Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.715.000
Beli Rp2.570.000
IHSG 5.902,376
LQ45 589,478
Srikehati 287,394
JII 351,837
USD/IDR 17.966

MBG Bakal Ditarik dari Sekolah Elit, Fokus Daerah Terpencil

Achmad Fauzi, Fakhri Fuadi Muflih

Kamis, 11 Juni 2026 | 16:29 WIB
MBG Bakal Ditarik dari Sekolah Elit, Fokus Daerah Terpencil
Pemerintah akan menghapus program MBG dari sekolah elit. [Antara]
  • Pemerintah mengevaluasi penyaluran Makan Bergizi Gratis di sekolah elit agar bantuan program menjadi lebih tepat sasaran.
  • Menko Pangan Zulkifli Hasan menekankan pentingnya pengalihan fokus bantuan kepada kelompok masyarakat yang lebih membutuhkan bantuan.
  • Pemerintah memprioritaskan distribusi gizi ke wilayah 3T serta memperbaiki tata kelola program bersama Badan Gizi Nasional.

Suara.com - Pemerintah bakal mengevaluasi penyaluran program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sekolah-sekolah elit. Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari penataan program agar bantuan lebih tepat sasaran.

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan atau Zulhas mengatakan evaluasi tersebut merupakan bagian dari upaya refocusing penerima manfaat MBG yang saat ini tengah dilakukan pemerintah bersama manajemen baru Badan Gizi Nasional (BGN).

Menurut dia, masih terdapat penerima manfaat yang sebenarnya tidak terlalu membutuhkan program tersebut. Di sisi lain, masih ada kelompok masyarakat yang semestinya menjadi prioritas namun belum seluruhnya terjangkau.

Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas). (Suara.com/Hiskia)
Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas). (Suara.com/Hiskia)

"Nah, yang kedua, Saudara, dalam rangka perbaikan kita perlu refocusing agar penerima manfaat ini tepat," kata Zulhas di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta, Kamis (11/6/2026).

Ia menuturkan salah satu yang akan menjadi perhatian pemerintah adalah pelaksanaan MBG di sekolah-sekolah yang berasal dari kelompok ekonomi mampu. 

"Misalnya, sekolah-sekolah yang bagus ini akan dilakukan langsung 1 bulan ini. Sekolah-sekolah yang elit ya, memang enggak memerlukan makan bergizi ya tentu nanti akan dilihat," ujarnya.

Ketua Umum PAN itu menegaskan pemerintah tidak akan menghentikan program MBG. Namun, penyaluran bantuan akan ditata kembali agar lebih sesuai dengan tujuan awal program.

Pemerintah disebutnya ingin MBG dapat menjangkau kelompok yang lebih membutuhkan, terutama di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

"Yang memerlukan belum dapat, tapi yang enggak perlu dapat. Nah, ini akan ditata lebih lanjut karena kita akan fokus kepada yang terlambat ini, sangat terlambat di 3T," kata Zulhas.

Ia menjelaskan wilayah 3T menjadi salah satu fokus utama pemerintah dalam proses pembenahan program MBG. Menurutnya, masih banyak masyarakat di daerah tersebut yang membutuhkan perhatian lebih dalam pemenuhan gizi.

Selain melakukan penajaman sasaran penerima manfaat, pemerintah juga tengah membenahi berbagai aspek lain dalam pelaksanaan MBG. Mulai dari tata kelola program, kualitas dapur atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), hingga keamanan pangan.

Zulhas mengatakan pemerintah memberikan waktu kepada manajemen baru BGN untuk melakukan penataan menyeluruh terhadap program yang menjadi salah satu prioritas Presiden Prabowo Subianto tersebut.

Menurut dia, langkah pembenahan diperlukan agar pelaksanaan MBG berjalan lebih efektif dan mampu memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat yang menjadi sasaran program.

