Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.799.000
Beli Rp2.670.000
IHSG 6.723,320
LQ45 657,880
Srikehati 323,518
JII 437,887
USD/IDR 17.491

Kurs Rupiah Masih Tembus Rp17.000, Bos BI Klaim Cadangan Devisa Aman

Dythia Novianty | Rina Anggraeni | Suara.com

Kamis, 23 April 2026 | 08:34 WIB
Kurs Rupiah Masih Tembus Rp17.000, Bos BI Klaim Cadangan Devisa Aman
Ilustrasi Bank Indonesia. [Suara.com]
  • Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, memastikan nilai tukar Rupiah tetap stabil di bawah pengawasan ketat meskipun menghadapi tekanan global.
  • Bank Indonesia mengoptimalkan cadangan devisa sebesar 148,2 miliar dolar AS untuk melakukan intervensi serta menjaga stabilitas kurs nasional.
  • Strategi penguatan kebijakan moneter melalui instrumen SRBI diterapkan untuk menarik modal asing dan mendukung pertumbuhan ekonomi domestik tetap positif.

Suara.com - Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo, menegaskan bahwa pergerakan nilai tukar Rupiah saat ini masih berada dalam pantauan ketat meskipun tengah mengalami tekanan global.

Bank Indonesia terus berkomitmen melakukan berbagai langkah intervensi dan stabilisasi agar kurs Rupiah hari ini tetap terjaga serta mencerminkan fundamental ekonomi nasional di tengah
ketidakpastian pasar keuangan internasional.

Perry menjelaskan bahwa posisi cadangan devisa Indonesia yang mencapai 148,2 miliar dolar AS menjadi fondasi kuat dalam menjaga stabilitas ekonomi dan nilai tukar.

Menurutnya, jumlah cadangan devisa tersebut jauh lebih dari cukup untuk melakukan intervensi pasar dan memastikan ketahanan eksternal Indonesia terhadap dampak geopolitik yang sedang bergejolak.

"Kami terus melakukan stabilisasi nilai tukar Rupiah. Cadangan devisa kami sebesar 148,2 miliar dolar AS masih lebih dari cukup untuk memastikan stabilisasi ini," ujar Perry Warjiyo dalam paparan RDG secara virtual, Rabu (22/4/2026).

Selain mengandalkan cadangan devisa, BI juga memperkuat kebijakan moneter melalui instrumen Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI).

Dalam sebulan terakhir, BI telah meningkatkan struktur imbal hasil instrumen tersebut guna menarik aliran modal asing (portfolio inflow) kembali masuk ke pasar domestik, baik melalui SRBI maupun Surat Berharga Negara (SBN).

Perry menekankan bahwa secara teknis, posisi Rupiah saat ini sudah berada di bawah nilai wajarnya atau undervalued.

Ia meyakini bahwa ke depannya, nilai tukar akan cenderung bergerak stabil dan menguat didukung oleh kondisi
fundamental ekonomi yang sangat solid.

"Secara fundamental, nilai tukar Rupiah kita akan stabil dan cenderung menguat. Hal ini didukung oleh pertumbuhan ekonomi yang tinggi, inflasi yang tetap rendah, daya tarik investasi yang terjaga, serta komitmen penuh Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas," tambahnya.

Lebih lanjut, Perry meminta masyarakat dan pelaku pasar untuk tetap optimis. Pasalnya, sinergi antara pemerintah dan Bank Indonesia, khususnya dalam koordinasi kebijakan moneter dan fiskal, terjalin sangat erat untuk menopang pertumbuhan ekonomi nasional dari guncangan eksternal.

Dengan penguatan sinergi tersebut, proyeksi ekonomi Indonesia tetap positif meskipun dihadapkan pada tantangan berat akibat kondisi geopolitik dunia.

