Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.890.000
Beli Rp2.770.000
IHSG 7.623,586
LQ45 759,945
Srikehati 349,574
JII 532,247
USD/IDR 17.136

Prediksi IHSG Hari Ini saat Tekanan Perang Iran dan Utang Luar Negeri

M Nurhadi | Suara.com

Senin, 02 Maret 2026 | 07:36 WIB
Prediksi IHSG Hari Ini saat Tekanan Perang Iran dan Utang Luar Negeri
Ilustarsi IHSG BEI [Suara.com/Alfian Winanto]
  • IHSG diprediksi bergerak variatif pekan ini dengan support 8.031 akibat ketegangan geopolitik Timur Tengah memicu penguatan Dolar AS.
  • Krisis global berpotensi menaikkan harga komoditas, namun inflasi dan pelemahan Rupiah menjadi risiko jika harga energi terlalu tinggi.
  • Kebijakan tarif impor AS pada panel surya dan peringatan S&P mengenai beban fiskal Indonesia meningkatkan kewaspadaan investor.

Suara.com - Pasar modal Indonesia diprediksi bergejolak hari ini, seiring tekanan geopolitik dan pasar dunia imbas memanasnya timur tengah.

Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas (IPOT), Imam Gunadi, memproyeksikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bakal bergerak variatif (volatile) dengan kecenderungan konsolidasi.

"Untuk pekan ini, IHSG berpotensi fluktuatif dengan titik support di level 8.031 dan hambatan resistance di posisi 8.437," jelas Imam dalam keterangan resminya di Jakarta, Senin (2/3/2026).

Faktor utama yang membayangi pasar adalah memanasnya konfrontasi militer antara Iran dengan Israel dan Amerika Serikat.

Ketegangan ini memberikan tekanan luar biasa pada Selat Hormuz, jalur nadi yang mengalirkan sekitar 20-25% pasokan minyak mentah dan LNG dunia setiap harinya.

Imam menyoroti beberapa dampak sistemik dari krisis ini:

  • Penguatan Dolar AS: Ketidakpastian global memicu investor memindahkan dana ke aset aman (safe haven), yang berisiko menekan arus modal keluar dari pasar negara berkembang (emerging markets), termasuk Indonesia.
  • Lonjakan Komoditas: Sisi positifnya, kenaikan harga minyak dan batu bara global dapat menjadi katalis bagi emiten sektor energi dan pertambangan di bursa domestik sebagai instrumen lindung nilai (hedging).
  • Risiko Inflasi & Kurs: Jika harga energi melambung terlalu tinggi dalam waktu lama, beban impor migas akan membengkak, yang pada gilirannya menekan nilai tukar Rupiah dan stabilitas makroekonomi.

Dunia usaha juga sedang mencermati dinamika kebijakan perdagangan di Amerika Serikat.

Setelah Mahkamah Agung AS membatalkan sebagian besar tarif impor global era Donald Trump, sang presiden merespons dengan rencana menaikkan tarif impor global menjadi 15%.

Kabar buruk bagi industri hijau Indonesia datang dari Departemen Perdagangan AS yang menetapkan bea masuk anti-subsidi untuk panel surya asal Indonesia dengan tarif fantastis antara 86% hingga 143,3%.

Kebijakan ini diprediksi akan memukul ekspor sektor energi terbarukan nasional ke pasar Amerika.

Dari dalam negeri, kewaspadaan investor meningkat setelah lembaga pemeringkat S&P Global Ratings memberikan peringatan mengenai beban fiskal Indonesia.

Rasio pembayaran bunga utang terhadap pendapatan negara diperkirakan telah menyentuh atau bertahan di atas level kritis 15%.

"Peringatan ini menjadi sinyal bagi pasar akan potensi penurunan peringkat kredit (downgrade) di masa depan jika rasio tersebut tidak segera membaik, meskipun saat ini outlook Indonesia masih di level stabil," tambah Imam.

