Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.798.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 6.969,396
LQ45 677,179
Srikehati 334,465
JII 451,232
USD/IDR 17.370

BI Lapor Harga Rumah Lesu Pada Awal Tahun 2026

Achmad Fauzi | Rina Anggraeni | Suara.com

Minggu, 10 Mei 2026 | 13:58 WIB
BI Lapor Harga Rumah Lesu Pada Awal Tahun 2026
Harga rumah mengalami perlambatan pada kuartal I-2026. [Antara]
  • Bank Indonesia mencatat pertumbuhan harga properti residensial pada kuartal I 2026 sebesar 0,62 persen secara tahunan.
  • Penjualan unit properti residensial pada periode yang sama mengalami penurunan cukup dalam sebesar 25,67 persen.
  • Dana internal pengembang menjadi sumber pendanaan utama pembangunan, sedangkan konsumen dominan menggunakan skema Kredit Pemilikan Rumah.

Suara.com - Bank Indonesia (BI) melaporkan harga properti residensial di pasar primer pada kuartal I 2026 masih mencatat pertumbuhan terbatas.

Direktur Eksekutif Komunikasi BI Ramdan Denny, mengatakan berdasarkan Hasil Survei Harga Properti Residensial (SHPR), Indeks Harga Properti Residensial (IHPR) pada periode tersebut tumbuh sebesar 0,62 persen secara tahunan (year on year/yoy).

"Angka ini sedikit lebih rendah dibandingkan pertumbuhan triwulan sebelumnya yang mencapai 0,83 persen (yoy)," ujarnya dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Minggu (10/5/2026).

Ilustrasi perumahan/KPR. [Antara]
Harga rumah mengalami perlambatan pada kuartal I-2026. [Antara]

Di sisi lain, penjualan rumah atau unit properti residensial secara keseluruhan mengalami kontraksi cukup dalam. Penjualan tercatat turun sebesar 25,67 persen (yoy), berbalik arah dibandingkan triwulan IV 2025 yang sempat tumbuh 7,83 persen (yoy).

"Angka tersebut berbanding terbalik dengan pertumbuhan pada triwulan IV 2025 yang sempat menguat di angka 7,83 persen (yoy)," bebernya.

Berdasarkan tipe properti, penjualan unit residensial tipe menengah tercatat mengalami peningkatan. Namun, penjualan rumah tipe kecil dan tipe besar masih lemah dan belum menunjukkan penguatan pasar yang signifikan.

Dari sisi pendanaan, dana internal pengembang masih menjadi sumber utama pembangunan proyek properti residensial. Ramdan menyebut pangsa pendanaan internal mencapai 80,66 persen dari total kebutuhan pembiayaan perusahaan.

Sementara dari sisi konsumen, skema Kredit Pemilikan Rumah (KPR) masih menjadi pilihan utama dalam pembelian properti di pasar primer. Pangsa penggunaan KPR tercatat mencapai 69,87 persen dari total skema pembelian.

Kondisi tersebut menunjukkan peran penting sektor perbankan dan kebijakan BI dalam menjaga daya beli masyarakat di sektor hunian.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dikuras untuk Bayar Utang dan Jaga Rupiah, Cadangan Devisa Indonesia Capai Titik Terendah Sejak 2024

Dikuras untuk Bayar Utang dan Jaga Rupiah, Cadangan Devisa Indonesia Capai Titik Terendah Sejak 2024

Bisnis | Sabtu, 09 Mei 2026 | 16:24 WIB

Duit Negara 'Ludes' Rp34 Triliun dalam Sebulan! Bank Indonesia Akhirnya Buka Suara!

Duit Negara 'Ludes' Rp34 Triliun dalam Sebulan! Bank Indonesia Akhirnya Buka Suara!

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 11:22 WIB

Perry Warjiyo Ungkap Penyebab Rupiah Melemah, BI Intervensi All Out Jaga Stabilitas

Perry Warjiyo Ungkap Penyebab Rupiah Melemah, BI Intervensi All Out Jaga Stabilitas

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:35 WIB

Terkini

BTN Siapkan KPR hingga Kredit UMKM untuk Dongkrak Ekonomi Tapanuli Utara

BTN Siapkan KPR hingga Kredit UMKM untuk Dongkrak Ekonomi Tapanuli Utara

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 13:47 WIB

5 Tabungan yang Wajib Dimiliki Saat Muda, Bisa Jadi Bekal di Hari Tua

5 Tabungan yang Wajib Dimiliki Saat Muda, Bisa Jadi Bekal di Hari Tua

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 12:05 WIB

Asing 'Borong' Rp11 Triliun di IHSG, Sinyal Rebound Saham Blue Chip?

Asing 'Borong' Rp11 Triliun di IHSG, Sinyal Rebound Saham Blue Chip?

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 12:00 WIB

Ini Cara Kiai Ashari Kumpulkan Uang untuk Ponpes Ndholo Kusumo

Ini Cara Kiai Ashari Kumpulkan Uang untuk Ponpes Ndholo Kusumo

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 11:27 WIB

Pengusaha Ngadu ke Purbaya, Proyek PLTSa Makassar Terhambat Sejak 2022

Pengusaha Ngadu ke Purbaya, Proyek PLTSa Makassar Terhambat Sejak 2022

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 11:03 WIB

OJK Pantau Pindar KoinP2P, Setelah Petingginya Tersandung Korupsi

OJK Pantau Pindar KoinP2P, Setelah Petingginya Tersandung Korupsi

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 11:02 WIB

Industri Kretek Indonesia Terancam Mati

Industri Kretek Indonesia Terancam Mati

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 10:53 WIB

Fenomena Food Noise yang Bikin Indonesia Peringkat ke-3 di Asia Tenggara

Fenomena Food Noise yang Bikin Indonesia Peringkat ke-3 di Asia Tenggara

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 10:52 WIB

Setelah Ada Kecelakaan KRL, KAI Baru Benahi Perlintasan Sebidang

Setelah Ada Kecelakaan KRL, KAI Baru Benahi Perlintasan Sebidang

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 10:32 WIB

Anomali IHSG Pekan Ini: Indeks Melemah, Asing 'Net Buy' Jumbo

Anomali IHSG Pekan Ini: Indeks Melemah, Asing 'Net Buy' Jumbo

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 10:27 WIB