Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.885.000
Beli Rp2.725.000
IHSG 7.378,606
LQ45 715,878
Srikehati 346,150
JII 498,926

BI Guyur Insentif Rp427,9 Triliun Buat Perbankan, Bank Asing Juga Kebagian

Dythia Novianty | Rina Anggraeni | Suara.com

Jum'at, 24 April 2026 | 09:26 WIB
BI Guyur Insentif Rp427,9 Triliun Buat Perbankan, Bank Asing Juga Kebagian
Gubernur BI Perry Warjiyo. [Antara]
  • Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo memperkuat kebijakan KLM sejak 16 Desember 2025 untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan.
  • Bank Indonesia telah menyalurkan insentif likuiditas sebesar Rp427,9 triliun kepada berbagai kelompok perbankan hingga minggu pertama April 2026.
  • Dana insentif tersebut disalurkan untuk mendukung pembiayaan sektor strategis, termasuk industri, pertanian, UMKM, dan perumahan di seluruh Indonesia.

Suara.com - Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo, menegaskan komitmen dalam menjaga ketahanan industri perbankan.

Salah satunya mendorong pertumbuhan ekonomi nasional melalui penguatan Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM).

Langkah strategis ini terus dioptimalkan guna memacu penyaluran kredit dan pembiayaan perbankan, ke berbagai sektor prioritas di seluruh Indonesia agar tetap tumbuh berkelanjutan di tengah dinamika ekonomi global.

"Implementasi penguatan Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM) yang berlaku sejak enam belas Desember dua ribu dua puluh lima diarahkan untuk memberikan stimulus lebih besar bagi perbankan," katanya dalam siaran pers, Jumat (24/4/2026).

Kata dia, insentif ini menyasar bank-bank yang aktif menyalurkan kredit ke sektor strategis melalui jalur lending channel, serta bank yang responsif dalam menurunkan suku bunga kredit baru untuk mempermudah akses pembiayaan masyarakat melalui jalur interest rate channel.

Perry mengungkapkan bahwa pada minggu pertama April 2026 total insentif KLM yang telah dikucurkan oleh Bank Indonesia tercatat mencapai angka yang signifikan, yakni sebesar Rp427,9 triliun.

Ilustrasi Bank Indonesia (Unsplash/nimbostratus)
Ilustrasi Bank Indonesia (BI).  (Unsplash/nimbostratus)

“Dari total tersebut, alokasi pada jalur penyaluran kredit atau lending channel tercatat sebesar Rp358,0 triliun. Sementara itu, untuk jalur penurunan suku bunga atau interest rate channel mencapai Rp69,9 triliun,” jelas Perry.

Berdasarkan data Bank Indonesia, penyaluran insentif KLM tersebut tersebar ke berbagai kelompok perbankan. Bank Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mencatatkan penerimaan insentif terbesar senilai Rp224,0 triliun.

Selanjutnya, Bank Umum Swasta Nasional (BUSN) menerima alokasi sebesar Rp166,6 triliun, diikuti oleh Bank Pembangunan Daerah (BPD) sebesar Rp29,6 triliun. Sementara itu, Kantor Cabang Bank Asing (KCBA) juga tercatat menerima insentif likuiditas sebesar Rp7,8 triliun.

Secara sektoral, kebijakan ini terbukti efektif dalam menyentuh lini-lini vital perekonomian Indonesia. Dana likuiditas tersebut telah mengalir ke sector pertanian, industri, serta hilirisasi yang menjadi pilar utama kedaulatan ekonomi.

Selain itu, sektor jasa, termasuk ekonomi kreatif yang tengah berkembang pesat, juga menjadi perhatian utama dalam distribusi insentif ini.

Dukungan likuiditas melalui KLM ini juga mencakup sektor konstruksi, real estate, dan perumahan, serta memperkuat pemberdayaan sektor UMKM, koperasi, inklusi keuangan, dan pembiayaan hijau berkelanjutan.

