Harga Plastik Naik, Bapanas Waspadai Dampaknya ke Harga Beras dan Gula

Dythia Novianty

Sabtu, 18 April 2026 | 14:31 WIB
Harga Plastik Naik, Bapanas Waspadai Dampaknya ke Harga Beras dan Gula
Ilustrasi pedagang plastik. [Antara/Auliya Rahman/wsj]
baca 10 detik
  • Bapanas memantau dampak kenaikan harga plastik akibat gejolak geopolitik global terhadap biaya produksi pangan beras dan gula.
  • Pelaku usaha melaporkan kenaikan biaya kemasan sebesar Rp350 per kilogram untuk beras dan Rp150 untuk gula.
  • Pemerintah berkoordinasi lintas sektor untuk memastikan stabilitas harga pangan nasional tetap terjaga di bawah Harga Eceran Tertinggi.

Suara.com - Badan Pangan Nasional (Bapanas) memastikan pemerintah terus memantau dampak kenaikan dan fluktuasi harga plastik terhadap sektor pangan strategis seperti beras dan gula.

Lonjakan biaya bahan kemasan ini mulai dirasakan oleh pelaku usaha, terutama yang bergantung pada karung plastik dalam distribusi produk.

Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, I Gusti Ketut Astawa, menyebutkan bahwa pemerintah telah melakukan pembahasan lintas sektor untuk menghitung dampak langsung kenaikan harga plastik terhadap harga pangan.

“Terkait plastik, itu sudah kami rapatkan. Kami sudah bertemu dengan para pelaku usaha dan menghitung dampaknya terhadap beras dan gula per kilogram,” ujar Ketut dilansir dari laman Antara, Sabtu (18/4/2026).

Gejolak Global Picu Kenaikan Biaya Plastik

Ketut menjelaskan bahwa kenaikan harga plastik tidak terlepas dari gangguan pasokan global yang dipengaruhi kondisi geopolitik, terutama di kawasan penghasil minyak dunia.

“Dengan adanya gejolak geopolitik, memang ada beberapa yang mengalami kenaikan, salah satunya plastik karena bahan bakunya berasal dari turunan minyak bumi,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa sebagian besar industri plastik bergantung pada bahan baku berbasis minyak yang banyak dipasok dari kawasan Timur Tengah, sehingga setiap gangguan global langsung berdampak pada harga.

Dampak Langsung ke Harga Beras dan Gula

baca juga

Bapanas mencatat bahwa pelaku usaha sektor pangan mulai merasakan tekanan biaya akibat kenaikan harga kemasan plastik, khususnya untuk produk beras dan gula yang menggunakan karung sebagai wadah distribusi.

“Pelaku usaha menyampaikan bahwa di beras itu sekitar Rp350 per kilogram, sementara gula sekitar Rp150 per kilogram. Ini cukup berdampak dan perlu kita jaga,” kata Ketut.

Meski terdampak biaya kemasan, Bapanas menegaskan bahwa harga beras dan gula secara nasional masih berada dalam batas wajar dan belum mengalami lonjakan signifikan.

Dalam sebulan terakhir, harga beras medium di berbagai zona hanya mengalami fluktuasi tipis, mulai dari 0,01 persen hingga 0,65 persen, dan masih berada di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET).

Sementara itu, harga gula nasional tercatat naik 2,06 persen di sebagian wilayah Indonesia, namun justru turun di kawasan Indonesia Timur sebesar 1,22 persen.

Pemerintah Waspadai Efek Berantai Biaya Produksi

Bapanas menegaskan bahwa pemerintah akan terus mengantisipasi agar kenaikan harga plastik tidak merembet lebih jauh ke harga pangan pokok yang bisa memengaruhi daya beli masyarakat.

Ilustrasi gula. (Shutterstock)
Ilustrasi gula. (Shutterstock)

“Kami akan intensif berkoordinasi agar fluktuasi ini tidak semakin melebar,” ujar Ketut.

Pemerintah juga telah berkoordinasi dengan Kementerian Perindustrian Republik Indonesia dan Kementerian Perdagangan Republik Indonesia untuk menjaga ketersediaan bahan baku plastik di sektor industri pangan.

Sebelumnya, Kementerian Perindustrian telah menggelar pertemuan dengan pelaku industri hulu hingga hilir untuk memastikan kondisi pasokan plastik tetap terkendali.

Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita, menyebutkan bahwa secara umum stok plastik dinilai aman, meski pemerintah tetap mewaspadai dinamika global.