Langkah strategis Bank Indonesia dalam mengoptimalkan instrumen moneter diharapkan mampu terus menarik minat investor asing dan memperkokoh posisi Rupiah sebagai mata uang yang resilien di masa depan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

BI Intervensi di Pasar Valas, Rupiah Berdarah-darah ke Level Rp17.124

BI Intervensi di Pasar Valas, Rupiah Berdarah-darah ke Level Rp17.124

Bisnis | Selasa, 14 April 2026 | 11:10 WIB

Mata Uang Negara Lain Menguat, Rupiah Amblas ke Rp17.124 per Dolar AS

Mata Uang Negara Lain Menguat, Rupiah Amblas ke Rp17.124 per Dolar AS

Bisnis | Selasa, 14 April 2026 | 09:50 WIB

Kurs Rupiah Bertahan di Level Rp17.105 per Dolar, Ini Faktor Utama Penyokongnya

Kurs Rupiah Bertahan di Level Rp17.105 per Dolar, Ini Faktor Utama Penyokongnya

Bisnis | Senin, 13 April 2026 | 16:15 WIB

Pertegas Stabilitas Kawasan, AFMGM Ke-13 Sepakati Langkah Strategis Ekonomi ASEAN

Pertegas Stabilitas Kawasan, AFMGM Ke-13 Sepakati Langkah Strategis Ekonomi ASEAN

Bisnis | Senin, 13 April 2026 | 11:13 WIB

Dolar AS Ngamuk Setelah Negosiasi Gagal, Rupiah Jadi Korban Melemah

Dolar AS Ngamuk Setelah Negosiasi Gagal, Rupiah Jadi Korban Melemah

Bisnis | Senin, 13 April 2026 | 09:59 WIB

IHSG Tertekan Rekor Teburuk Kurs Rupiah, BBRI Jadi Salah Satu Rekomendasi Analis

IHSG Tertekan Rekor Teburuk Kurs Rupiah, BBRI Jadi Salah Satu Rekomendasi Analis

Bisnis | Minggu, 12 April 2026 | 15:41 WIB

Terkini

Purbaya Pamer Satgas Debottlenecking Kantongi Investasi 30 Miliar USD

Purbaya Pamer Satgas Debottlenecking Kantongi Investasi 30 Miliar USD

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 17:09 WIB

Purbaya Ramal Perang AS vs Iran Berakhir September 2026

Purbaya Ramal Perang AS vs Iran Berakhir September 2026

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 15:58 WIB

Sempat Tolak, Ini Alasan Purbaya Akhirnya Kasih Insentif Mobil Listrik

Sempat Tolak, Ini Alasan Purbaya Akhirnya Kasih Insentif Mobil Listrik

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 15:48 WIB

Bank Indonesia dan Bank Negara Malaysia Perkuat Sektor Moneter dan Sistem Pembayaran

Bank Indonesia dan Bank Negara Malaysia Perkuat Sektor Moneter dan Sistem Pembayaran

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 15:47 WIB

Warga Jabodetabek Kabur Liburan, Kendaraan Padati Jalan Tol

Warga Jabodetabek Kabur Liburan, Kendaraan Padati Jalan Tol

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 15:31 WIB

Alasan Panas Bumi Jadi Pusat Pengembangan Energi terbarukan

Alasan Panas Bumi Jadi Pusat Pengembangan Energi terbarukan

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 15:22 WIB

Kemenhub Restui Maskapai Naikkan Fuel Surchage 50%, Tiket Pesawat Ikut Melonjak?

Kemenhub Restui Maskapai Naikkan Fuel Surchage 50%, Tiket Pesawat Ikut Melonjak?

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 15:17 WIB

BI Prediksi Kinerja Penjualan Eceran April 2026 Tetap Kuat, Kelompok Suku Cadang Jadi Penopang

BI Prediksi Kinerja Penjualan Eceran April 2026 Tetap Kuat, Kelompok Suku Cadang Jadi Penopang

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 14:33 WIB

BRI KPR Solusi Permudah Miliki Rumah dan Properti Lelang dengan Cicilan Fleksibel

BRI KPR Solusi Permudah Miliki Rumah dan Properti Lelang dengan Cicilan Fleksibel

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 13:00 WIB

Ada Nama Baru di Jajaran Direksi Garuda Indonesia, Dua WNA Masih Menjabat

Ada Nama Baru di Jajaran Direksi Garuda Indonesia, Dua WNA Masih Menjabat

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 12:33 WIB