Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.630.000
Beli Rp2.525.000
IHSG 5.875,780
LQ45 581,783
Srikehati 287,931
JII 348,084
USD/IDR 17.955

Rupiah Keok Usai Libur Panjang di Level Rp 16.884/USD

Achmad Fauzi, Rina Anggraeni

Rabu, 18 Februari 2026 | 16:08 WIB
Rupiah Keok Usai Libur Panjang di Level Rp 16.884/USD
Petugas salah satu tempat penukaran mata uang asing menunjukkan uang rupiah dan dolar AS, Jakarta, Selasa (14/1/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]
baca 10 detik
  • Rupiah melemah 0,28 persen pada Rabu, 18 Februari, ditutup Rp 16.884 per dolar AS menurut data Bloomberg.
  • Pelemahan rupiah disebabkan investor menantikan hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia mengenai kebijakan moneter mendatang.
  • Mata uang Asia lainnya menunjukkan pergerakan beragam, dengan beberapa menguat signifikan sementara yang lain mengalami pelemahan tipis.

Suara.com - Nilai tukar rupiah masih mengalami  pelemahan pada penutupan, Rabu, 18 Februari. Berdasarkan data Bloomberg, rupiah di pasar spot ditutup Rp 16.884 per dolar AS.

Alhasil, rupiah melemah 0,28 persen dibanding penutupan pada Jumat (13/2/2026) pekan kemarin yang berada di level Rp 16.837 dolar AS.

Sedangkan, kurs Jisdor Bank Indonesia tercatat di Rp 16.884 per dolar AS.

Analis Doo Financial Futures Lukman Leong mengatakan pelemahan rupiah dikarenakan investor yang menunggu hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia.

Mata uang rupiah dan dolar Amerika Serikat. [Antara]
Mata uang rupiah dan dolar Amerika Serikat. [Antara]

"Investor pada umumnya masih berhati-hati mengantisipasi RDG BI besok, secara pemerintah dan bank sentral memiliki target pertumbuhan eknomi yang memerlukan pelonggaran moneter dan fiskal," ujarnya saat dihubungi Suara.com.

Lukman melanjutkan, selama belum ada perubahan pada fundamental mulai dari target pertumbuhan hingga defisit anggaran, rupiah akan tetap alami tekanan.

"Jika ada rencana pemangkasan suku bunga, maka rupiah akan tetap tertekan," jelasnya.

Sementara itu, pergerakan mata uang Asia bergerak fluktuatif.  Salah satunya, uang Taiwan Dolar juga melemah sebesar 0,12 persen menjadi 31,426 per dolar AS. Dolar Singapura juga melemah 0,087% di level 1,2642 per dolar AS.

Untuk mata uang dolar Hong Kong cenderung stagnan dan hanya melemah 0,004 persen di level 7,8157.

baca juga

Sedangkan, peso Filipina menguat cukup besar terhadap dolar AS a Filipina sebesar 0,169 persen di level 57,862. Lalu, Baht Thailand menguat 0,074 persen di 31,273.

Disusul, rupee India menguat 0,032 perssn di level 90,650. Won Korea menguat sebesar 0,21 persen di area 1.444,52.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rupiah Dibuka Anjlok ke Level Rp16.872 Usai Libur Panjang

Rupiah Dibuka Anjlok ke Level Rp16.872 Usai Libur Panjang

Bisnis | Rabu, 18 Februari 2026 | 09:55 WIB

Rupiah Loyo ke Rp16.823 per Dolar AS, Cek Kurs di Mandiri, BNI, BRI, dan BCA

Rupiah Loyo ke Rp16.823 per Dolar AS, Cek Kurs di Mandiri, BNI, BRI, dan BCA

Bisnis | Senin, 16 Februari 2026 | 12:53 WIB

Lawan Inflasi Global, Begini Cara Amankan Aset Keluarga

Lawan Inflasi Global, Begini Cara Amankan Aset Keluarga

Bisnis | Senin, 16 Februari 2026 | 07:10 WIB

Terkini

Ekonom: Investor Butuh Kepastian Hukum di Indonesia, Bukan Sekedar Insentif!

Ekonom: Investor Butuh Kepastian Hukum di Indonesia, Bukan Sekedar Insentif!

Bisnis | Minggu, 05 Juli 2026 | 21:13 WIB

Ekonom Beri Peringatan Soal Kebijakan B50: Lihat Peluang yang Dikorbankan

Ekonom Beri Peringatan Soal Kebijakan B50: Lihat Peluang yang Dikorbankan

Bisnis | Minggu, 05 Juli 2026 | 20:43 WIB

Ditantang Putusan MK, Bakom Ungkap Alasan 30 Wamen Tetap Jabat Komisaris BUMN

Ditantang Putusan MK, Bakom Ungkap Alasan 30 Wamen Tetap Jabat Komisaris BUMN

Bisnis | Minggu, 05 Juli 2026 | 20:07 WIB

IHSG Berpeluang Sentuh 6.000 Pekan Depan, AVIA hingga JPFA Bisa Jadi Pilihan

IHSG Berpeluang Sentuh 6.000 Pekan Depan, AVIA hingga JPFA Bisa Jadi Pilihan

Bisnis | Minggu, 05 Juli 2026 | 19:56 WIB

BEI Usul Ubah Batas Auto Rejection Saham, Simak Aturan Terbarunya

BEI Usul Ubah Batas Auto Rejection Saham, Simak Aturan Terbarunya

Bisnis | Minggu, 05 Juli 2026 | 19:46 WIB

Harga Minyak Dunia Bakal Turun Besar-besaran, 'Tandanya' Sudah Muncul

Harga Minyak Dunia Bakal Turun Besar-besaran, 'Tandanya' Sudah Muncul

Bisnis | Minggu, 05 Juli 2026 | 17:51 WIB

Jadwal Cum Date 6-7 Juli 2026 dan Daftar 19 Saham Bagi Dividen Minggu Ini

Jadwal Cum Date 6-7 Juli 2026 dan Daftar 19 Saham Bagi Dividen Minggu Ini

Bisnis | Minggu, 05 Juli 2026 | 17:41 WIB

Sambut HUT ke-28, Bank Mandiri Kembali Gelar Donor Darah Serentak di 12 Region

Sambut HUT ke-28, Bank Mandiri Kembali Gelar Donor Darah Serentak di 12 Region

Bisnis | Minggu, 05 Juli 2026 | 15:00 WIB

Bank Jago Fokus Inovasi Fitur untuk Gaet Nasabah, Gimana Kinerja Sahamnya?

Bank Jago Fokus Inovasi Fitur untuk Gaet Nasabah, Gimana Kinerja Sahamnya?

Bisnis | Minggu, 05 Juli 2026 | 14:57 WIB

BBKP Pangkas Jumlah Karyawan dan Tutup Kantor Cabang, Ini Penyebabnya

BBKP Pangkas Jumlah Karyawan dan Tutup Kantor Cabang, Ini Penyebabnya

Bisnis | Minggu, 05 Juli 2026 | 13:43 WIB

×