Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.715.000
Beli Rp2.570.000
IHSG 5.902,376
LQ45 589,478
Srikehati 287,394
JII 351,837
USD/IDR 17.966

Cadev Turun 1,3 Miliar Dolar AS, Gubernur BI Singgung IMF

M Nurhadi, Rina Anggraeni

Selasa, 09 Juni 2026 | 15:49 WIB
Cadev Turun 1,3 Miliar Dolar AS, Gubernur BI Singgung IMF
Gubernur BI Perry Warjiyo tiba di Istana Kepresidenan Jakarta. (Suara.com/Novian)
  • Gubernur BI Perry Warjiyo menyatakan cadangan devisa Indonesia per Mei 2026 sebesar 144,9 miliar dolar AS masih sangat aman.
  • Penurunan cadangan sebesar 1,3 miliar dolar AS dari April 2026 terjadi akibat langkah stabilisasi nilai tukar mata uang rupiah.
  • Posisi cadangan devisa terbukti tangguh dan mampu menopang ekonomi nasional dari volatilitas pasar global sesuai standar Dana Moneter Internasional.

Suara.com - Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo, memberikan pernyataan tegas guna menjamin bahwa posisi cadangan devisa (cadev) Indonesia saat ini masih berada dalam koridor yang sangat aman dan tangguh.

Penegasan resmi dari pucuk pimpinan bank sentral tersebut sekaligus mematahkan berbagai isu miring serta rumor yang beredar di pasar finansial mengenai potensi penipisan cadangan kas internasional milik negara.

Secara rincian angka, portofolio cadangan devisa Indonesia pada penghujung Mei 2026 dilaporkan bertengger di level 144,9 miliar dolar AS atau setara dengan kisaran Rp2.622 triliun.

Posisi tersebut memang memperlihatkan adanya penurunan nominal jika disandingkan dengan catatan pada akhir April 2026 yang sempat menyentuh 146,2 miliar dolar AS.

Berdasarkan perbandingan berkala tersebut, kas cadangan luar negeri pemerintah telah teralokasikan sebesar 1,3 miliar dolar AS atau setara kurang lebih Rp23 triliun, yang utamanya disalurkan untuk langkah stabilisasi kurs.

"Lebih dari cukup. Gini, caranya gini. BI itu selalu mengukur berapa jumlah cadangan devisa yang cukup," jelas Perry Warjiyo saat ditemui awak media di Gedung DPR RI, Jakarta, Selasa (9/6/2026).

Perry meyakinkan kalangan pelaku usaha dan investor bahwa kalkulasi volume cadev nasional masih sangat solid dan memenuhi kualifikasi ketat dari lembaga keuangan internasional.

Penilaian ini didasarkan pada parameter baku Reserves Data Template yang dirilis resmi oleh Dana Moneter Internasional (International Monetary Fund/IMF).

"Ada indikator yang dikeluarkan IMF, yang disebut adequacy reserve asset. Dan kami ukur itu. Itu adalah mudahnya ya, berapa cadangan devisa untuk bisa meng-cover pelembahan rupiah yang dalam," urai Perry mengenai formula ketahanan moneter.

Gubernur BI meluruskan bahwa fluktuasi penurunan minor pada bulan lalu tidak merusak struktur pertahanan keuangan Indonesia.

Hasil perolehan devisa saat ini justru tetap menjadi instrumen penopang utama (buffer) yang sangat krusial bagi Indonesia dalam meredam potensi efek kejut (shock absorber) akibat tingginya volatilitas pasar global, sekaligus menjamin denyut nadi perekonomian domestik dapat terus melaju secara konsisten.

