Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.570.000
Beli Rp2.450.000
IHSG 5.695,116
LQ45 556,746
Srikehati 275,044
JII 335,012
USD/IDR 0

BPS: Impor RI Februari 2026 Capai Rp 355,1 Triliun, Sektor Migas Turun

Dicky Prastya

Jum'at, 03 April 2026 | 09:35 WIB
BPS: Impor RI Februari 2026 Capai Rp 355,1 Triliun, Sektor Migas Turun
Ilustrasi peti kemas yang mengangkut barang impor. [Freepik.com/eyeEM]
baca 10 detik
  • BPS mencatat nilai impor Indonesia pada Februari 2026 mencapai 20,89 miliar Dolar AS, naik 10,85 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
  • Kenaikan nilai impor tersebut didorong oleh peningkatan sektor nonmigas, khususnya pada kategori barang modal, bahan baku, dan barang konsumsi.
  • Selama periode Januari hingga Februari 2026, total impor Indonesia mencapai 42,09 miliar Dolar AS atau meningkat 14,44 persen secara tahunan.

Suara.com - Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkapkan total nilai impor Indonesia per Februari 2026 mencapai 20,89 miliar Dolar AS atau sekitar Rp 355,1 triliun.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono menyampaikan, nilai impor Februari 2026 ini meningkat 10,85 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu alias year-on-year (yoy).

"Pada bulan Februari tahun 2026, total nilai impor mencapai 20,89 miliar Dolar AS atau meningkat 10,85 persen jika dibandingkan dengan Februari tahun lalu, atau tahun 2025, atau secara yoy," katanya dalam konferensi pers, dikutip Jumat (3/4/2026).

Rincinya, nilai impor migas sebesar 2,87 miliar Dolar AS atau turun sebesar 30,36 persen secara yoy. Sedangkan untuk impor non migas nilainya 18,90 miliar Dolar AS, yang mengalami peningkatan secara tahunannya cukup tinggi dengan persentase 18,24 persen.

"Peningkatan nilai impor secara tahunan, ini terutama didorong peningkatan nonmigas dengan andilnya sebesar 15,47 persen," beber dia.

Selanjutnya adalah impor menurut penggunaan. Selama Februari 2026 terjadi peningkatan impor untuk seluruh golongan penggunaan secara tahunannya.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono saat konferensi pers virtual pada Rabu (2/4/2026). [Screenshot YouTube BPS]
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono saat konferensi pers virtual pada Rabu (2/4/2026). [Screenshot YouTube BPS]

Secara tahunan, nilai impor barang konsumsi naik 19,84 persen. Kemudian nilai impor bahan baku atau bahan penolong juga naik sebesar 4,25 persen.

Untuk nilai impor barang modal, Ateng menganggap kategori ini sebagai pendorong utama karena kenaikan impornya naik cukup besar. Barang modal naik sebesar 33,68 persen, dengan andil sebesar 6,16 persen.

Impor Januari-Februari 2026 meningkat

Ateng juga mengungkapkan kalau sepanjang Januari sampai dengan Februari 2026, total impor mencapai 42,09 miliar Dolar AS atau naik sebesar 14,44 persen jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

baca juga

Tercatat nilai ekspor migas senilai 5,16 miliar Dolar AS atau turun 3,50 persen. Sedangkan nilai impor non migas tercatat senilai 36,93 miliar Dolar AS atau naik cukup tinggi dengan persentase 17,49 persen.

"Jika dilihat menurut penggunaannya, secara kumulatif peningkatan nilai impor terjadi pada seluruh golongan penggunaannya," katanya.

Kategori bahan baku dan penolong menjadi penyumbang utama peningkatan impor dengan nilai 29,40 miliar Dolar AS atau naik 9,27 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

"Dan impor bahan baku penolong ini memberikan andil terhadap peningkatannya sebesar 6,78 persen," lanjutnya.

Rincinya, kenaikan impor bahan baku/penolong naik ada di komoditas logam mulia dan perhiasan/permata (HS71), mesin peningkatan elektrik dan bagiannya (HS85), serta juga berbagai produk kimia (HS38).

