Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.765.000
Beli Rp2.635.000
IHSG 6.162,045
LQ45 620,444
Srikehati 309,367
JII 386,908
USD/IDR 17.712

Impor 105 Ribu Pikap India PT Agrinas Dianggap Berlawanan dengan Program Prabowo

M Nurhadi | Suara.com

Senin, 23 Februari 2026 | 14:20 WIB
Impor 105 Ribu Pikap India PT Agrinas Dianggap Berlawanan dengan Program Prabowo
Dirut PT Agrinas Pangan Nusantara Joao Angelo De Sousa Mota berfoto bersama Direktur PT Tata Motors Distribusi Indonesia. Agrinas sepakat mengimpor 105.000 unit pikap dan truk dari India untuk Koperasi Desa Merah Putih. [Tata Motors]
  • PT Agrinas Pangan Nusantara berencana mengimpor 105.000 kendaraan komersial dari India untuk operasional KDKMP.
  • Wakil Ketua Baleg DPR RI menegur keras rencana BUMN tersebut pada Sabtu, 21 Februari 2026.
  • Langkah ini dinilai bertentangan dengan arahan Presiden Prabowo yang memprioritaskan kemandirian industri otomotif lokal.

Suara.com - Langkah PT Agrinas Pangan Nusantara (Persero) yang berencana mendatangkan ratusan ribu unit kendaraan komersial dari India menuai polemik di Senayan.

Wakil Ketua Badan Legislasi (Baleg) DPR RI, A Iman Sukri, memberikan teguran keras terhadap anak perusahaan BUMN tersebut karena dinilai tidak sejalan dengan visi kemandirian industri nasional.

Rencana tersebut dianggap kontradiktif dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang gencar mempromosikan kendaraan buatan lokal, seperti Maung, sebagai mobil dinas pejabat negara demi menumbuhkan kebanggaan nasional.

Iman Sukri menegaskan bahwa Presiden Prabowo telah menetapkan target ambisius agar Indonesia mampu mandiri secara otomotif dalam kurun waktu tiga tahun.

Oleh karena itu, wacana impor dari kementerian atau instansi plat merah dipandang sebagai langkah mundur.

"Presiden sangat bangga memakai produk lokal dan meminta pejabat menggunakan Maung. Ini adalah bentuk komitmen penggunaan produk dalam negeri. Sangat mengherankan jika masih ada pihak yang justru mewacanakan impor kendaraan asing," ujar Iman dalam pernyataan resminya, Sabtu (21/2/2026).

Iman menambahkan, pemerintah sebenarnya telah mengalokasikan lahan dan anggaran khusus untuk mendongkrak kapasitas pabrik otomotif domestik.

Tujuannya jelas: membangun kepercayaan diri bahwa Indonesia sanggup memproduksi kendaraan bermutu tinggi.

Salah satu poin keberatan utama Baleg DPR adalah fakta bahwa industri otomotif dalam negeri saat ini masih memiliki kapasitas produksi yang sangat memadai.

Berdasarkan data, kemampuan produksi nasional mampu mencapai angka 2,5 juta unit per tahun, termasuk untuk jenis kendaraan niaga ringan seperti pikap.

Berikut adalah beberapa alasan mengapa rencana impor ini dianggap tidak mendesak:

  • Produk Unggulan: Kendaraan niaga jenis pikap merupakan salah satu andalan industri lokal yang bahkan sudah menembus pasar ekspor.
  • Kapasitas Terpasang: Masih banyak kapasitas pabrik di Indonesia yang belum terpakai sepenuhnya (idle capacity).
  • Pelanggaran Regulasi: Iman menyebut rencana impor ini berpotensi menabrak UU Nomor 3 Tahun 2014 tentang Perindustrian.

Di tengah kondisi ekonomi global yang penuh tekanan serta melemahnya daya beli masyarakat, Iman mengingatkan BUMN agar lebih selektif dalam menggunakan uang rakyat.

Belanja negara seharusnya memberikan multiplier effect atau dampak berganda bagi ekonomi di dalam negeri, bukan justru menguntungkan industri luar negeri.

"BUMN harus ekstra hati-hati. Jangan sampai pengeluaran besar ini hanya menguntungkan kelompok tertentu saja," tegas politisi dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tersebut.

