- RUPST Bank Mandiri pada 29 April 2026 menyetujui pembagian dividen tunai sebesar Rp 44,47 triliun dari laba bersih.
- Perseroan juga merestui rencana pembelian kembali saham senilai Rp 1,17 triliun untuk program kepemilikan karyawan dan manajemen.
- Rapat tersebut menetapkan perubahan susunan pengurus serta melaporkan pertumbuhan laba bersih konsolidasi sebesar 16,6% pada kuartal pertama.
Prediksi Harga Saham BMRI
Berdasarkan data keuangan yang dipaparkan, saham BMRI saat ini memiliki daya tarik fundamental yang cukup kuat.Didukung Dividend Yield Tinggi, angka 10,77% jauh di atas rata-rata industri perbankan Big Caps yang biasanya berada di kisaran 4-6%.
Hal ini berpotensi memicu akumulasi beli oleh investor jangka panjang sebelum tanggal cum-dividend.
Selain itu juga Pertumbuhan Laba Q1 2026 mencapai 16,6% menunjukkan bahwa mesin pertumbuhan bank masih bekerja secara efisien.
Faktao lainnya seperti aksi Buyback dengan modal Rp 1,17 triliun memberikan sentimen positif yang berfungsi sebagai penahan harga (price support) di pasar sekunder.
Mengingat dividen yang cukup besar, investor perlu mewaspadai potensi koreksi harga atau dividend trap setelah tanggal ex-dividend. Namun, dengan dukungan pertumbuhan kredit di atas rata-rata industri, pelemahan harga kemungkinan hanya bersifat sementara.
Redaksi Bisnis Suara.com memperkirakan, secara teknikal dan fundamental, saham BMRI diprediksi berpotensi menguji level psikologis Rp 4.700 hingga Rp 4.850 dalam 3 hingga 6 bulan ke depan, dengan catatan kondisi makroekonomi dan suku bunga acuan tetap stabil.