- Harga minyak dunia di Asia melemah pada Rabu, 11 Maret 2026, dipicu laporan IEA soal pelepasan cadangan darurat.
- IEA mengusulkan pelepasan cadangan minyak darurat dalam skala terbesar untuk meredam dampak krisis Iran.
- Tindakan ini bertujuan menanggulangi gangguan pasokan akibat Iran menutup Selat Hormuz sebagai jalur vital dunia.
Suara.com - Harga minyak dunia melemah di Asia pada perdagangan Rabu, 11 Maret 2026, setelah Wall Street Journal melaporkan rencana Badan Energi Internasional (IEA) untuk melepas cadangan minyak darurat dalam skala terbesar sepanjang sejarah. Langkah ini diambil guna meredam dampak pasar akibat perang di Iran.
Mengutip dari Investing.com, harga minyak Brent untuk kontrak Mei terkoreksi 0,5 persen ke level 87,37 dolar AS per barel, sedangkan minyak mentah WTI turun 0,4 persen menjadi 81,78 dolar AS per barel per barel pada pukul 20:46 ET (00:46 GMT).
Meskipun sempat mengalami fluktuasi liar sesaat setelah laporan Wall Street Journal (WSJ) beredar, pergerakan harga akhirnya stabil di zona merah.
WSJ melaporkan bahwa IEA mengusulkan pelepasan cadangan minyak darurat dalam jumlah rekor, bahkan melampaui rekor 182 juta barel pada tahun 2022 saat perang Rusia-Ukraina.
Langkah ini bertujuan untuk menanggulangi gangguan pasokan akibat penutupan Selat Hormuz oleh Iran, sebagai jalur kunci yang memasok 20 persen minyak dunia.
Meski intervensi IEA dan G7 diharapkan mampu meredam gejolak, penutupan jalur tersebut tetap mengancam pasokan energi ke Asia secara serius.
Saat ini, Iran dilaporkan telah menyerang kapal dan memasang ranjau di selat tersebut, serta hanya akan membuka akses jika serangan AS-Israel dihentikan.