Uang Beredar Tembus Rp10.117 Triliun di Awal Januari 2026

Selasa, 24 Februari 2026 | 09:50 WIB
Uang Beredar Tembus Rp10.117 Triliun di Awal Januari 2026
Ilustrasi rupiah (Pixabay/Iqbal Nuril Anwar )
Baca 10 detik
  • Bank Indonesia mencatat pertumbuhan uang beredar luas (M2) pada Januari 2026 mencapai 10,0 persen (yoy) menjadi Rp10.117,8 triliun.
  • Peningkatan M2 dipicu oleh pertumbuhan uang beredar sempit (M1) dan uang kuasi, serta tagihan bersih kepada Pemerintah Pusat.
  • Pertumbuhan uang primer yang disesuaikan (M0 adjusted) melambat menjadi 14,7 persen (yoy) dibandingkan bulan sebelumnya.

Suara.com - Bank Indonesia (BI) mencatat likuiditas perekonomian atau uang beredar dalam arti luas (M2) pada Januari 2026 tumbuh lebih tinggi.

Direktur Eksekutif Komunikasi BI, Ramdan Denny, mengatakan pada Januari 2026, M2 tumbuh sebesar 10,0 persen (yoy), lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan pada Desember 2025 sebesar 9,6 persen (yoy) sehingga mencapai Rp10.117,8 triliun.

"Perkembangan tersebut didorong oleh pertumbuhan uang beredar sempit (M1) sebesar 14,9 persen (yoy) dan uang kuasi sebesar 5,4 persen (yoy)," katanya dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Selasa (24/3/2026).

Kata dia, peningkatan M2 pada ada Januari 2026 terutama dipengaruhi oleh tagihan bersih kepada Pemerintah Pusat (Pempus) dan penyaluran kredit.

" Tagihan bersih kepada Pempus tumbuh sebesar 22,6 persen (yoy), meningkat dibandingkan pertumbuhan pada bulan sebelumnya sebesar 13,6 persem (yoy). Penyaluran kredit pada Januari 2026 tumbuh sebesar 10,2 persen (yoy), lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan Desember 2025 sebesar 9,3 persen (yoy)," jelasnya.

Sementara itu, BI juga memaparkan perkembangan M0 adjusted. Pada Januari, posisi M0 ada di Rp 2.193 triliun. Tumbuh 14,7 persen yoy.

Meski masih tumbuh belasan persen, tetapi laju kenaikan M0 melambat. Sebab pada Desember 2025, terjadi pertumbuhan 16,8 persen yoy.

"Perkembangan in dipengaruhi oleh pertumbuhan giro bank umum di BI adjusted sebesar 30,1 persen yoy dan uang kuartal yang diedarkan sebesar 12,4 persen yoy. Sementara itu, giro sektor swasta di BI dan surat berharga diterbitkan BI yang dimiliki oleh sektor swasta tercatat kontraksi masing-masing 5,8 persen yoy dan 80,2 persen yoy," terang laporan BI.

M0 adjusted menggambarkan perkembangan uang primer yang telah mengisolasi dampak penurunan giro bank di BI akibat pemberian insentif likuiditas.

Baca Juga: Cara Cek dan Daftar Antrean Penukaran Uang PINTAR BI

Mulai Januari 2025, Bank Indonesia melakukan penyesuaian perhitungan M0 adjusted untuk memberikan pemahaman yang lebih baik mengenai perkembangan uang primer dan pengaruh dari kebijakan likuiditas yang dilakukan oleh BI.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Statistika dan Peluang
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 9 SMP dengan Kunci Jawaban dan Penjelasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Fiksi dan Eksposisi dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Geometri dan Pengukuran Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Hoki Kamu? Cek Peruntungan Shiomu di Tahun Kuda Api 2026
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Tipe Wanita Alpha, Sigma, Beta, Delta, Gamma, atau Omega?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Motor Impian Paling Pas dengan Gaya Hidup, Apakah Sudah Sesuai Isi Dompetmu?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI