Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.790.000
Beli Rp2.665.000
IHSG 6.127,381
LQ45 611,168
Srikehati 300,000
JII 381,954
USD/IDR 17.878

Dana Nganggur Perbankan Tembus Rp2.551 Triliun, Bank Indoensia Ungkap Penyebabnya

Dythia Novianty, Rina Anggraeni

Kamis, 21 Mei 2026 | 07:36 WIB
Dana Nganggur Perbankan Tembus Rp2.551 Triliun, Bank Indoensia Ungkap Penyebabnya
Ilustrasi Bank Indonesia (Unsplash/nimbostratus)
  • Bank Indonesia mencatat adanya dana nganggur atau undisbursed loan perbankan sebesar Rp2.551,42 triliun hingga Mei 2026.
  • Penyaluran kredit perbankan nasional pada April 2026 tumbuh positif sebesar 9,98 persen yang didorong sektor investasi.
  • Industri perbankan dinilai tangguh dengan likuiditas memadai serta rasio kecukupan modal mencapai 25,09 persen pada Maret 2026.

Suara.com - Bank Indonesia (BI) mencatat masih ada dana nganggur yang belum digunakan oleh perbankan.

Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo, mengatakan ketersediaan fasilitas pinjaman yang belum digunakan (undisbursed loan) masih sangat besar. Adapun total yang belum digunakan mencapai Rp2.551, triliun.

"Ketersediaan fasilitas pinjaman yang belum digunakan (undisbursed loan) mencapai Rp2.551,42 triliun atau setara dengan 22,57 persen dari total plafon kredit yang tersedia," katanya dalam paparan RDG secara virtual, Rabu (20/5/2026).

Namun, dia memprakirakan pertumbuhan kredit sepanjang tahun 2026 akan tetap terjaga pada kisaran 8 hingga 12 persen.

Adapun, penyaluran kredit perbankan terus memperkuat akselerasi pertumbuhan ekonomi nasional dengan capaian signifikan pada April 2026 yang tumbuh sebesar 9,98 persen secara tahunan (year on year/yoy).

"Angka ini menunjukkan tren peningkatan yang lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan pada Maret 2026 yang tercatat sebesar 9,49 persen secara tahunan," bebernya.

Gubernur BI Perry Warjiyo tiba di Istana Kepresidenan Jakarta. (Suara.com/Novian)
Gubernur BI Perry Warjiyo. (Suara.com/Novian)

Tren positif pertumbuhan kredit ini didorong oleh peningkatan di berbagai kelompok penggunaan sektor usaha.

Secara rinci, kredit investasi mencatatkan lonjakan tertinggi sebesar 19,48 persen secara tahunan, disusul oleh kredit konsumsi yang tumbuh 6,13 persen, serta kredit modal kerja yang meningkat sebesar 6,04 persen pada April 2026.

Selain itu, kapasitas pembiayaan perbankan juga dinilai sangat memadai. Hal ini tecermin dari rasio Alat Likuid terhadap Dana Pihak Ketiga (AL/DPK) yang berada di level 25,39 persen.

Dana Pihak Ketiga (DPK) sendiri masih menunjukkan pertumbuhan yang kuat sebesar 11,39 persen secara tahunan pada April 2026.

Dari sisi biaya pinjaman, efisiensi suku bunga perbankan terus ditingkatkan untuk merangsang ekonomi. Pada April 2026, rata-rata suku bunga kredit tercatat sebesar 8,73 persen, sementara suku bunga deposito untuk jangka waktu satu bulan berada di level 4,16 persen.

Di tengah situasi geopolitik global, ketahanan perbankan nasional dilaporkan tetap kuat dalam memitigasi risiko dampak perang di Timur Tengah.

Kondisi ini ditandai dengan likuiditas yang memadai, kapasitas permodalan tinggi, dan risiko kredit yang tetap rendah.

Rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/CAR) perbankan pada Maret 2026 berada di level 25,09 persen, yang sangat tangguh dalam menyerap risiko.

Sementara itu, risiko kredit bermasalah atau Non-Performing Loan (NPL) secara agregat juga terjaga rendah, yakni sebesar 2,14 persen (bruto) dan 0,83 persen (neto) pada Maret 2026.

Hasil stress test yang dilakukan Bank Indonesia menunjukkan bahwa industri perbankan tetap kokoh menghadapi berbagai risiko rambatan global berkat kemampuan bayar dan profitabilitas korporasi yang terjaga dengan baik.

