Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.231,780
LQ45 627,750
Srikehati 307,753
JII 374,159
USD/IDR 17.971

Bahlil Klaim RI Mulai Lepas Ketergantungan Impor BBM

Achmad Fauzi, Yaumal Asri Adi Hutasuhut

Jum'at, 17 April 2026 | 19:44 WIB
Bahlil Klaim RI Mulai Lepas Ketergantungan Impor BBM
Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia kebutuhan BBM tak lagi bergantung impor [Suara.com/Yaumal Asri Adi Hutasuhut].
baca 10 detik
  • Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyatakan impor BBM nasional telah menyusut 50 persen berkat operasional RDMP Kilang Balikpapan.
  • Produksi solar CN 48 dalam negeri sudah mencukupi kebutuhan nasional dan diprediksi surplus melalui implementasi mandatori B50 Juli 2026.
  • Pemerintah Indonesia kini hanya mengimpor sisa kebutuhan BBM dari negara-negara tetangga di kawasan Asia Tenggara saja.

Suara.com - Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengklaim Indonesia mulai lepas dari ketergantungan pada impor BBM. Ia mengungkapkan impor BBM telah menyusut hingga 50 persen.

Penurunan signifikan ini setelah RDMP Kilang Balikpapan mulai beroperasi serta rencana implementasi mandatori B50.

Bahlil menjelaskan bahwa kebutuhan bensin nasional mencapai 40 juta kiloliter per tahun. Sementara produksi dalam negeri sebelum  RDMP Kilang Balikpapan beroperasi, hanya 14,3 juta kiloliter.

Namun, setelah beroperasi meningkat menjadi sekitar 5,6 juta hingga 5,7 juta kiloliter. 

"Jadi hampir 20 juta kiloliter. Berarti impor kita tinggal 50 persen," kata Bahlil saat ditemui wartawan di Kementerian ESDM, Jakarta pada Jumat (17/4/2026). 

Antrean pengisian BBM di SPBU menjelang harga naik, Jakarta, Selasa (31/3/2026). [Suara.com/Fakhri]
Antrean pengisian BBM di SPBU menjelang harga naik, Jakarta. [Suara.com/Fakhri]

Sementara untuk BBM jenis solar CN 48  yang umum digunakan masyarakat telah mampu terpenuhi dengan produksi dalam negeri. 

Bahkan kata Bahlil, akan mengalami surplus dengan mulai berlakunya mandatori B50 pada 1 Juli atau semester II 2026. 

"CN 48 itu kan sudah bisa produksi dalam negeri, apalagi dengan B50 besok. B50 itu berarti kita akan surplus, mulai bulan Juli itu penerapan B50 pasti surplus," kata Bahlil. 

Bahlil mengungkapkan bahwa sisa 50 persen kebutuhan BBM nasional dipenuhi melalui impor dari negara-negara tetangga di Asia Tenggara.

baca juga

Ia menyebut, pemerintah kini tidak lagi mengimpor produk BBM dari Timur Tengah atau negara lain yang letaknya jauh dari Indonesia.

"Jadi tidak ada kita impor BBM jadi dari Middle East (Timur Tengah), ataupun negara Afrika, ataupun Amerika, maupun negara lain, enggak ada," pungkas Bahlil.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Harga Minyak Mentah Indonesia Melonjak 33,47 Dolar AS per Barel

Harga Minyak Mentah Indonesia Melonjak 33,47 Dolar AS per Barel

Bisnis | Jum'at, 17 April 2026 | 19:36 WIB

Instruksi Prabowo: Menteri Bahlil Siap Eksekusi Tambang Ilegal di Kawasan Hutan dalam Waktu Dekat

Instruksi Prabowo: Menteri Bahlil Siap Eksekusi Tambang Ilegal di Kawasan Hutan dalam Waktu Dekat

Bisnis | Jum'at, 17 April 2026 | 19:00 WIB

Bahlil Ungkap Nasib Harga BBM Pertamax Cs, Kapan Diumumkan?

Bahlil Ungkap Nasib Harga BBM Pertamax Cs, Kapan Diumumkan?

Bisnis | Jum'at, 17 April 2026 | 17:02 WIB

Terkini

JPMorgan Naikkan Rating BBRI ke Overweight, Soroti Kuatnya Fundamental

JPMorgan Naikkan Rating BBRI ke Overweight, Soroti Kuatnya Fundamental

Bekaci | Selasa, 21 Juli 2026 | 21:54 WIB

PSIM Yogyakarta Fokus Perkuat Lini Tengah, Datangkan Gelandang Polandia Adrian Purzycki

PSIM Yogyakarta Fokus Perkuat Lini Tengah, Datangkan Gelandang Polandia Adrian Purzycki

Bola | Selasa, 21 Juli 2026 | 21:49 WIB

Taman Rekreasi Indonesia Bersiap Naik Level, Pelaku Industri dari Berbagai Negara Hadir di Jakarta

Taman Rekreasi Indonesia Bersiap Naik Level, Pelaku Industri dari Berbagai Negara Hadir di Jakarta

Lifestyle | Selasa, 21 Juli 2026 | 21:45 WIB

Jelang Muktamar NU Ke-35, Mohammad Nuh Jawab Isu Penyanderaan SK PCNU

Jelang Muktamar NU Ke-35, Mohammad Nuh Jawab Isu Penyanderaan SK PCNU

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 21:40 WIB

Aston Villa Dikabarkan Jajaki Transfer Alejandro Garnacho dari Chelsea

Aston Villa Dikabarkan Jajaki Transfer Alejandro Garnacho dari Chelsea

Bola | Selasa, 21 Juli 2026 | 21:37 WIB

Korban Ketiga Ledakan Rumah Mewah di Medan Ditemukan, Total 3 Tewas

Korban Ketiga Ledakan Rumah Mewah di Medan Ditemukan, Total 3 Tewas

Sumut | Selasa, 21 Juli 2026 | 21:35 WIB

Persiapan KUR Perumahan, Menteri PKP Sebut Kinerja BRI Tertinggi Dalam Penyaluran Program

Persiapan KUR Perumahan, Menteri PKP Sebut Kinerja BRI Tertinggi Dalam Penyaluran Program

Bisnis | Selasa, 21 Juli 2026 | 21:26 WIB

PSIM Yogyakarta Pertahankan Empat Pemain Asing untuk Hadapi Musim 2026/2027

PSIM Yogyakarta Pertahankan Empat Pemain Asing untuk Hadapi Musim 2026/2027

Bola | Selasa, 21 Juli 2026 | 21:25 WIB

Barcelona Berpotensi Terima Rp63 Miliar dari FIFA Berkat Kontribusi Pemain di Piala Dunia 2026

Barcelona Berpotensi Terima Rp63 Miliar dari FIFA Berkat Kontribusi Pemain di Piala Dunia 2026

Bola | Selasa, 21 Juli 2026 | 21:20 WIB

Soroti Dugaan TPPU Febrie Adriansyah, Akademisi Dorong Penerapan Pemberatan Pidana Eks Jampidsus

Soroti Dugaan TPPU Febrie Adriansyah, Akademisi Dorong Penerapan Pemberatan Pidana Eks Jampidsus

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 21:13 WIB

×