • Perum Bulog telah menyerap 15,6 ribu ton beras produksi dalam negeri hingga 22 Januari 2026 untuk stok CBP.
  • Pemerintah menargetkan Bulog menyerap 4 juta ton beras domestik pada 2026, berpotensi membuat stok capai 6 juta ton.

Suara.com - Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Amran Sulaiman, menegaskan tidak ada ruang bagi pedagang menetapkan harga beras melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET). Pasalnya, saat ini stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) sudah melimpah hingga mencapai 3,3 juta ton.

"Tadi malam kami komunikasi dengan Bapak Wakil Kapolri. Kami ingin pangan stabil. Pemerintah ingin pangan stabil. Yang pertama, beras, agar tidak ada alasan harga beras diatas HET," ujar Amran dalam Rapat Koordinasi Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Ramadan dan Idulfitri di Jakarta pada Kamis (22/1/2026).

Amran menekankan, stok beras yang besar seharusnya menjadi penahan utama agar harga tidak bergerak liar di tingkat konsumen. Terlebih, pemerintah memastikan ketersediaan CBP dalam kondisi aman untuk menjaga pasokan.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman inspeksi mendadak (sidak) ke kawasan Bea Cukai Tanjung Balai Karimun, Kepulauan Riau. [Kementan]
Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman inspeksi mendadak (sidak) ke kawasan Bea Cukai Tanjung Balai Karimun, Kepulauan Riau. [Kementan]

"Kenapa? Beras kita cadangan stok hari ini 3 juta lebih. Jadi sangat cukup untuk masyarakat," sambung Amran.

Selain stok yang tersedia, Amran menyampaikan Perum Bulog juga sudah mulai melakukan penyerapan gabah setara beras dari produksi dalam negeri. Ia meyakini serapan Bulog pada 2026 akan lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya.

"Kami pantau tadi malam, serapannya lebih tinggi daripada awal tahun lalu. Luas tanaman kita lebih tinggi dari tahun lalu. Aku ikuti kurang lebih (serapan) 5 ribu ton tadi malam, tanggal 21 Januari," ucap Amran.

Berdasarkan laporan yang diterima Bapanas, per 22 Januari 2026, Perum Bulog telah melaksanakan pengadaan setara beras produksi dalam negeri dengan total mencapai 15,6 ribu ton. Pengadaan tersebut terdiri dari 13,5 ribu ton untuk stok CBP dan 2 ribu ton untuk kebutuhan komersial.

Pemerintah juga telah menerbitkan Surat Keputusan Bersama (SKB) Kepala Bapanas, Menteri Keuangan, dan Kepala Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara Nomor 3 Tahun 2026, Nomor 14 Tahun 2026, dan Nomor 47 Tahun 2026. Aturan ini mengatur penugasan kepada BUMN bidang pangan dalam rangka penyelenggaraan Cadangan Pangan Pemerintah tahun 2026.

Dalam kebijakan tersebut, Bulog mendapat target pengadaan beras produksi dalam negeri sebanyak 4 juta ton pada 2026. Target ini mengacu pada hasil rapat koordinasi terbatas tingkat menteri pada 29 Desember 2025.

Amran optimistis jika serapan Bulog berjalan sesuai target, stok CBP bisa melonjak drastis dalam beberapa bulan ke depan. Ia bahkan memprediksi stok beras pemerintah berpeluang menyentuh angka yang belum pernah terjadi dalam sejarah Indonesia.

"Artinya, hitungan kami untuk beras, hampir pasti di bulan Juni, Mei, itu stok kita kisaran 5 sampai 6 juta ton dan tidak pernah terjadi selama republik ini berdiri. Ini hasil kerja keras kita semua," imbuhnya.

Dengan kondisi itu, Amran kembali menegaskan tidak ada alasan harga beras bergerak di atas ketentuan HET. Apalagi, Indonesia saat ini juga sudah memasuki masa panen yang akan menambah pasokan di dalam negeri.

