Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Pemerintah Yakin B50 Bikin Hemat Negara Rp 139,8 Triliun

Achmad Fauzi, Yaumal Asri Adi Hutasuhut

Kamis, 30 April 2026 | 18:12 WIB
Pemerintah Yakin B50 Bikin Hemat Negara Rp 139,8 Triliun
Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan dan Pengembangan Usaha BUMN Kemenko Perekonomian, Ferry Irawan menyebut program B50 hemat negara. [Suara.com/Yaumal Asri Adi Hutasuhut].
  • Pemerintah akan menerapkan mandatori B50 mulai 1 Juli 2026 guna menghemat devisa negara sebesar Rp 139,8 triliun.
  • Program mandatori biodiesel tahun 2026 diproyeksikan mampu menyerap hingga 1,97 juta tenaga kerja bagi masyarakat Indonesia.
  • Implementasi B50 di Jakarta juga diprediksi akan meningkatkan nilai tambah crude palm oil hingga Rp21,94 triliun.

Suara.com - Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan dan Pengembangan Usaha BUMN Kemenko Perekonomian, Ferry Irawan, mengungkapkan implementasi mandatori B50 yang dimulai pada 1 Juli 2026 diproyeksikan menghemat devisa hingga Rp 139,8 triliun.

Angka ini meningkat dibanding penghematan devisa dari penerapan B40 pada 2025 yang mencapai Rp133,3 triliun. 

"Ada penghematan devisa sebesar Rp 133,3 triliun di tahun 2025 dan diproyeksikan akan sebesar di Rp 139,8 triliun di tahun 2026," kata Ferry dalam sambutannya pada agenda diskusi B50 di Jakarta pada Kamis (30/4/2026). 

Apa itu Biodesel B50. (Gemini AI)
 Biodesel B50. (Gemini AI)

Menurut Ferry, penghematan devisa dari mandatori biodiesel ini membuktikan bahwa program tersebut tidak hanya memperkuat ketahanan energi, tetapi juga memberikan dampak signifikan bagi keuangan negara. 

"Jadi program yang sudah dilakukan untuk mandatori biodiesel di 2025 pun nanti yang akan dilakukan di 2026 itu punya nilai yang signifikan terhadap ekonomi kita," ujarnya. 

Selain itu penerapan mandatori biodiesel juga disebut membuka lapangan pekerjaan. Pada mandatori B40 tahun 2025 setidaknya menyerap 1,88 juta pekerja dan diproyeksikan meningkat menjadi 1,97 juta pada 2026. 

"Jadi kita harapkan tetap bisa menjadi salah satu faktor penting di dalam bagaimana kita memberikan lapangan pekerjaan bagi masyarakat kita," kata Ferry. 

Tak hanya itu, nilai  tambah crude palm oil (CPO) juga diproyeksikan meningkat. Pada 2025 nilainya mencapai Rp 20,92 triliun, dan diperkirakan tumbuh menjadi Rp 21,94 triliun pada 2026.

"Jadi program yang sudah dilakukan untuk mandatori biodiesel di 2025 pun nanti yang akan dilakukan di 2026 itu punya nilai yang signifikan terhadap ekonomi kita," pungkas Ferry.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Insiden Kecelakaan KRL, Airlangga Ungkap Flyover Rp 4 Triliun Arahan Prabowo Dibiayai APBN

Insiden Kecelakaan KRL, Airlangga Ungkap Flyover Rp 4 Triliun Arahan Prabowo Dibiayai APBN

Bisnis | Selasa, 28 April 2026 | 18:20 WIB

ESDM Mulai Uji Coba B50 ke Kereta Api

ESDM Mulai Uji Coba B50 ke Kereta Api

Bisnis | Selasa, 28 April 2026 | 16:37 WIB

Menkeu Bantah Hoaks Uang Negara Tinggal Rp120 Triliun

Menkeu Bantah Hoaks Uang Negara Tinggal Rp120 Triliun

Bisnis | Jum'at, 24 April 2026 | 20:42 WIB

Terkini

Dasco Puji BI yang Bikin Kuat Rupiah: RI Kini Tak Bergantung Dolar AS

Dasco Puji BI yang Bikin Kuat Rupiah: RI Kini Tak Bergantung Dolar AS

Bisnis | Minggu, 14 Juni 2026 | 20:37 WIB

AS-Iran Resmi Berdamai? Draf Kesepakatan Rahasia Dua Negara Bocor!

AS-Iran Resmi Berdamai? Draf Kesepakatan Rahasia Dua Negara Bocor!

Bisnis | Minggu, 14 Juni 2026 | 20:06 WIB

PM Malaysia Kenang Bung Hatta: Negara Tidak Boleh Ditopang Segelintir Elit

PM Malaysia Kenang Bung Hatta: Negara Tidak Boleh Ditopang Segelintir Elit

Bisnis | Minggu, 14 Juni 2026 | 17:49 WIB

Dugaan Dikerahkan Kawal Demo, Apakah Komcad Dapat Gaji dan Tunjangan?

Dugaan Dikerahkan Kawal Demo, Apakah Komcad Dapat Gaji dan Tunjangan?

Bisnis | Minggu, 14 Juni 2026 | 16:33 WIB

Pemerintah Janji Stok Pupuk Nasional Aman, Zulhas: Kopdes Jadi Penyalur

Pemerintah Janji Stok Pupuk Nasional Aman, Zulhas: Kopdes Jadi Penyalur

Bisnis | Minggu, 14 Juni 2026 | 16:23 WIB

DPR Apresiasi Langkah Baru Bank Indonesia Perkuat Nilai Rupiah

DPR Apresiasi Langkah Baru Bank Indonesia Perkuat Nilai Rupiah

Bisnis | Minggu, 14 Juni 2026 | 16:11 WIB

Foto e-KTP Jelek Bisa Diganti? Ini Aturan dan Syarat Resminya

Foto e-KTP Jelek Bisa Diganti? Ini Aturan dan Syarat Resminya

Bisnis | Minggu, 14 Juni 2026 | 16:07 WIB

Dasco Dukung Gebrakan 'Dedolarisasi' BI: Transaksi Triliunan ke China Cukup Pakai QRIS

Dasco Dukung Gebrakan 'Dedolarisasi' BI: Transaksi Triliunan ke China Cukup Pakai QRIS

Bisnis | Minggu, 14 Juni 2026 | 15:33 WIB

Tiket Pesawat Mahal! Pengamat Bongkar Anomali Pajak 'Tersembunyi'

Tiket Pesawat Mahal! Pengamat Bongkar Anomali Pajak 'Tersembunyi'

Bisnis | Minggu, 14 Juni 2026 | 15:25 WIB

Harga Bawang dan Beras Kompak Naik, Minyak Goreng Ikut Makin Mahal

Harga Bawang dan Beras Kompak Naik, Minyak Goreng Ikut Makin Mahal

Bisnis | Minggu, 14 Juni 2026 | 14:49 WIB