"Kami ukur-ukur itu dan sekarang sudah masih lebih dari 115 persen. Jadi masih lebih dari cukup itu. Di samping yang sekitar 6 bulan impor," pungkas Perry Warjiyo mengakhiri penjelasannya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

BI Rate Naik Lagi 25 bps, Jadi 5,50 Persen

BI Rate Naik Lagi 25 bps, Jadi 5,50 Persen

Bisnis | Selasa, 09 Juni 2026 | 13:02 WIB

Gegara Rupiah Keok, Bank Indonesia Mendadak Naikkan BI-Rate Jadi 5,50%

Gegara Rupiah Keok, Bank Indonesia Mendadak Naikkan BI-Rate Jadi 5,50%

Bisnis | Selasa, 09 Juni 2026 | 12:57 WIB

Rupiah Terus Tertekan, Bank Indonesia Sebut Belum Ada Rapat Darurat

Rupiah Terus Tertekan, Bank Indonesia Sebut Belum Ada Rapat Darurat

Bisnis | Selasa, 09 Juni 2026 | 09:31 WIB

Uang Tunai dan Dana Perbankan Tetap Melimpah, BI Catat Uang Primer Tumbuh 14,2%

Uang Tunai dan Dana Perbankan Tetap Melimpah, BI Catat Uang Primer Tumbuh 14,2%

Bisnis | Selasa, 09 Juni 2026 | 08:07 WIB

Rupiah Jebol Rp18.110 dan IHSG Ambles 3%, Pasar Tak Percaya Jurus Baru Perry dan Purbaya?

Rupiah Jebol Rp18.110 dan IHSG Ambles 3%, Pasar Tak Percaya Jurus Baru Perry dan Purbaya?

Bisnis | Senin, 08 Juni 2026 | 11:50 WIB

Cadangan Devisa Indonesia Susut Rp23 Triliun Dalam Sebulan, Tapi Rupiah Kian Melemah

Cadangan Devisa Indonesia Susut Rp23 Triliun Dalam Sebulan, Tapi Rupiah Kian Melemah

Bisnis | Senin, 08 Juni 2026 | 11:03 WIB

Terkini

Pipa Cisem II Beroperasi Penuh, KITB Dapat Suntikan Energi Baru

Pipa Cisem II Beroperasi Penuh, KITB Dapat Suntikan Energi Baru

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 20:23 WIB

Borok Investasi Asing Mencuat, Sering Terlantarkan Hak Pekerja

Borok Investasi Asing Mencuat, Sering Terlantarkan Hak Pekerja

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 20:17 WIB

Purbaya Pede Rupiah Bisa Menguat hingga Rp 16.800 per Dolar AS Tahun Depan

Purbaya Pede Rupiah Bisa Menguat hingga Rp 16.800 per Dolar AS Tahun Depan

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 19:58 WIB

Investasi AI di Indonesia Tetap Jalan Meski Rupiah Lemah

Investasi AI di Indonesia Tetap Jalan Meski Rupiah Lemah

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 19:56 WIB

Kereta 12 Rangkaian Akan Layani Green Line Tanah Abang - Rangkasbitung

Kereta 12 Rangkaian Akan Layani Green Line Tanah Abang - Rangkasbitung

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 19:27 WIB

Pemerintah Tepat Naikkan Harga Pertamax

Pemerintah Tepat Naikkan Harga Pertamax

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 18:58 WIB

Ekonom UGM Bongkar Stress Test APBN, Rupiah Rp18.200 Jadi Ambang Kritis

Ekonom UGM Bongkar Stress Test APBN, Rupiah Rp18.200 Jadi Ambang Kritis

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 18:40 WIB

Purbaya Klaim Harga BBM Naik Berefek Minim ke Inflasi

Purbaya Klaim Harga BBM Naik Berefek Minim ke Inflasi

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 18:32 WIB

Kenaikan Pertamax Bikin Kaget, Pengguna Xpander Menjerit: Rp480 Ribu Pun Belum Bisa Full Tank!

Kenaikan Pertamax Bikin Kaget, Pengguna Xpander Menjerit: Rp480 Ribu Pun Belum Bisa Full Tank!

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 18:26 WIB

Terungkap, Harga Pertamax Aslinya Rp21.000 per Liter

Terungkap, Harga Pertamax Aslinya Rp21.000 per Liter

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 18:01 WIB