Sebagai informasi, PT Agrinas berencana mengimpor total 105.000 unit kendaraan dari dua raksasa otomotif India, yakni Mahindra & Mahindra dan Tata Motors.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ancaman Impor Mobil India Terhadap Nasib Ribuan Buruh Komponen Otomotif Lokal

Ancaman Impor Mobil India Terhadap Nasib Ribuan Buruh Komponen Otomotif Lokal

Otomotif | Senin, 23 Februari 2026 | 13:34 WIB

Tarif Trump Berubah Jadi 10 Persen, Seskab Teddy: Kita Sedia Payung Sebelum Hujan

Tarif Trump Berubah Jadi 10 Persen, Seskab Teddy: Kita Sedia Payung Sebelum Hujan

Video | Senin, 23 Februari 2026 | 12:40 WIB

Murka Brimob di Tual Aniaya Pelajar hingga Tewas, Kapolri: Usut Tuntas, Hukum Setimpal!

Murka Brimob di Tual Aniaya Pelajar hingga Tewas, Kapolri: Usut Tuntas, Hukum Setimpal!

News | Senin, 23 Februari 2026 | 11:20 WIB

Pengamat: Kesepakatan Dagang Indonesia-AS Gugur, Tak Perlu Gabung BoP!

Pengamat: Kesepakatan Dagang Indonesia-AS Gugur, Tak Perlu Gabung BoP!

Bisnis | Senin, 23 Februari 2026 | 07:01 WIB

Amerika Serikat Masih 'Labil', Pemerintah Diminta Tak Buru-buru Ratifikasi ART RIAS

Amerika Serikat Masih 'Labil', Pemerintah Diminta Tak Buru-buru Ratifikasi ART RIAS

Bisnis | Minggu, 22 Februari 2026 | 21:40 WIB

Rocky Gerung: Perjanjian Dagang Prabowo-Trump 'Menghina Indonesia'!

Rocky Gerung: Perjanjian Dagang Prabowo-Trump 'Menghina Indonesia'!

News | Minggu, 22 Februari 2026 | 20:46 WIB

Terkini

Daftar Lokasi dan Jadwal Perbaikan Tol Jakarta - Tangerang Periode Mei 2026

Daftar Lokasi dan Jadwal Perbaikan Tol Jakarta - Tangerang Periode Mei 2026

Bisnis | Minggu, 24 Mei 2026 | 19:13 WIB

5 Cara Amankan Cicilan KPR saat Suku Bunga Naik

5 Cara Amankan Cicilan KPR saat Suku Bunga Naik

Bisnis | Minggu, 24 Mei 2026 | 19:10 WIB

Daftar Negara dengan Utang Paling Ekstrem, Indonesia Termasuk?

Daftar Negara dengan Utang Paling Ekstrem, Indonesia Termasuk?

Bisnis | Minggu, 24 Mei 2026 | 18:52 WIB

Awas Aksi Jual Asing! Saham Perbankan Jadi Sasaran Empuk Profit Taking

Awas Aksi Jual Asing! Saham Perbankan Jadi Sasaran Empuk Profit Taking

Bisnis | Minggu, 24 Mei 2026 | 18:01 WIB

Ekonom Ramal Rupiah Susah Turun ke Level Rp 16.000/USD

Ekonom Ramal Rupiah Susah Turun ke Level Rp 16.000/USD

Bisnis | Minggu, 24 Mei 2026 | 17:46 WIB

Bos GoTo Lapor ke Seskab Teddy, Telah Turunkan Potongan Komisi Ojol 8%

Bos GoTo Lapor ke Seskab Teddy, Telah Turunkan Potongan Komisi Ojol 8%

Bisnis | Minggu, 24 Mei 2026 | 17:39 WIB

Prabowo Diminta Evaluasi PLN Imbas Insiden Blackout Sumatra: Rakyat Rugi Besar!

Prabowo Diminta Evaluasi PLN Imbas Insiden Blackout Sumatra: Rakyat Rugi Besar!

Bisnis | Minggu, 24 Mei 2026 | 17:35 WIB

Tekanan Ekonomi Bikin Investor RI Mulai Lirik Aset Kripto dan Emas Digital

Tekanan Ekonomi Bikin Investor RI Mulai Lirik Aset Kripto dan Emas Digital

Bisnis | Minggu, 24 Mei 2026 | 17:28 WIB

Begini Kondisi Listrik di Sumatra, Masih Banyak yang Padam?

Begini Kondisi Listrik di Sumatra, Masih Banyak yang Padam?

Bisnis | Minggu, 24 Mei 2026 | 17:16 WIB

OJK Lihat Bisnis BPD Masih Baik-baik Saja

OJK Lihat Bisnis BPD Masih Baik-baik Saja

Bisnis | Minggu, 24 Mei 2026 | 17:05 WIB