Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.630.000
Beli Rp2.525.000
IHSG 5.875,780
LQ45 581,783
Srikehati 287,931
JII 348,084
USD/IDR 17.955

8 Tips Kelola Reksadana saat Pasar Turun agar Investasi Tetap Cuan

Agung Pratnyawan

Selasa, 10 Februari 2026 | 17:38 WIB
8 Tips Kelola Reksadana saat Pasar Turun agar Investasi Tetap Cuan
Ilustrasi investasi. (pixabay)

Suara.com - Kondisi pasar investasi di Indonesia (dan mungkin seluruh dunia) saat ini terkadang membuat khawatir. Inilah yang bisa Anda lakukan jika Reksadana turun.

Tak dapat dipungkiri, ketika pasar sedang turun, banyak investor menjadi cemas dan tergoda untuk menjual investasi mereka untuk menghindari kerugian lebih lanjut.

Namun, keputusan seperti ini sering kali kontraproduktif, terutama bagi investor jangka panjang.

Menjual saat pasar sedang lemah dapat mengunci kerugian dan membuat Anda kehilangan potensi pemulihan pasar di masa depan.

Sebaliknya, penurunan pasar juga bisa menjadi peluang untuk membeli lebih banyak reksa dana dengan harga lebih rendah.

Strategi ini, dikenal sebagai averaging down, memungkinkan investor untuk menurunkan biaya rata-rata investasi mereka dan berpotensi meningkatkan keuntungan ketika pasar pulih.

Mengapa Tidak Boleh Gegabah Menjual Reksadana saat pasar Turun?

Sebab hal terpenting dalam investasi adalah tetap fokus pada tujuan investasi jangka panjang Anda, alih-alih bereaksi terhadap fluktuasi pasar jangka pendek.

Mempertahankan disiplin dan strategi yang telah direncanakan membantu menghindari keputusan emosional yang dapat merugikan portofolio Anda.

baca juga

Selain itu, diversifikasi portofolio dan memahami profil risiko Anda sendiri adalah kunci untuk menghadapi volatilitas pasar.

Investor yang memiliki portofolio terdiversifikasi dan berpegang pada rencana investasi mereka cenderung lebih mampu bertahan selama periode pasar turun.

Singkatnya, alih-alih panik dan menjual, investor sebaiknya mengevaluasi tujuan keuangan mereka, menjaga ketenangan, dan memanfaatkan penurunan pasar sebagai kesempatan untuk membeli aset berkualitas dengan harga lebih rendah.

ilustrasi reksadana.(Pexels.com/Alexandr Podvalny)
ilustrasi reksadana.(Pexels.com/Alexandr Podvalny)

Skenario Kapan Anda Harus Mempertimbangkan Menjual Reksa Dana

1. Perubahan mendasar

Jika skema reksa dana mengalami perubahan signifikan, misalnya tujuan, jenis aset, atau tingkat risikonya, pertimbangkan untuk meninjau ulang investasi Anda.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ide Bisnis Tanpa Modal untuk Mahasiswa, Mengasah Skill Sambil Menambah Penghasilan

Ide Bisnis Tanpa Modal untuk Mahasiswa, Mengasah Skill Sambil Menambah Penghasilan

Bisnis | Sabtu, 29 November 2025 | 15:12 WIB

Modal 5 Juta Bisa Usaha Apa? Ini 7 Ide Bisnis yang Cocok untuk Pemula

Modal 5 Juta Bisa Usaha Apa? Ini 7 Ide Bisnis yang Cocok untuk Pemula

Bisnis | Senin, 04 Agustus 2025 | 12:03 WIB

8 Ide Bisnis Bertema Kemerdekaan: Dijamin Cuan Jelang Momen 17 Agustusan

8 Ide Bisnis Bertema Kemerdekaan: Dijamin Cuan Jelang Momen 17 Agustusan

Lifestyle | Jum'at, 01 Agustus 2025 | 20:50 WIB

Terkini

Ekonomi: Investor Butuh Kepastian Hukum di Indonesia, Bukan Sekedar Insentif!

Ekonomi: Investor Butuh Kepastian Hukum di Indonesia, Bukan Sekedar Insentif!

Bisnis | Minggu, 05 Juli 2026 | 21:13 WIB

Ekonom Beri Peringatan Soal Kebijakan B50: Lihat Peluang yang Dikorbankan

Ekonom Beri Peringatan Soal Kebijakan B50: Lihat Peluang yang Dikorbankan

Bisnis | Minggu, 05 Juli 2026 | 20:43 WIB

Ditantang Putusan MK, Bakom Ungkap Alasan 30 Wamen Tetap Jabat Komisaris BUMN

Ditantang Putusan MK, Bakom Ungkap Alasan 30 Wamen Tetap Jabat Komisaris BUMN

Bisnis | Minggu, 05 Juli 2026 | 20:07 WIB

IHSG Berpeluang Sentuh 6.000 Pekan Depan, AVIA hingga JPFA Bisa Jadi Pilihan

IHSG Berpeluang Sentuh 6.000 Pekan Depan, AVIA hingga JPFA Bisa Jadi Pilihan

Bisnis | Minggu, 05 Juli 2026 | 19:56 WIB

BEI Usul Ubah Batas Auto Rejection Saham, Simak Aturan Terbarunya

BEI Usul Ubah Batas Auto Rejection Saham, Simak Aturan Terbarunya

Bisnis | Minggu, 05 Juli 2026 | 19:46 WIB

Harga Minyak Dunia Bakal Turun Besar-besaran, 'Tandanya' Sudah Muncul

Harga Minyak Dunia Bakal Turun Besar-besaran, 'Tandanya' Sudah Muncul

Bisnis | Minggu, 05 Juli 2026 | 17:51 WIB

Jadwal Cum Date 6-7 Juli 2026 dan Daftar 19 Saham Bagi Dividen Minggu Ini

Jadwal Cum Date 6-7 Juli 2026 dan Daftar 19 Saham Bagi Dividen Minggu Ini

Bisnis | Minggu, 05 Juli 2026 | 17:41 WIB

Sambut HUT ke-28, Bank Mandiri Kembali Gelar Donor Darah Serentak di 12 Region

Sambut HUT ke-28, Bank Mandiri Kembali Gelar Donor Darah Serentak di 12 Region

Bisnis | Minggu, 05 Juli 2026 | 15:00 WIB

Bank Jago Fokus Inovasi Fitur untuk Gaet Nasabah, Gimana Kinerja Sahamnya?

Bank Jago Fokus Inovasi Fitur untuk Gaet Nasabah, Gimana Kinerja Sahamnya?

Bisnis | Minggu, 05 Juli 2026 | 14:57 WIB

BBKP Pangkas Jumlah Karyawan dan Tutup Kantor Cabang, Ini Penyebabnya

BBKP Pangkas Jumlah Karyawan dan Tutup Kantor Cabang, Ini Penyebabnya

Bisnis | Minggu, 05 Juli 2026 | 13:43 WIB

×