Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.785.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 6.130,190
LQ45 620,397
Srikehati 308,223
JII 381,928
USD/IDR 17.784

Negosiasi AS - Iran Hari Ini Tentukan Harga Minyak Dunia, Bisa Tembus 100 Dolar per Barel

Dythia Novianty | Yaumal Asri Adi Hutasuhut | Suara.com

Sabtu, 11 April 2026 | 15:20 WIB
Negosiasi AS - Iran Hari Ini Tentukan Harga Minyak Dunia, Bisa Tembus 100 Dolar per Barel
Ilustrasi negosiasi AS dan Iran. (Dok. Suara.com)
  • Amerika Serikat dan Iran melakukan negosiasi di Pakistan pada Sabtu (11/4/2026) untuk membahas normalisasi operasional Selat Hormuz.
  • Kegagalan kesepakatan tersebut berpotensi menaikkan harga minyak dunia di atas 100 dolar AS per barel bagi seluruh negara.
  • Kenaikan harga minyak dunia akan membebani APBN Indonesia akibat membengkaknya biaya subsidi bahan bakar minyak bagi masyarakat.

Suara.com - Negosiasi antara Amerika Serikat dengan Iran dijadwalkan berlangsung hari ini, Sabtu (11/4/2026) di Pakistan.

Negosiasi antara kedua negara diharapkan menemukan titik temu, karena akan berdampak terhadap kestabilan stok dan harga minyak dunia.

Meski Selat Hormuz telah dibuka kembali, setelah adanya kesepakatan gencatan senjata, namun jalur utama pasokan minyak dunia tersebut belum dapat dilalui secara normal.

Salah satu penyebabnya, seperti yang disampaikan pejabat Amerika Serikat, Iran tidak mampu untuk mengambil kembali ranjau yang mereka pasang sebelumnya.

Pengamat ekonomi energi dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Fahmy Radhi, menyebut jika negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran tidak menemukan titik temu, dan Selat Hormuz tidak dapat dilalui secara normal, akan berdampak terhadap harga minyak global.

Dia memperkirakan, harga minyak akan kembali naik menyentuh angka di atas 100 dolar AS per barel. Padahal, pasca-gencatan senjata, harga minyak dunia sudah mulai turun ke level rata-rata 90 dolar AS per barel.

Kenaikan harga itu dipastikannya akan berdampak kepada seluruh negara, tak terkecuali Indonesia. Konsekuensinya bagi Indonesia biaya subsidi yang harus ditanggung oleh APBN akan membengkak.

Sebab asumsi harga patokan minyak mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP) dalam APBN 2026 ditetapkan sebesar 70 dolar AS per barel.

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, sebelumnya memang mengatakan bahwa harga BBM subsidi dipastikannya tidak akan mengalami kenaikan hingga akhir tahun.

Menurutnya, kebijakan subsidi BBM telah diperhitungkan secara matang untuk berbagai skenario, termasuk jika harga minyak dunia mencapai 100 dolar AS per barel hingga akhir tahun. Dengan asumsi tersebut, defisit APBN dipastikan tetap aman di kisaran 2,9 persen.

Namun dengan dinamika harga minyak dunia yang fluktuatif, Fahmy mempertanyakan sampai kapan APBN dapat menanggung defisit yang terjadi.

"Nah pertanyaannya sampai kapan itu bisa bertahan?," katanya saat dihubungi Suara.com pada Sabtu (11/4/2026).

Di samping itu, Fahmy juga menyoroti upaya pemerintah yang mengalihkan pasokan minyak mentah dari Timur Tengah ke negara lain seperti Amerika Serikat. Tercatat impor minyak mentah dari Timur Tengah mencapai 20-25 persen dari total kebutuhan.

Fahmy menilai bahwa langkah yang ditempuh itu juga memiliki konsekuensi, yakni biaya logistik dan kecocokan spesifikasi minyak dengan kilang pengolahan di Indonesia.

"Karena yang pertama apakah minyak mentah yang dibeli dari Amerika itu cocok dengan cocok dengan kilang kita?" ujar Fahmy.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Selat Malaka Milik Siapa? Bikin Singapura Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz

Selat Malaka Milik Siapa? Bikin Singapura Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 14:49 WIB

14 Hari Penentu Nasib Dunia: Perundingan AS-Iran Gagal, Ekonomi di Ambang Kehancuran

14 Hari Penentu Nasib Dunia: Perundingan AS-Iran Gagal, Ekonomi di Ambang Kehancuran

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 14:02 WIB

Mimpi Besar Prabowo Terancam, World Bank Beri Catatan Ini

Mimpi Besar Prabowo Terancam, World Bank Beri Catatan Ini

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 13:37 WIB

Berapa Tarif yang Dikenakan Iran untuk Lewati Selat Hormuz?

Berapa Tarif yang Dikenakan Iran untuk Lewati Selat Hormuz?

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 12:03 WIB

Harga Minyak Dunia Mendidih Lagi, Tapi di Bawah USD 100/Barel

Harga Minyak Dunia Mendidih Lagi, Tapi di Bawah USD 100/Barel

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 09:23 WIB

Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!

Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!

Bisnis | Rabu, 08 April 2026 | 18:57 WIB

Terkini

Harga BBM Subsidi Tak Naik, Kepercayaan Industri RI Langsung Melesat

Harga BBM Subsidi Tak Naik, Kepercayaan Industri RI Langsung Melesat

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:55 WIB

Di Tengah Lemahnya Rupiah, Kepercayaan Industri Naik ke Level 53,56

Di Tengah Lemahnya Rupiah, Kepercayaan Industri Naik ke Level 53,56

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:20 WIB

Infrastruktur Kompleks di Balik Layar: Mengapa Gangguan Platform Trading Sering Bikin Trader Panik?

Infrastruktur Kompleks di Balik Layar: Mengapa Gangguan Platform Trading Sering Bikin Trader Panik?

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 22:53 WIB

Investasi Digital China di RI Makin Marak, Apa Untung dan Ruginya?

Investasi Digital China di RI Makin Marak, Apa Untung dan Ruginya?

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 22:48 WIB

Begini Cara Ubah Data Karyawan Jadi Mesin Pertumbuhan Bisnis

Begini Cara Ubah Data Karyawan Jadi Mesin Pertumbuhan Bisnis

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 22:42 WIB

Peruri Tegaskan Keberlanjutan Bukan Sekadar Kepatuhan, Tapi Strategi Ciptakan Nilai Bersama

Peruri Tegaskan Keberlanjutan Bukan Sekadar Kepatuhan, Tapi Strategi Ciptakan Nilai Bersama

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 22:35 WIB

Tokopedia Perkuat Bisnis Kesehatan Digital

Tokopedia Perkuat Bisnis Kesehatan Digital

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 22:27 WIB

Konflik di Selat Hormuz Bikin Ekspor Perhiasan Indonesia Terancam Rontok

Konflik di Selat Hormuz Bikin Ekspor Perhiasan Indonesia Terancam Rontok

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 22:16 WIB

Rupiah Tembus Rp17.803, Pengusaha Dilema: Naikkan Harga atau Menyerah

Rupiah Tembus Rp17.803, Pengusaha Dilema: Naikkan Harga atau Menyerah

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 21:28 WIB

Pelaku UMKM hingga Investor Asing Kini Bisa Urus Bisnis dalam Satu Platform

Pelaku UMKM hingga Investor Asing Kini Bisa Urus Bisnis dalam Satu Platform

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 21:05 WIB