Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.740.000
Beli Rp2.595.000
IHSG 5.594,765
LQ45 557,746
Srikehati 272,472
JII 338,801
USD/IDR 18.015

Purbaya Bantah Isu Banyak Perusahaan Bangkrut Gegara Ekonomi Lesu, Ini Buktinya

Dicky Prastya

Minggu, 07 Juni 2026 | 17:17 WIB
Purbaya Bantah Isu Banyak Perusahaan Bangkrut Gegara Ekonomi Lesu, Ini Buktinya
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa saat konferensi pers APBN KiTa edisi Juni 2026 di Kantor Kemenkeu, Jakarta, Jumat (5/6/2026). [Suara.com/Dicky Prastya]
  • Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa membantah isu kebangkrutan perusahaan dengan data penerimaan pajak per Mei 2026.
  • Realisasi penerimaan pajak nasional mencapai Rp834,4 triliun atau naik 22,1 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.
  • Peningkatan setoran PPh Badan dan PPN membuktikan adanya perbaikan kondisi perekonomian nyata di seluruh Indonesia.

Suara.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menepis isu soal banyak perusahaan bangkrut di Indonesia. Hal ini dibuktikan dengan realisasi penerimaan pajak ke Anggaran Pendapatan dan Belanja (APBN) per Mei 2026.

Menkeu Purbaya menerangkan kalau setoran pajak mencapai Rp 834,4 triliun atau naik 22,1 persen secara year on year (yoy) pada Mei 2026. Angka ini naik dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 683,3 triliun.

Dari total itu, Pajak Penghasilan (PPh) Badan dan Deposit PPh Badan mencapai Rp 167,6 triliun atau meningkat 23,9 persen secara yoy. Angka ini melonjak dibandingkan Rp 135,2 triliun dengan pertumbuhan 5,1 persen pada April 2026.

"Jadi ini yang tadi bikin saya takut nih, April kok cuma tumbuh segini? Padahal yang lain tumbuh kencang kan. Ternyata di bulan Mei balik ke level yang normal, dia tumbuhnya 23,9 persen dari Rp 135,2 triliun naik ke Rp 167,6 triliun," katanya dalam konferensi pers APBN KiTa edisi Juni 2026, dikutip Minggu (7/6/2026).

"Jadi kekhawatiran saya yang sebelumnya, mungkin perusahaan pada bangkrut nih, jadi bayarnya kecil hanya tumbuh 5,1 persen ternyata salah. Ternyata mereka juga cukup sehat pertumbuhannya itu 23,9 persen," lanjutnya.

Warga mengunjungi salah satu pusat perbelanjaan di Jakarta, Senin (30/3/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]
Ilustrasi ekonomi. Foto: Warga mengunjungi salah satu pusat perbelanjaan di Jakarta, Senin (30/3/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]

Selanjutnya ada PPh Orang Pribadi dan PPh 21 yang mencapai Rp 123,1 triliun atau tumbuh 26 persen yoy per Mei 2026. Angka ini tumbuh dari April 2026 dengan angka Rp 101,1 triliun atau tumbuh 25,1 persen yoy.

Ketiga ada PPh Final, PPh 22, dan PPh 26 dengan angka Rp 138,7 triliun atau naik 5,2 persen yoy. Angka ini tumbuh dari April 2026 sebesar Rp 109,1 triliun atau 9,8 persen yoy.

Kategori keempat yakni Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) dengan realisasi Rp 315,7 triliun atau tumbuh 41,3 persen yoy. Angka ini naik dari April 2026 dengan Rp 221,2 triliun atau 40,2 persen yoy.

"Jadi ini semua menunjukkan bahwa ada perbaikan real di perekonomian," imbuhnya.

Lebih lanjut Purbaya mengakui kalau selama ini ada banyak kritik kalau pertumbuhan ekonomi hanya ada di atas kertas, bukan nyata di masyarakat. Ia mengklaim tidak tutup kuping terhadap masukan itu dan langsung memeriksa data yang ada.

Hasilnya, semua data memperlihatkan kalau kondisi ekonomi memang membaik. Ia menegaskan kalau Menkeu maupun Pemerintah tidak bohong dengan pertumbuhan yang ada.

