- Saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) melonjak 3,62 persen ke level Rp3.150 pada penutupan perdagangan sesi pertama, Selasa (5/5/2026).
- Penguatan harga dipicu aksi beli masif investor dengan nilai transaksi mencapai Rp361,9 miliar dan menipisnya tekanan jual saham asing.
- Kinerja positif didukung fundamental laba bersih Rp15,5 triliun serta valuasi saham yang dianggap menarik bagi para pelaku pasar modal.
Suara.com - Pergerakan harga saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) menunjukkan taringnya pada paruh pertama perdagangan Selasa (5/5/2026).
Setelah sempat mengalami tekanan pada pekan sebelumnya, emiten perbankan plat merah yang berfokus pada segmen mikro ini terpantau bergerak bertenaga di zona hijau.
Pada penutupan sesi 1, harga saham BBRI melonjak tajam +3,62 persen menuju level Rp3.150 per lembar saham.
Antusiasme pasar terlihat sangat tinggi dengan volume perdagangan yang mencapai 116 juta saham dan frekuensi transaksi sebanyak 17.958 kali.
Nilai transaksi yang tercatat pada sesi pertama ini telah menembus angka Rp361,9 miliar. Berdasarkan data pasar, penguatan ini didorong oleh aksi beli masif yang tercermin dari angka net buy senilai Rp65,4 miliar. Kondisi ini menjadi angin segar bagi pelaku pasar setelah saham BBRI sempat "memerah" dengan koreksi -2,61 persen pada penutupan Jumat pekan lalu.
Pemulihan ini sebenarnya sudah mulai terendus sejak perdagangan Senin (4/5/2026) kemarin, di mana BBRI mampu berbalik arah ke zona hijau dengan kenaikan +1,67 persen di level Rp3.040.
Salah satu indikator krusial yang mendukung pembalikan arah ini adalah menipisnya tekanan jual asing (net sell) yang hanya tersisa Rp18,07 miliar, jauh menyusut dibandingkan hari sebelumnya yang mencapai angka Rp598,28 miliar.
Analisis Teknikal BBRI
Lonjakan harga pada sesi pagi ini secara otomatis mematahkan proyeksi awal sejumlah sekuritas. CGS International Sekuritas sebelumnya memperkirakan bahwa saham BBRI akan menghadapi tantangan pada level resistansi pertama di 3.053 dan resistansi kedua di 3.067.
Namun, dengan harga saat ini yang sudah menyentuh level Rp3.170, kedua batas atas tersebut telah ditembus dengan volume yang meyakinkan.
Di sisi lain, BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS) sebelumnya memetakan area teknikal penting yang harus dicermati investor. Dukungan kuat (support) berada pada rentang 2.850-2.900.
Analis BRIDS juga menyoroti potensi reversal atau pembalikan tren jangka panjang apabila saham mampu menembus angka di atas 3.778 untuk melewati garis Moving Average 200 (MA200).
Kinerja Kuartal I-2026: Fundamental Tetap Kokoh
Dukungan terhadap kenaikan harga saham ini tidak datang dari faktor teknikal semata, melainkan didorong oleh fundamental perusahaan yang dinilai tetap solid dan sesuai dengan proyeksi pasar. Sepanjang kuartal I-2026, BRI berhasil mencetak laba bersih sebesar Rp15,5 triliun.
Meskipun secara kuartalan (quarter-on-quarter) mengalami penurunan tipis 2 persen, namun jika dibandingkan secara tahunan (year-on-year), perolehan laba ini tumbuh signifikan sebesar 14 persen.