Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.785.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 6.370,679
LQ45 634,821
Srikehati 316,336
JII 410,153
USD/IDR 17.714

Rupiah Keok Usai Libur Panjang di Level Rp 16.884/USD

Achmad Fauzi | Rina Anggraeni | Suara.com

Rabu, 18 Februari 2026 | 16:08 WIB
Rupiah Keok Usai Libur Panjang di Level Rp 16.884/USD
Petugas salah satu tempat penukaran mata uang asing menunjukkan uang rupiah dan dolar AS, Jakarta, Selasa (14/1/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]
  • Rupiah melemah 0,28 persen pada Rabu, 18 Februari, ditutup Rp 16.884 per dolar AS menurut data Bloomberg.
  • Pelemahan rupiah disebabkan investor menantikan hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia mengenai kebijakan moneter mendatang.
  • Mata uang Asia lainnya menunjukkan pergerakan beragam, dengan beberapa menguat signifikan sementara yang lain mengalami pelemahan tipis.

Suara.com - Nilai tukar rupiah masih mengalami  pelemahan pada penutupan, Rabu, 18 Februari. Berdasarkan data Bloomberg, rupiah di pasar spot ditutup Rp 16.884 per dolar AS.

Alhasil, rupiah melemah 0,28 persen dibanding penutupan pada Jumat (13/2/2026) pekan kemarin yang berada di level Rp 16.837 dolar AS.

Sedangkan, kurs Jisdor Bank Indonesia tercatat di Rp 16.884 per dolar AS.

Analis Doo Financial Futures Lukman Leong mengatakan pelemahan rupiah dikarenakan investor yang menunggu hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia.

Mata uang rupiah dan dolar Amerika Serikat. [Antara]
Mata uang rupiah dan dolar Amerika Serikat. [Antara]

"Investor pada umumnya masih berhati-hati mengantisipasi RDG BI besok, secara pemerintah dan bank sentral memiliki target pertumbuhan eknomi yang memerlukan pelonggaran moneter dan fiskal," ujarnya saat dihubungi Suara.com.

Lukman melanjutkan, selama belum ada perubahan pada fundamental mulai dari target pertumbuhan hingga defisit anggaran, rupiah akan tetap alami tekanan.

"Jika ada rencana pemangkasan suku bunga, maka rupiah akan tetap tertekan," jelasnya.

Sementara itu, pergerakan mata uang Asia bergerak fluktuatif.  Salah satunya, uang Taiwan Dolar juga melemah sebesar 0,12 persen menjadi 31,426 per dolar AS. Dolar Singapura juga melemah 0,087% di level 1,2642 per dolar AS.

Untuk mata uang dolar Hong Kong cenderung stagnan dan hanya melemah 0,004 persen di level 7,8157.

Sedangkan, peso Filipina menguat cukup besar terhadap dolar AS a Filipina sebesar 0,169 persen di level 57,862. Lalu, Baht Thailand menguat 0,074 persen di 31,273.

Disusul, rupee India menguat 0,032 perssn di level 90,650. Won Korea menguat sebesar 0,21 persen di area 1.444,52.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rupiah Dibuka Anjlok ke Level Rp16.872 Usai Libur Panjang

Rupiah Dibuka Anjlok ke Level Rp16.872 Usai Libur Panjang

Bisnis | Rabu, 18 Februari 2026 | 09:55 WIB

Rupiah Loyo ke Rp16.823 per Dolar AS, Cek Kurs di Mandiri, BNI, BRI, dan BCA

Rupiah Loyo ke Rp16.823 per Dolar AS, Cek Kurs di Mandiri, BNI, BRI, dan BCA

Bisnis | Senin, 16 Februari 2026 | 12:53 WIB

Lawan Inflasi Global, Begini Cara Amankan Aset Keluarga

Lawan Inflasi Global, Begini Cara Amankan Aset Keluarga

Bisnis | Senin, 16 Februari 2026 | 07:10 WIB

Terkini

SiCepat Yakin Industri Logistik Bisa Tumbuh Dua Digit

SiCepat Yakin Industri Logistik Bisa Tumbuh Dua Digit

Bisnis | Rabu, 20 Mei 2026 | 19:18 WIB

Indonesia Ditinggal Investor, Singapura Jadi Bursa Saham Terbesar Asia Tenggara

Indonesia Ditinggal Investor, Singapura Jadi Bursa Saham Terbesar Asia Tenggara

Bisnis | Rabu, 20 Mei 2026 | 18:57 WIB

AI Mulai Ubah Cara Anak Muda Trading Saham di Indonesia

AI Mulai Ubah Cara Anak Muda Trading Saham di Indonesia

Bisnis | Rabu, 20 Mei 2026 | 18:53 WIB

Gen Z Makin Akrab dengan Paylater, Tapi Belum Disiplin Investasi

Gen Z Makin Akrab dengan Paylater, Tapi Belum Disiplin Investasi

Bisnis | Rabu, 20 Mei 2026 | 18:48 WIB

Siap-siap! Purbaya Mau Patuhi Perintah Prabowo Copot Dirjen Bea Cukai

Siap-siap! Purbaya Mau Patuhi Perintah Prabowo Copot Dirjen Bea Cukai

Bisnis | Rabu, 20 Mei 2026 | 18:31 WIB

BM Emas Hadirkan Layanan Buyback Online untuk Permudah Pelanggan

BM Emas Hadirkan Layanan Buyback Online untuk Permudah Pelanggan

Bisnis | Rabu, 20 Mei 2026 | 18:25 WIB

Tugas BUMN Danantara Sumberdaya Indonesia Baru Pencatatan Ekspor

Tugas BUMN Danantara Sumberdaya Indonesia Baru Pencatatan Ekspor

Bisnis | Rabu, 20 Mei 2026 | 18:23 WIB

BTN Salurkan KPP Hampir Rp3 Triliun

BTN Salurkan KPP Hampir Rp3 Triliun

Bisnis | Rabu, 20 Mei 2026 | 17:59 WIB

Prabowo Minta Purbaya Ganti Pimpinan Bea Cukai, Singgung Kasus Era Orde Baru

Prabowo Minta Purbaya Ganti Pimpinan Bea Cukai, Singgung Kasus Era Orde Baru

Bisnis | Rabu, 20 Mei 2026 | 17:45 WIB

Pemerintah Beri Insentif Pajak 0 Persen Bagi Eksportir SDA, Ini Syaratnya

Pemerintah Beri Insentif Pajak 0 Persen Bagi Eksportir SDA, Ini Syaratnya

Bisnis | Rabu, 20 Mei 2026 | 17:30 WIB