Memasuki awal Maret, investor disarankan memantau rilis sejumlah data ekonomi krusial yang akan menentukan arah pasar ke depan:

Domestik: PMI Manufaktur (Februari), Neraca Perdagangan (Januari), Inflasi (Februari), dan posisi Cadangan Devisa.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Diplomasi Panas: Sikap Tegas Kedubes Iran di Jakarta dan Tawaran Mediasi dari Prabowo Subianto

Diplomasi Panas: Sikap Tegas Kedubes Iran di Jakarta dan Tawaran Mediasi dari Prabowo Subianto

Video | Minggu, 01 Maret 2026 | 21:15 WIB

IHSG Bisa Loyo Perdagangan Besok, Ini Saham-saham yang Bisa Dibidik

IHSG Bisa Loyo Perdagangan Besok, Ini Saham-saham yang Bisa Dibidik

Bisnis | Minggu, 01 Maret 2026 | 21:13 WIB

Bukan Sekadar Menyesal: Langkah Mengejutkan Indonesia untuk Mendinginkan Konflik AS - Iran

Bukan Sekadar Menyesal: Langkah Mengejutkan Indonesia untuk Mendinginkan Konflik AS - Iran

Video | Minggu, 01 Maret 2026 | 20:30 WIB

Momen Haru Penyiar TV Iran Pecah Tangis Umumkan Kematian Ali Khamenei

Momen Haru Penyiar TV Iran Pecah Tangis Umumkan Kematian Ali Khamenei

Video | Minggu, 01 Maret 2026 | 18:20 WIB

Apakah Indonesia Aman dari Perang Dunia Ke-3? Persiapkan Diri, Situasi Global Makin Memanas

Apakah Indonesia Aman dari Perang Dunia Ke-3? Persiapkan Diri, Situasi Global Makin Memanas

Lifestyle | Minggu, 01 Maret 2026 | 19:54 WIB

Potret Pengungsi Perang Suriah dalam As Long as the Lemon Trees Grow

Potret Pengungsi Perang Suriah dalam As Long as the Lemon Trees Grow

Your Say | Minggu, 01 Maret 2026 | 17:00 WIB

Terkini

Jumlah Masyarakat Kelas Menengah RI Kian Merosot, Alarm Bagi Ekonomi?

Jumlah Masyarakat Kelas Menengah RI Kian Merosot, Alarm Bagi Ekonomi?

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 15:50 WIB

Harga Batu Bara Acuan Naik pada Periode Kedua April, Tembus 103,43 Dolar AS per Ton

Harga Batu Bara Acuan Naik pada Periode Kedua April, Tembus 103,43 Dolar AS per Ton

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 15:29 WIB

Mimpi Nonton Barcelona di Camp Nou Kini Makin Nyata Lewat Program BRI Debit FC Barcelona

Mimpi Nonton Barcelona di Camp Nou Kini Makin Nyata Lewat Program BRI Debit FC Barcelona

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 15:09 WIB

Berbagi Kebaikan Untuk Sesama, Bank Mandiri Gelar Donor Darah Massal Bagi 2.800 Pendonor

Berbagi Kebaikan Untuk Sesama, Bank Mandiri Gelar Donor Darah Massal Bagi 2.800 Pendonor

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 14:29 WIB

Kata Bankir Usai OJK Hapus Utang Rp 1 Juta dari SLIK

Kata Bankir Usai OJK Hapus Utang Rp 1 Juta dari SLIK

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 14:25 WIB

Menteri Ara: Lahan Tanah Abang yang Dikuasai Hercules Milik Negara, Sudah Bisiki Prabowo!

Menteri Ara: Lahan Tanah Abang yang Dikuasai Hercules Milik Negara, Sudah Bisiki Prabowo!

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 14:04 WIB

Jalur Distribusi Tertahan di Selat Hormuz, Australia Lirik Pupuk dari Indonesia

Jalur Distribusi Tertahan di Selat Hormuz, Australia Lirik Pupuk dari Indonesia

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 13:51 WIB

Begini Kesiapan Pos Indonesia Jelang BUMN Logistik Dijadikan Satu

Begini Kesiapan Pos Indonesia Jelang BUMN Logistik Dijadikan Satu

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 13:45 WIB

Siapa Hery Susanto: Ketua Ombudsman dengan Gaji Selangit, 6 Hari Kerja Sudah Ditangkap

Siapa Hery Susanto: Ketua Ombudsman dengan Gaji Selangit, 6 Hari Kerja Sudah Ditangkap

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 13:40 WIB

Harga Bahan Baku Melonjak, Pelaku Usaha Ritel Minta Impor Dipermudah

Harga Bahan Baku Melonjak, Pelaku Usaha Ritel Minta Impor Dipermudah

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 13:15 WIB