Jika dilihat menurut negara dan kawasan asal impor, Ateng menyebut peningkatan nilai impor ini terutama terjadi pada China, Australia, Singapura, serta kawasan Uni Eropa. Adapun impor dari kawasan ASEAN alias Asia Tenggara mengalami penurunan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Impor Sapi Ratusan Ribu Ekor, Kok Harga Daging Malah Makin Mahal? Ini Penjelasan IKAPPI

Impor Sapi Ratusan Ribu Ekor, Kok Harga Daging Malah Makin Mahal? Ini Penjelasan IKAPPI

Bisnis | Jum'at, 03 April 2026 | 06:40 WIB

Impor Mobil Pikap Tembus Rp 975,5 Miliar di Januari-Februari 2026, Buat Kopdes Merah Putih?

Impor Mobil Pikap Tembus Rp 975,5 Miliar di Januari-Februari 2026, Buat Kopdes Merah Putih?

Bisnis | Kamis, 02 April 2026 | 16:20 WIB

Data BPS Ungkap Emas Deflasi di Maret 2026 Usai Inflasi 30 Bulan Beruntun

Data BPS Ungkap Emas Deflasi di Maret 2026 Usai Inflasi 30 Bulan Beruntun

Bisnis | Kamis, 02 April 2026 | 15:40 WIB

Neraca Perdagangan RI Surplus 2,23 Miliar USD di Januari-Februari 2026, Naik 70 Bulan Beruntun

Neraca Perdagangan RI Surplus 2,23 Miliar USD di Januari-Februari 2026, Naik 70 Bulan Beruntun

Bisnis | Kamis, 02 April 2026 | 14:27 WIB

Laba Medco Ambles 72 Persen, Beban Utang Membengkak di Tengah Merosotnya Harga Komoditas

Laba Medco Ambles 72 Persen, Beban Utang Membengkak di Tengah Merosotnya Harga Komoditas

Bisnis | Kamis, 02 April 2026 | 12:45 WIB

9.401 Peserta BPJS PBI Tak Terlacak dan 3.934 Lainnya Telah Meninggal, Mensos Beri Penjelasan

9.401 Peserta BPJS PBI Tak Terlacak dan 3.934 Lainnya Telah Meninggal, Mensos Beri Penjelasan

News | Rabu, 01 April 2026 | 22:29 WIB

Terkini

Purbaya Akan Tambah Perusahaan Pemungut Pajak Toko Online di Ecommerce

Purbaya Akan Tambah Perusahaan Pemungut Pajak Toko Online di Ecommerce

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 21:19 WIB

DPR Siap Cecar Tiktok yang Dituding Tahan Duit UMKM hingga Triliunan Rupiah

DPR Siap Cecar Tiktok yang Dituding Tahan Duit UMKM hingga Triliunan Rupiah

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 21:08 WIB

Potongan Aplikasi Ojol 8 Persen Tak Untungkan Mitra Pengemudi

Potongan Aplikasi Ojol 8 Persen Tak Untungkan Mitra Pengemudi

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 20:42 WIB

Minyak Dunia Anjok, Mengapa Harga Pertamax Tak Ikut Turun?

Minyak Dunia Anjok, Mengapa Harga Pertamax Tak Ikut Turun?

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 20:27 WIB

Kapal Tanker Pertamina Berhasil Lolos dari Selat Hormuz, Sisanya Menunggu Aman

Kapal Tanker Pertamina Berhasil Lolos dari Selat Hormuz, Sisanya Menunggu Aman

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 20:16 WIB

Rupiah Menuju Rp18.000 per Dolar AS Lagi, Akan Menguat Jika Investor Asing Kembali ke Indonesia

Rupiah Menuju Rp18.000 per Dolar AS Lagi, Akan Menguat Jika Investor Asing Kembali ke Indonesia

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 20:10 WIB

Bukan Pemain, Manchester United Mau Beli Kredit Karbon Indonesia

Bukan Pemain, Manchester United Mau Beli Kredit Karbon Indonesia

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 20:05 WIB

Antrean BBM Surabaya-Gresik Mulai Terurai, BPH Migas dan Pertamina Perkuat Distribusi

Antrean BBM Surabaya-Gresik Mulai Terurai, BPH Migas dan Pertamina Perkuat Distribusi

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 20:05 WIB

Stok Batu Bara Normal, Bos PLN Janji Tak Ada Mati Lampu

Stok Batu Bara Normal, Bos PLN Janji Tak Ada Mati Lampu

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 19:48 WIB

RI Mulai Dagang Karbon Kehutanan, Potensinya Rp5 Triliun

RI Mulai Dagang Karbon Kehutanan, Potensinya Rp5 Triliun

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 19:35 WIB

×