"Jadi Menteri Keuangan enggak bohong, Pemerintah enggak bohong," jelas Purbaya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Cegah Kebocoran Cukai, Purbaya Siapkan Mesin Canggih Pendeteksi Produksi Rokok

Cegah Kebocoran Cukai, Purbaya Siapkan Mesin Canggih Pendeteksi Produksi Rokok

Bisnis | Minggu, 07 Juni 2026 | 16:52 WIB

Purbaya Targetkan Penerimaan Pajak Tumbuh 20,5 Persen di 2026

Purbaya Targetkan Penerimaan Pajak Tumbuh 20,5 Persen di 2026

Bisnis | Minggu, 07 Juni 2026 | 15:42 WIB

Purbaya Bingung Ekonomi RI Dibilang Masuk Masa Resesi

Purbaya Bingung Ekonomi RI Dibilang Masuk Masa Resesi

Bisnis | Minggu, 07 Juni 2026 | 15:24 WIB

Isu Reshuffle Menkeu-Gubernur BI, INDEF Ingatkan Risiko Ekonomi RI Terguncang

Isu Reshuffle Menkeu-Gubernur BI, INDEF Ingatkan Risiko Ekonomi RI Terguncang

Bisnis | Minggu, 07 Juni 2026 | 13:56 WIB

LPDB Kawal Hilirisasi Tebu, Koperasi Perkuat Ekosistem Industri Gula Nasional

LPDB Kawal Hilirisasi Tebu, Koperasi Perkuat Ekosistem Industri Gula Nasional

Bisnis | Minggu, 07 Juni 2026 | 13:15 WIB

Ramai Rumor Purbaya Diganti Chatib Basri, Berapa Gaji Menteri Keuangan RI?

Ramai Rumor Purbaya Diganti Chatib Basri, Berapa Gaji Menteri Keuangan RI?

Lifestyle | Minggu, 07 Juni 2026 | 11:03 WIB

Terkini

Cegah Kebocoran Cukai, Purbaya Siapkan Mesin Canggih Pendeteksi Produksi Rokok

Cegah Kebocoran Cukai, Purbaya Siapkan Mesin Canggih Pendeteksi Produksi Rokok

Bisnis | Minggu, 07 Juni 2026 | 16:52 WIB

Stok Minyak Dunia Menipis, OPEC+ Mau Tambah Produksi: Harga Siap Melonjak?

Stok Minyak Dunia Menipis, OPEC+ Mau Tambah Produksi: Harga Siap Melonjak?

Bisnis | Minggu, 07 Juni 2026 | 16:24 WIB

BTN Sukses Tekan Rasio Kredit Bermasalah, Transformasi Loan Factory Perkuat Kualitas Kredit Baru

BTN Sukses Tekan Rasio Kredit Bermasalah, Transformasi Loan Factory Perkuat Kualitas Kredit Baru

Bisnis | Minggu, 07 Juni 2026 | 16:18 WIB

Berawal dari Keterbatasan, Kini Omzet UMKM Ini Meroket Berlipat

Berawal dari Keterbatasan, Kini Omzet UMKM Ini Meroket Berlipat

Bisnis | Minggu, 07 Juni 2026 | 16:13 WIB

Transaksi Syariah Bank Mega Syariah Melonjak 89 Persen, Ini Pendorongnya

Transaksi Syariah Bank Mega Syariah Melonjak 89 Persen, Ini Pendorongnya

Bisnis | Minggu, 07 Juni 2026 | 16:00 WIB

Purbaya Targetkan Penerimaan Pajak Tumbuh 20,5 Persen di 2026

Purbaya Targetkan Penerimaan Pajak Tumbuh 20,5 Persen di 2026

Bisnis | Minggu, 07 Juni 2026 | 15:42 WIB

Purbaya Bingung Ekonomi RI Dibilang Masuk Masa Resesi

Purbaya Bingung Ekonomi RI Dibilang Masuk Masa Resesi

Bisnis | Minggu, 07 Juni 2026 | 15:24 WIB

8 Pinjol Masuk Pengawasan Khusus, Izin Usaha Terancam Dicabut

8 Pinjol Masuk Pengawasan Khusus, Izin Usaha Terancam Dicabut

Bisnis | Minggu, 07 Juni 2026 | 15:16 WIB

Analis: Isu Pergantian Gubernur BI Picu Kekhawatiran Investor Global, Risikonya Besar

Analis: Isu Pergantian Gubernur BI Picu Kekhawatiran Investor Global, Risikonya Besar

Bisnis | Minggu, 07 Juni 2026 | 14:17 WIB

Isu Reshuffle Menkeu-Gubernur BI, INDEF Ingatkan Risiko Ekonomi RI Terguncang

Isu Reshuffle Menkeu-Gubernur BI, INDEF Ingatkan Risiko Ekonomi RI Terguncang

Bisnis | Minggu, 07 Juni 2026 | 13:56 WIB