- Menteri PKP Maruarar Sirait meninjau Rusun Cinta Kasih Tzu Chi di Jakarta Barat pada 5 April 2026 sebagai model hunian.
- Pemerintah mengkaji konsep hunian vertikal kolaborasi negara dan swasta untuk mendukung percepatan target program tiga juta rumah nasional.
- Pihak terkait akan mereplikasi model hunian terintegrasi fasilitas pendukung di lima kota besar yaitu Jabodetabek, Bandung, Surabaya, Medan, dan Makassar.
Suara.com - Pemerintah mulai melirik model hunian vertikal berbasis kolaborasi sebagai salah satu solusi percepatan program tiga juta rumah. Salah satu contoh yang dikaji adalah Rusun Cinta Kasih Tzu Chi di Cengkareng, Jakarta Barat.
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, bersama sejumlah pejabat melakukan kunjungan ke lokasi tersebut pada Minggu (5/4/2026).
Kunjungan ini dilakukan untuk melihat langsung konsep pembangunan dan pengelolaan rumah susun yang melibatkan kerja sama antara negara dan swasta.
Dalam kunjungan itu, turut hadir Kepala Badan Pengelola BUMN Doni Oskaria, Direktur Utama Perumnas Imelda Alini Pohan, serta perwakilan Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia.
Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam mencari model hunian vertikal yang dapat diterapkan secara lebih luas, terutama di wilayah perkotaan dengan keterbatasan lahan.
“Ini contoh nyata bagaimana negara dan swasta bisa bekerja bersama. Tanah negara dimanfaatkan untuk kepentingan rakyat, sementara pengelolaannya dilakukan secara profesional agar kualitas hunian tetap terjaga dan berkelanjutan,” ujar Ara di lokasi.
![Ilustrasi rumah susun [Istimewa/BantenNews.co.id].](https://media.suara.com/pictures/653x366/2021/01/21/84163-ilustrasi-rumah-susun.jpg)
Ia menilai, konsep yang diterapkan di Rusun Cinta Kasih Tzu Chi tidak hanya berfokus pada penyediaan hunian, tetapi juga membangun ekosistem yang mendukung kehidupan masyarakat.
“Saya mengapresiasi Rusun Cinta Kasih Tzu Chi ini sebagai percontohan yang ideal. Di sini tidak hanya ada hunian, tetapi juga ekosistem yang lengkap mulai dari fasilitas pendidikan dari TK hingga SMA/SMK, rumah sakit, taman bermain, hingga pujasera UMKM warga. Ini yang kita butuhkan, hunian yang terintegrasi dengan kehidupan dan ekonomi masyarakat,” jelasnya.
Sementara itu, Doni Oskaria, menyampaikan bahwa model hunian seperti ini akan didorong untuk direplikasi di berbagai daerah sebagai bagian dari program perumahan nasional.
“Kami siap mendukung Program 3 Juta Rumah dengan mendorong model hunian seperti ini untuk direplikasi di berbagai daerah. Tahap awal, kami akan fokus pada lima wilayah utama yaitu Jabodetabek, Bandung, Surabaya, Medan, dan Makassar. Kami akan melakukan pemetaan (mapping) dan menyusun daftar lokasi potensial untuk selanjutnya kami serahkan kepada Kementerian PKP,” jelasnya.
Direktur Utama Perumnas, Imelda Alini Pohan, menjelaskan bahwa rusun tersebut merupakan hasil optimalisasi aset negara melalui kerja sama dengan pihak swasta.
“Rusun Cinta Kasih Tzu Chi ini dibangun pada tahun 2022 di atas tanah milik Perumnas seluas 5 hektare dengan total 1.100 unit hunian. Pengelolaannya kami kerjasamakan dengan Yayasan Buddha Tzu Chi selama 25 tahun agar dapat dikelola secara profesional dan berkelanjutan,” pungkasnya.