“Stok seharusnya tidak ada masalah, tetapi pemerintah tetap akan memantau perkembangan situasi global secara cermat,” ujarnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Distribusi Terganggu, Perdagangan Beras Antarwilayah Disebut Mulai Macet

Distribusi Terganggu, Perdagangan Beras Antarwilayah Disebut Mulai Macet

Bisnis | Jum'at, 10 April 2026 | 13:45 WIB

Harga Pangan Hari Ini: Cabai Turun Tajam, Bawang dan Beras Naik

Harga Pangan Hari Ini: Cabai Turun Tajam, Bawang dan Beras Naik

Bisnis | Jum'at, 10 April 2026 | 12:42 WIB

Harga Gabah Tinggi, Pedagang Sulit Jual Beras Sesuai HET

Harga Gabah Tinggi, Pedagang Sulit Jual Beras Sesuai HET

Bisnis | Jum'at, 10 April 2026 | 12:26 WIB

Daun Pisang Jadi Tren, Toko Es Krim Ini Mendadak Kreatif Efek Harga Plastik Naik

Daun Pisang Jadi Tren, Toko Es Krim Ini Mendadak Kreatif Efek Harga Plastik Naik

Video | Jum'at, 10 April 2026 | 12:00 WIB

Panen Raya dan Stok Bulog Melimpah, Kenapa Harga Beras Justru Naik?

Panen Raya dan Stok Bulog Melimpah, Kenapa Harga Beras Justru Naik?

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 21:45 WIB

HET Beras di Maluku-Papua Jebol Berbulan-bulan, Pengamat: Janji Pemerintah Gagal Ditepati

HET Beras di Maluku-Papua Jebol Berbulan-bulan, Pengamat: Janji Pemerintah Gagal Ditepati

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 20:00 WIB

Terkini

Lawang Sewu Hadirkan Jejak Perjalanan Kereta Api di Kota Semarang

Lawang Sewu Hadirkan Jejak Perjalanan Kereta Api di Kota Semarang

Foto | Minggu, 13 September 2026 | 05:30 WIB

9 Finalis SHEPRENEUR 2026 Tampilkan Strategi Bisnis di Business Pitch Day

9 Finalis SHEPRENEUR 2026 Tampilkan Strategi Bisnis di Business Pitch Day

Foto | Minggu, 13 September 2026 | 05:15 WIB

105 Mitra Pengemudi Grab Dapat Kesempatan Umrah

105 Mitra Pengemudi Grab Dapat Kesempatan Umrah

Foto | Minggu, 13 September 2026 | 05:00 WIB

Pencarian 5 Jurnalis dan 3 Awak Kapal Masih Nihil akibat Cuaca Buruk di Lapangan

Pencarian 5 Jurnalis dan 3 Awak Kapal Masih Nihil akibat Cuaca Buruk di Lapangan

Banten | Minggu, 13 September 2026 | 01:36 WIB

Garudayaksa FC Dikalahkan Persik, Milos Joksic Malu

Garudayaksa FC Dikalahkan Persik, Milos Joksic Malu

Bola | Sabtu, 12 September 2026 | 23:50 WIB

Panglima TNI Cup 2026 Jadi Ajang Adu Nyali, Eks Menpora Dito Ariotedjo Ikut Pacu Jetski

Panglima TNI Cup 2026 Jadi Ajang Adu Nyali, Eks Menpora Dito Ariotedjo Ikut Pacu Jetski

Sport | Sabtu, 12 September 2026 | 23:24 WIB

Hari Ke-5 Pencarian Jurnalis Hilang, Tim SAR Temukan Helm dan Jerigen di Perairan Anyer

Hari Ke-5 Pencarian Jurnalis Hilang, Tim SAR Temukan Helm dan Jerigen di Perairan Anyer

News | Sabtu, 12 September 2026 | 22:11 WIB

Sindiran Pelatih Persib Usai Takluk di GBK: Persija Rayakan Kemenangan Seperti Juara Liga Champions

Sindiran Pelatih Persib Usai Takluk di GBK: Persija Rayakan Kemenangan Seperti Juara Liga Champions

Jabar | Sabtu, 12 September 2026 | 21:52 WIB

Titik Terang Hilangnya Jurnalis di Krakatau, Basarnas Temukan 4 Barang di Perairan Selat Sunda

Titik Terang Hilangnya Jurnalis di Krakatau, Basarnas Temukan 4 Barang di Perairan Selat Sunda

Banten | Sabtu, 12 September 2026 | 21:39 WIB

Laba Anjlok 19 Persen, Astra Jor-joran Akuisisi Tambang Emas di Awal 2026

Laba Anjlok 19 Persen, Astra Jor-joran Akuisisi Tambang Emas di Awal 2026

Bisnis | Sabtu, 12 September 2026 | 20:53 WIB

×