Melalui optimalisasi instrumen makroprudensial ini, Bank Indonesia berharap perbankan semakin kuat dalam mendukung agenda hilirisasi dan pertumbuhan ekonomi inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dunia Usaha RI Mulai Loyo, Tanda-tandanya Sudah Muncul

Dunia Usaha RI Mulai Loyo, Tanda-tandanya Sudah Muncul

Bisnis | Jum'at, 17 April 2026 | 13:05 WIB

3 Jurus Ampuh BI Jaga Ekonomi Indonesia Tetap Tangguh Meski Dunia Bergejolak

3 Jurus Ampuh BI Jaga Ekonomi Indonesia Tetap Tangguh Meski Dunia Bergejolak

Bisnis | Jum'at, 17 April 2026 | 07:32 WIB

IMF Puji RI Jadi Titik Terang' Ekonomi Dunia, Gubernur BI Perry Warjiyo Beberkan Rahasianya

IMF Puji RI Jadi Titik Terang' Ekonomi Dunia, Gubernur BI Perry Warjiyo Beberkan Rahasianya

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 07:28 WIB

Anggaran Subsidi Energi Terus Bengkak, Insentif EV Perlu Diberlakukan Lagi?

Anggaran Subsidi Energi Terus Bengkak, Insentif EV Perlu Diberlakukan Lagi?

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 19:21 WIB

Utang Luar Negeri RI Tembus Rp 7.509 Triliun per Februari, Masih Aman?

Utang Luar Negeri RI Tembus Rp 7.509 Triliun per Februari, Masih Aman?

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 17:47 WIB

Dear Pak Prabowo! Utang RI Tembus Rp7.509 Triliun, Bayi Baru Lahir Langsung Menanggung Rp26 Juta

Dear Pak Prabowo! Utang RI Tembus Rp7.509 Triliun, Bayi Baru Lahir Langsung Menanggung Rp26 Juta

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 14:50 WIB

Terkini

IHSG Masih Rungkad di Jumat Pagi ke level 7.378

IHSG Masih Rungkad di Jumat Pagi ke level 7.378

Bisnis | Jum'at, 24 April 2026 | 09:21 WIB

Emas Antam Stagnan, Harganya Masih Rp 2.805.000/Gram

Emas Antam Stagnan, Harganya Masih Rp 2.805.000/Gram

Bisnis | Jum'at, 24 April 2026 | 09:04 WIB

Tak Ada Prioritas, Danantara Pastikan Semua Merger BUMN Rampung Tahun Ini

Tak Ada Prioritas, Danantara Pastikan Semua Merger BUMN Rampung Tahun Ini

Bisnis | Jum'at, 24 April 2026 | 08:47 WIB

Kisah Inspiratif! Istri Nelayan Raup Penghasilan Berkat Program Harita Group

Kisah Inspiratif! Istri Nelayan Raup Penghasilan Berkat Program Harita Group

Bisnis | Jum'at, 24 April 2026 | 08:45 WIB

Emiten GOOD Tebar Dividen Rp350,33 Miliar

Emiten GOOD Tebar Dividen Rp350,33 Miliar

Bisnis | Jum'at, 24 April 2026 | 08:41 WIB

Perkuat Ekosistem Ekonomi Terintegrasi, Bank Jakarta Pacu Transaksi Digital

Perkuat Ekosistem Ekonomi Terintegrasi, Bank Jakarta Pacu Transaksi Digital

Bisnis | Jum'at, 24 April 2026 | 08:37 WIB

GrabModal Kucurkan Rp6 Triliun untuk 445 Ribu UMKM dan Driver

GrabModal Kucurkan Rp6 Triliun untuk 445 Ribu UMKM dan Driver

Bisnis | Jum'at, 24 April 2026 | 08:30 WIB

Investasi SDM, Peruri Perkuat Fasilitas Pendidikan

Investasi SDM, Peruri Perkuat Fasilitas Pendidikan

Bisnis | Jum'at, 24 April 2026 | 08:04 WIB

Rupiah di Level Kritis Rp17.300, Pakar Sarankan Ini Buat Pemerintahan Prabowo

Rupiah di Level Kritis Rp17.300, Pakar Sarankan Ini Buat Pemerintahan Prabowo

Bisnis | Jum'at, 24 April 2026 | 07:59 WIB

Wall Street Ditutup Merah Setelah Harga Minyak Dunia Mendidih Lagi

Wall Street Ditutup Merah Setelah Harga Minyak Dunia Mendidih Lagi

Bisnis | Jum'at, 24 April 2026 | 07:50 WIB