Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Bahlil Sedang Urus Tata Administrasi, Tambang Emas Martabe Mau di Nasionalisasi?

Mohammad Fadil Djailani | Yaumal Asri Adi Hutasuhut | Suara.com

Jum'at, 06 Februari 2026 | 11:22 WIB
Bahlil Sedang Urus Tata Administrasi, Tambang Emas Martabe Mau di Nasionalisasi?
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia menyebut lahan tambang emas Martabe yang izinnya dicabut Pemerintah sedang merapikan berkas administrasi. Foto Antara.
  • Pemerintah finalisasi pencabutan izin Martabe demi aspek legalitas.
  • Tambang Martabe berpotensi diambil alih BUMN baru bernama Perminas.
  • Outlook negatif membayangi RI akibat kebijakan yang sulit diprediksi pasar.

Suara.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, kembali angkat bicara mengenai nasib lahan tambang emas Martabe di Tapanuli Selatan, Sumatera Utara. Pasca pencabutan izin PT Agincourt Resources (PTAR), pemerintah kini tengah fokus merapikan berkas administrasi.

"Nah, setelah dilakukan pencabutan maka tindak lanjutnya adalah penataan administrasi untuk mempercepat keabsahan dari pencabutan," ujar Bahlil di Jakarta, dikutip Jumat (6/2/2026).

Bahlil menegaskan, langkah tegas Satgas Penertiban Kawasan Hutan (PKH) mencabut izin tambang tersebut bukan tanpa alasan. Berdasarkan evaluasi, aktivitas tambang tersebut dinilai menjadi salah satu pemicu bencana alam di wilayah Sumatera Utara.

"Kita kan sama-sama sudah tahu bahwa tambang tersebut telah dicabut atas dasar penilaian satgas terhadap berbagai penyebab musibah yang terjadi di Sumatera Utara," tegasnya.

Di balik penataan administrasi tersebut, tersiar kabar kuat bahwa lahan kaya emas ini akan diambil alih oleh BUMN anyar, Perusahaan Mineral Nasional (Perminas). Wakil Menteri ESDM, Yuliot Tanjung, tidak menampik kemungkinan tersebut meski prosesnya masih harus melewati meja rapat lintas kementerian.

"Ini akan dibahas antar kementerian untuk bagaimana keputusannya," kata Yuliot di Kompleks Parlemen, Senayan.

Namun, langkah agresif pemerintah mencabut 28 izin perusahaan dan mengalihkannya ke tangan negara (via Danantara) mulai memicu alarm di mata investor.

Lembaga pemeringkat Moody’s baru-baru ini menurunkan outlook Indonesia dari stabil ke negatif. Kebijakan yang dianggap sulit diprediksi ini mulai dimaknai global sebagai bentuk "nasionalisasi aset swasta".

Direktur Eksekutif Celios Bhima Yudhistira mengingatkan, meski ekonomi 2025 tumbuh 5,11%, risiko kebijakan yang "prematur" bisa menjadi batu sandungan di 2026.

"Salah satunya kebijakan sulit diprediksi, termasuk pengambil alihan 28 izin perusahaan ke Danantara yang dimaknai sebagai nasionalisasi aset swasta," kata Bhima kepada Suara.com.

Selain isu tambang, fokus pasar juga tertuju pada rencana pelebaran defisit anggaran dan proyek Makan Bergizi Gratis (MBG) yang memakan biaya jumbo.

Jika disiplin fiskal longgar dan peringkat Moody’s melorot ke level Baa3, dampaknya tak main-main: suku bunga utang akan melonjak tajam dan nilai tukar rupiah terancam tertekan hebat. Kini, bola panas penataan tambang Martabe dan kedisiplinan anggaran ada di tangan pemerintahan Prabowo.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Moody's Tebar Peringatan Dini buat Prabowo: Kebijakan Ugal-ugalan!

Moody's Tebar Peringatan Dini buat Prabowo: Kebijakan Ugal-ugalan!

Bisnis | Jum'at, 06 Februari 2026 | 10:57 WIB

IHSG Langsung Ambruk di Bawah 8.000 Setelah Moody's Turunkan Outlook Rating

IHSG Langsung Ambruk di Bawah 8.000 Setelah Moody's Turunkan Outlook Rating

Bisnis | Jum'at, 06 Februari 2026 | 09:14 WIB

BEI Naikkan Batas Minimum Free Float Jadi 15 Persen Mulai Maret 2026

BEI Naikkan Batas Minimum Free Float Jadi 15 Persen Mulai Maret 2026

Bisnis | Jum'at, 06 Februari 2026 | 08:52 WIB

Terkini

Operasi CANTVR Dihentikan, Diduga Tawarkan Investasi Ilegal

Operasi CANTVR Dihentikan, Diduga Tawarkan Investasi Ilegal

Bisnis | Kamis, 21 Mei 2026 | 23:33 WIB

Produk Ekspor Indonesia Bisa Laku di Karena Rupiah Melemah, Tapi Ada Syaratnya

Produk Ekspor Indonesia Bisa Laku di Karena Rupiah Melemah, Tapi Ada Syaratnya

Bisnis | Kamis, 21 Mei 2026 | 23:22 WIB

Rupiah yang Memble Jadi Tantangan Industri Logistik, Ini Strategi SiCepat Ekspres

Rupiah yang Memble Jadi Tantangan Industri Logistik, Ini Strategi SiCepat Ekspres

Bisnis | Kamis, 21 Mei 2026 | 23:14 WIB

Panasonic GOBEL Hadirkan ART with HEART: Pamerkan 70 Karya Seniman Difabel dan Senior

Panasonic GOBEL Hadirkan ART with HEART: Pamerkan 70 Karya Seniman Difabel dan Senior

Bisnis | Kamis, 21 Mei 2026 | 22:18 WIB

Danantara Minta Pengusaha Tenang, Kontrak Ekspor Tak Diutak-atik

Danantara Minta Pengusaha Tenang, Kontrak Ekspor Tak Diutak-atik

Bisnis | Kamis, 21 Mei 2026 | 20:24 WIB

IHSG Rontok Gegara Danantara Sumberdaya? Ini Jawaban Pandu Sjahrir

IHSG Rontok Gegara Danantara Sumberdaya? Ini Jawaban Pandu Sjahrir

Bisnis | Kamis, 21 Mei 2026 | 20:07 WIB

Emiten CRSN Bidik Pendapatan Naik 22%, Begini Strateginya

Emiten CRSN Bidik Pendapatan Naik 22%, Begini Strateginya

Bisnis | Kamis, 21 Mei 2026 | 19:49 WIB

Kemenko Perekonomian Bidik Sektor Digital demi Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen

Kemenko Perekonomian Bidik Sektor Digital demi Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen

Bisnis | Kamis, 21 Mei 2026 | 19:34 WIB

Emiten Grup Djarum SUPR Lebih Pilih Cabut dari Bursa Ketimbang Free Float

Emiten Grup Djarum SUPR Lebih Pilih Cabut dari Bursa Ketimbang Free Float

Bisnis | Kamis, 21 Mei 2026 | 19:11 WIB

Kemendag Klaim Ekspor Produk Kreatif RI Tumbuh Positif

Kemendag Klaim Ekspor Produk Kreatif RI Tumbuh Positif

Bisnis | Kamis, 21 Mei 2026 | 19:10 WIB