- IHSG menguat 1,30 persen menjadi 7.199 pada sesi I Rabu, 25 Maret 2026, didorong sentimen positif global.
- Penguatan didukung proposal gencatan senjata AS-Iran; namun, investor tetap waspada risiko likuiditas dan harga minyak.
- Secara domestik, pemerintah berkomitmen jaga defisit anggaran tidak melebihi 3 persen meskipun ada kekhawatiran kenaikan harga BBM.
Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih menghijau pada sesi I perdagangan Rabu, 25 Maret 2026. Kinerja positif ini didorong sentimen global, meski investor masih cenderung berhati-hati.
Berdasarkan riset Pilarmas Investindo Sekuritas, IHSG naik 92,36 poin atau 1,30 persen ke level 7.199 pada sesi pertama perdagangan hari ini.
Penguatan IHSG sejalan dengan mayoritas bursa saham Asia yang bergerak di zona hijau. Sentimen positif datang dari lonjakan kontrak berjangka Amerika Serikat, menyusul laporan bahwa Washington telah mengirimkan proposal gencatan senjata 15 poin kepada Iran untuk menghentikan konflik selama satu bulan.
Meski demikian, Pilarmas menilai pelaku pasar masih diliputi kehati-hatian. Sejumlah risiko masih membayangi, mulai dari isu likuiditas, momentum pertumbuhan ekonomi, hingga potensi lonjakan kembali harga minyak dunia yang dapat menjaga volatilitas pasar.
![OJK menyambut rencana Danantara untuk menjadi salah satu pemegang saham PT BEI. IHSG anjlok parah pada 28 dan 29 Januari setelah MSCI mengumumkan menerapkan perlakuan sementara terhadap pasar modal Indonesia dengan membekukan sejumlah perubahan dalam evaluasi indeks. [Antara]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/01/30/28200-ihsg.jpg)
Dari dalam negeri, sentimen datang dari pernyataan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa yang menegaskan bahwa pemerintah tetap menjaga defisit anggaran tidak melebihi 3 persen. Opsi skenario kontinjensi disebut hanya akan ditempuh jika terjadi krisis besar.
Namun, penguatan IHSG juga tertahan oleh kekhawatiran pasar terkait kemungkinan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) setelah periode libur, sebagai respons atas kenaikan harga minyak global.
Trafik Perdagangan
Pada perdagangan sesi I, sebanyak 24,48 miliar saham diperdagangkan dengan nilai transaksi sebesar Rp 13,28 triliun, serta frekuensi sebanyak 1,32 juta kali.
Dalam perdagangan hari ini, sebanyak 554 saham bergerak naik, sedangkan 198 saham mengalami penurunan, dan 206 saham tidak mengalami pergerakan.
Adapun, beberapa saham yang menjadi Top Gainers pada Hari ini diantaranya, ESTI, ICON, SOTS, SSTM, WOWS, BELL, SOCI, ESTA LMPI, YULE, KAQI.
Sedangkan, saham yang masuk dalam Top Loser diantaranya, ROCK, ALKA, ARTA, PSDN, NZIA, EMAS, RUNS, MSIE, TIRA, LFLO, SMLE.
Disclaimer: Artikel ini merupakan pandangan dan analisis pasar yang ditujukan sebagai informasi umum, bukan saran atau rekomendasi investasi. Keputusan investasi tetap berada di tangan pembaca, dan setiap risiko investasi menjadi tanggung jawab pribadi.