Dolar Naik Imbas Konflik Iran Vs AS-Israel, Harga Barang Impor Bisa Ikutan Meroket

Dythia Novianty, Fakhri Fuadi Muflih

Selasa, 10 Maret 2026 | 07:25 WIB
Dolar Naik Imbas Konflik Iran Vs AS-Israel, Harga Barang Impor Bisa Ikutan Meroket
Ilustrasi ketegangan geopolitik antara Iran - Amerika Serikat dan Israel. (Chatgpt)
baca 10 detik
  • Ketegangan geopolitik Iran, AS, dan Israel berpotensi mengganggu sektor ritel Indonesia melalui kenaikan harga barang impor.
  • Kekhawatiran utama pelaku usaha adalah menguatnya dolar AS serta melonjaknya biaya logistik internasional akibat konflik.
  • Dampak ekonomi dikhawatirkan terjadi dalam jangka panjang jika eskalasi militer di Timur Tengah tersebut terus berlanjut.

Suara.com - Ketegangan geopolitik antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel dinilai berpotensi berdampak pada sektor ritel di Indonesia.

Salah satu yang dikhawatirkan pelaku usaha adalah kenaikan harga barang impor akibat penguatan dolar AS serta meningkatnya biaya logistik global.

Ketua Umum Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (HIPPINDO), Budihardjo Iduansjah, mengatakan dampak konflik tersebut memang belum terasa langsung saat ini.

Namun, ia mengingatkan, risiko ekonomi bisa muncul jika situasi global berlangsung dalam jangka panjang.

"Kalau saat ini belum terkena langsung dikarenakan sih baru kan. Namun, saat ini yang memang kita khawatirkan kalau jangka panjang aja. Misalkan berlarut-larut itu pasti jadi masalah," kata Budihardjo kepada wartawan, Senin (9/3/2026).

Menurut dia, salah satu efek yang perlu diwaspadai adalah potensi penguatan dolar AS. Kondisi tersebut dapat mendorong kenaikan harga bahan baku maupun barang impor yang masuk ke Indonesia.

"Ya pasti yang kita takutkan US Dollar naik. Kalau US Dollar naik, bahan baku naik," ujarnya.

Budihardjo menjelaskan banyak barang impor di Indonesia dibayar menggunakan mata uang dolar. Karena itu, setiap kenaikan nilai dolar berpotensi langsung berdampak pada harga jual produk di dalam negeri.

"Jadi apa yang terjadi ya di Indonesia yang menggunakan barang impor bayar pakai dolar akan naik harganya," katanya.

baca juga

Selain faktor nilai tukar, ia juga menyoroti kemungkinan meningkatnya ongkos logistik internasional. Konflik geopolitik bisa memaksa kapal pengangkut barang mengambil rute yang lebih panjang sehingga biaya kontainer ikut melonjak.

"Lalu juga yang di mana barang impor yang kita jadi finished product, ongkos kontainer naik karena kapal mesti muter dan lain sebagainya gitu," ucap Budihardjo.

Secara global, konflik Iran dengan Amerika Serikat dan Israel memang memicu ketidakpastian ekonomi, termasuk kenaikan harga energi serta penguatan dolar AS sebagai aset aman di tengah gejolak geopolitik.

Menurut Budihardjo, kondisi tersebut bisa menimbulkan efek berantai terhadap berbagai sektor ekonomi yang bergantung pada pasokan barang impor.

"Iya itu, itu ekosistemnya terganggu," jelasnya.

Karena itu, HIPPINDO berharap ketegangan geopolitik tersebut tidak berlangsung lama agar tidak memicu kenaikan harga barang maupun gangguan distribusi di dalam negeri.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Menteri Maman Kena Sentil Menkeu Purbaya Gara-gara Hal Ini!

Menteri Maman Kena Sentil Menkeu Purbaya Gara-gara Hal Ini!