"Stok kita sekarang 3,3 juta ton dan sekarang ini masuk masa panen. Kalau Bulog serap sampai Juni 3 juta ton, itu berarti 6 juta ton berasnya. Artinya, beras tidak ada alasan harga naik," pungkas Amran.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bulog Lepas Status BUMN, Dilebur Jadi Satu dengan Bapanas

Bulog Lepas Status BUMN, Dilebur Jadi Satu dengan Bapanas

Bisnis | Kamis, 22 Januari 2026 | 10:02 WIB

Stok Beras Bulog Menumpuk Bisa Rugikan Negara

Stok Beras Bulog Menumpuk Bisa Rugikan Negara

Bisnis | Selasa, 20 Januari 2026 | 17:21 WIB

CORE Indonesia Soroti Harga Beras Mahal di Tengah Produksi Padi Meningkat

CORE Indonesia Soroti Harga Beras Mahal di Tengah Produksi Padi Meningkat

Bisnis | Selasa, 20 Januari 2026 | 17:00 WIB

Terkini

Pemangkasan Komisi Ojol Jadi 8% Bisa Ubah Arah Bisnis Aplikator

Pemangkasan Komisi Ojol Jadi 8% Bisa Ubah Arah Bisnis Aplikator

Bisnis | Jum'at, 22 Mei 2026 | 10:54 WIB

IHSG Rontok 8 Hari Beruntun, BI Rate Naik Jadi 5,25 Persen Gagal Selamatkan Rupiah

IHSG Rontok 8 Hari Beruntun, BI Rate Naik Jadi 5,25 Persen Gagal Selamatkan Rupiah

Bisnis | Jum'at, 22 Mei 2026 | 10:40 WIB

Surat Kadin China ke Prabowo Jadi Alarm Keras, DPR Bongkar Banyaknya Biaya Siluman Investasi RI

Surat Kadin China ke Prabowo Jadi Alarm Keras, DPR Bongkar Banyaknya Biaya Siluman Investasi RI

Bisnis | Jum'at, 22 Mei 2026 | 10:35 WIB

Cara Memilih SBN untuk Pemula, Investasi Aman dan Cuan Mulai 1 Juta Rupiah

Cara Memilih SBN untuk Pemula, Investasi Aman dan Cuan Mulai 1 Juta Rupiah

Bisnis | Jum'at, 22 Mei 2026 | 10:11 WIB

Apa Itu Fenomena Slot Jackpot? Kian Menggila Saat Ekonomi Melemah

Apa Itu Fenomena Slot Jackpot? Kian Menggila Saat Ekonomi Melemah

Bisnis | Jum'at, 22 Mei 2026 | 09:39 WIB

Market Cap IHSG Terpangkas Rp1.000 Triliun, Rupiah Anjlok: S&P Beri Sinyal Bahaya

Market Cap IHSG Terpangkas Rp1.000 Triliun, Rupiah Anjlok: S&P Beri Sinyal Bahaya

Bisnis | Jum'at, 22 Mei 2026 | 09:37 WIB

Rupiah Masuk Zona Merah, Pagi Ini Melemah ke Rp17.683 per Dolar AS

Rupiah Masuk Zona Merah, Pagi Ini Melemah ke Rp17.683 per Dolar AS

Bisnis | Jum'at, 22 Mei 2026 | 09:26 WIB

Harga Emas Antam Berbalik Anjlok, Kembali Dipatok Rp 2,78 Juta/gram

Harga Emas Antam Berbalik Anjlok, Kembali Dipatok Rp 2,78 Juta/gram

Bisnis | Jum'at, 22 Mei 2026 | 09:24 WIB

IHSG Masih Jatuh ke Jurang di Jumat Pagi, Bertahan di Level 6.000

IHSG Masih Jatuh ke Jurang di Jumat Pagi, Bertahan di Level 6.000

Bisnis | Jum'at, 22 Mei 2026 | 09:19 WIB

Harga Minyak Bangkit Lagi, Damai AS-Iran Masih Abu-abu

Harga Minyak Bangkit Lagi, Damai AS-Iran Masih Abu-abu

Bisnis | Jum'at, 22 Mei 2026 | 09:03 WIB