Sebagai langkah antisipatif, Bank Indonesia berkomitmen terus memperkuat implementasi kebijakan makroprudensial yang akomodatif serta bersinergi dengan Pemerintah dan KSSK guna menjaga stabilitas sistem keuangan dan mendorong penyaluran kredit yang lebih luas bagi masyarakat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

BI Jamin Uang Palsu Kini Lebih Mudah Dideteksi, Ini Ciri-cirinya

BI Jamin Uang Palsu Kini Lebih Mudah Dideteksi, Ini Ciri-cirinya

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 19:04 WIB

Kredibiltas Jadi Bukti, Presiden RI Buat Rupiah Menguat ke Rp6.500 Per Dolar AS

Kredibiltas Jadi Bukti, Presiden RI Buat Rupiah Menguat ke Rp6.500 Per Dolar AS

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 13:12 WIB

BTN dan MKP Bangun Sistem Ticketing Digital di Pelabuhan Wisata Bali

BTN dan MKP Bangun Sistem Ticketing Digital di Pelabuhan Wisata Bali

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 13:08 WIB

Makin Canggih, BI Sebut Rupiah Kian Sulit Ditiru hingga Peredaran Uang Palsu Turun Drastis

Makin Canggih, BI Sebut Rupiah Kian Sulit Ditiru hingga Peredaran Uang Palsu Turun Drastis

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 12:57 WIB

BINA Terus Perkuat Ekosistem Salim Group

BINA Terus Perkuat Ekosistem Salim Group

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 08:27 WIB

Rupiah Sentuh Rp17.500 per Dolar AS, BI Bongkar Penyebabnya

Rupiah Sentuh Rp17.500 per Dolar AS, BI Bongkar Penyebabnya

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 07:21 WIB

Terkini

Prabowo Soroti Ketimpangan Ekonomi: RI Kaya Nikel hingga Emas, Rakyat Jangan Hanya Jadi Penonton

Prabowo Soroti Ketimpangan Ekonomi: RI Kaya Nikel hingga Emas, Rakyat Jangan Hanya Jadi Penonton

Bisnis | Senin, 01 Juni 2026 | 14:11 WIB

Prabowo Pidato 1 Juni 2026: Lawan Asing, Waktunya Kembali ke Ekonomi Pancasila

Prabowo Pidato 1 Juni 2026: Lawan Asing, Waktunya Kembali ke Ekonomi Pancasila

Bisnis | Senin, 01 Juni 2026 | 12:58 WIB

Purbaya Minta Pegawai Kemenkeu Terapkan Nilai Pancasila untuk Kelola Keuangan Negara

Purbaya Minta Pegawai Kemenkeu Terapkan Nilai Pancasila untuk Kelola Keuangan Negara

Bisnis | Senin, 01 Juni 2026 | 11:49 WIB

Aturan DHE SDA Berlaku Hari Ini, Purbaya Minta Kepatuhan Repatriasi Wajib 100 Persen

Aturan DHE SDA Berlaku Hari Ini, Purbaya Minta Kepatuhan Repatriasi Wajib 100 Persen

Bisnis | Senin, 01 Juni 2026 | 11:20 WIB

Purbaya Rayu Eksportir lewat Insentif Jika Mau Simpan DHE SDA ke Bank Pemerintah

Purbaya Rayu Eksportir lewat Insentif Jika Mau Simpan DHE SDA ke Bank Pemerintah

Bisnis | Senin, 01 Juni 2026 | 11:02 WIB

Rupiah Berhasil Menguat saat Hari Pancasila, tapi Masih Nyaman di Level Rp17.840

Rupiah Berhasil Menguat saat Hari Pancasila, tapi Masih Nyaman di Level Rp17.840

Bisnis | Senin, 01 Juni 2026 | 10:59 WIB

Riset LPEI: Indonesia Masih Pengekspor Minyak Kelapa Terbesar Kedua di Dunia

Riset LPEI: Indonesia Masih Pengekspor Minyak Kelapa Terbesar Kedua di Dunia

Bisnis | Senin, 01 Juni 2026 | 10:36 WIB

Harga Emas Antam Tetap Dibanderol Rp 2.799.000/Gram Hari Ini

Harga Emas Antam Tetap Dibanderol Rp 2.799.000/Gram Hari Ini

Bisnis | Senin, 01 Juni 2026 | 10:32 WIB

IRESS: Masyarakat Lebih Butuh Listrik Andal daripada Kompensasi Blackout

IRESS: Masyarakat Lebih Butuh Listrik Andal daripada Kompensasi Blackout

Bisnis | Senin, 01 Juni 2026 | 10:28 WIB

Konflik Israel - Lebanon Memanas, Harga Minyak Dunia Melonjak Lebih dari 2 persen

Konflik Israel - Lebanon Memanas, Harga Minyak Dunia Melonjak Lebih dari 2 persen

Bisnis | Senin, 01 Juni 2026 | 10:23 WIB