Bisnis | Jum'at, 17 Oktober 2025 | 13:40 WIB

Resiko Geopolitik Dongkrak Harga Minyak Indonesia ke 66,81 Dolar AS

Resiko Geopolitik Dongkrak Harga Minyak Indonesia ke 66,81 Dolar AS

Bisnis | Jum'at, 17 Oktober 2025 | 12:34 WIB

Akankah Dolar AS Tembus Rp17.000?

Akankah Dolar AS Tembus Rp17.000?

Bisnis | Jum'at, 26 September 2025 | 10:12 WIB

Penyebab Rupiah Loyo Hingga ke Level Rp 16.700 per USD

Penyebab Rupiah Loyo Hingga ke Level Rp 16.700 per USD

Bisnis | Kamis, 25 September 2025 | 15:51 WIB

Negara Rugi Rp 26,4 Miliar dari Barang-barang Impor Ilegal Selama 6 Bulan

Negara Rugi Rp 26,4 Miliar dari Barang-barang Impor Ilegal Selama 6 Bulan

Bisnis | Rabu, 06 Agustus 2025 | 11:45 WIB

Core Indonesia: Serangan Impor Murah Bak 'Kiamat' Bagi RI

Core Indonesia: Serangan Impor Murah Bak 'Kiamat' Bagi RI

Bisnis | Sabtu, 26 Juli 2025 | 19:31 WIB

Terkini

Kementan Targetkan Ekspor 10.000 Ton Beras ke Palestina

Kementan Targetkan Ekspor 10.000 Ton Beras ke Palestina

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 17:06 WIB

Aksi Bobol Toko Terpantau CCTV HP, Pencuri di Probolinggo Tewas Dihajar Massa

Aksi Bobol Toko Terpantau CCTV HP, Pencuri di Probolinggo Tewas Dihajar Massa

Jatim | Selasa, 15 September 2026 | 17:06 WIB

Liburan di Luar Negeri Diskon Jutaan, Begini Cara Klaim Diskon BRI di Avia Tour!

Liburan di Luar Negeri Diskon Jutaan, Begini Cara Klaim Diskon BRI di Avia Tour!

Bri | Selasa, 15 September 2026 | 17:05 WIB

Target Revitalisasi Tambak Pantura 20.000 Hektare, Pemerintah Baru Siapkan 6.000 Hektare

Target Revitalisasi Tambak Pantura 20.000 Hektare, Pemerintah Baru Siapkan 6.000 Hektare

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 17:05 WIB

Jelang Sidang Perkara, Roy Suryo cs Tantang Jokowi Hadir

Jelang Sidang Perkara, Roy Suryo cs Tantang Jokowi Hadir

News | Selasa, 15 September 2026 | 17:04 WIB

Nusron Wahid Absen Rapat dengan DPR di Tengah Sorotan Kasus OTT HGB Summarecon

Nusron Wahid Absen Rapat dengan DPR di Tengah Sorotan Kasus OTT HGB Summarecon

News | Selasa, 15 September 2026 | 16:57 WIB

GeoPix Tegaskan Konservasi Harus Berpihak Nyata pada Alam dan Satwa

GeoPix Tegaskan Konservasi Harus Berpihak Nyata pada Alam dan Satwa

News | Selasa, 15 September 2026 | 16:50 WIB

Ultimatum Keras Erick Thohir! Timnas Indonesia Harga Mati Juara FIFA ASEAN Cup 2026

Ultimatum Keras Erick Thohir! Timnas Indonesia Harga Mati Juara FIFA ASEAN Cup 2026

Your Say | Selasa, 15 September 2026 | 16:44 WIB

Mulai Nabung dari Sekarang, Harga BBM Naik pada Oktober

Mulai Nabung dari Sekarang, Harga BBM Naik pada Oktober

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 16:44 WIB

4 Pemain Diaspora Absen Bela Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026, Termasuk Jay Idzes?

4 Pemain Diaspora Absen Bela Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026, Termasuk Jay Idzes?

Bola | Selasa, 15 September 2026 | 16:44 WIB

×