"Oleh karena itu, perlu penataan yang menyeluruh oleh Kepala BGN dan Wakil Kepala dan tim yang baru untuk membenahi program yang sangat penting, program pokok dan kebijakan-kebijakan yang sungguh-sungguh bisa sesuai dengan harapan Bapak Presiden dan harapan kita semuanya," tuturnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Negara Berpotensi Boncos Rp12 Triliun Imbas Jual Beli Titik Dapur MBG

Negara Berpotensi Boncos Rp12 Triliun Imbas Jual Beli Titik Dapur MBG

Bisnis | Kamis, 11 Juni 2026 | 14:01 WIB

Luhut-Chatib Basri soal MBG: Jangan Bertengkar-Ini Masalah Kepercayaan!

Luhut-Chatib Basri soal MBG: Jangan Bertengkar-Ini Masalah Kepercayaan!

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 12:55 WIB

Chatib Basri Sorot Efisiensi Anggaran MBG: Harus Lebih Efisien Lagi

Chatib Basri Sorot Efisiensi Anggaran MBG: Harus Lebih Efisien Lagi

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 08:36 WIB

Terkini

BPK Dukung BULOG Wujudkan Swasembada Pangan Lewat Tata Kelola Akuntabel

BPK Dukung BULOG Wujudkan Swasembada Pangan Lewat Tata Kelola Akuntabel

Bisnis | Kamis, 11 Juni 2026 | 16:24 WIB

Transaksi Melonjak 103%, RI Masuk Peringkat 7 Dunia Adopsi Kripto

Transaksi Melonjak 103%, RI Masuk Peringkat 7 Dunia Adopsi Kripto

Bisnis | Kamis, 11 Juni 2026 | 16:22 WIB

Rupiah Melemah ke Rp17.988, Dipicu 'Ulah' Trump dan Rapor Merah Ritel Domestik

Rupiah Melemah ke Rp17.988, Dipicu 'Ulah' Trump dan Rapor Merah Ritel Domestik

Bisnis | Kamis, 11 Juni 2026 | 16:10 WIB

Hunian Tapak Masih Jadi Primadona di Tengah Lesunya Pasar Properti

Hunian Tapak Masih Jadi Primadona di Tengah Lesunya Pasar Properti

Bisnis | Kamis, 11 Juni 2026 | 16:05 WIB

Masyarakat RI Masih Malas Belanja, Penjualan Eceran Anjlok 11,6% di April

Masyarakat RI Masih Malas Belanja, Penjualan Eceran Anjlok 11,6% di April

Bisnis | Kamis, 11 Juni 2026 | 15:56 WIB

Rupiah Nyaris Kembali ke Level Rp18.000 per Dolar AS, BI Sudah Siap-siap

Rupiah Nyaris Kembali ke Level Rp18.000 per Dolar AS, BI Sudah Siap-siap

Bisnis | Kamis, 11 Juni 2026 | 15:37 WIB

Harga Pertamax Naik, Grab Akan Naikkan Tarif?

Harga Pertamax Naik, Grab Akan Naikkan Tarif?

Bisnis | Kamis, 11 Juni 2026 | 15:15 WIB

Inflasi Tembus 4 Persen Akibat Perang Iran, Donald Trump: Saya Suka Inflasi!

Inflasi Tembus 4 Persen Akibat Perang Iran, Donald Trump: Saya Suka Inflasi!

Bisnis | Kamis, 11 Juni 2026 | 14:45 WIB

Mantan Kapolri Era SBY dan Jokowi Jadi Komisaris Utama Bukalapak

Mantan Kapolri Era SBY dan Jokowi Jadi Komisaris Utama Bukalapak

Bisnis | Kamis, 11 Juni 2026 | 14:40 WIB

Dari Cibubur ke Kantor, Kenaikan Harga Pertamax Buat Warga Kelas Menengah Mengelus Dada

Dari Cibubur ke Kantor, Kenaikan Harga Pertamax Buat Warga Kelas Menengah Mengelus Dada

Bisnis | Kamis, 11 Juni 2026 | 14:30 WIB