Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.665.000
Beli Rp2.535.000
IHSG 6.101,333
LQ45 598,429
Srikehati 292,525
JII 363,372
USD/IDR 17.863

BUMN RI Sulap 60 Ton Sampah Kelapa Jadi Sumber Cuan, Biaya Pakan Ternak Turun 60%

Mohammad Fadil Djailani

Selasa, 23 Juni 2026 | 06:16 WIB
BUMN RI Sulap 60 Ton Sampah Kelapa Jadi Sumber Cuan, Biaya Pakan Ternak Turun 60%
Limbah kelapa. [Dok. Antara]
baca 10 detik
  • Sampah kelapa 60 ton/bulan disulap jadi produk bernilai ekonomi.
  • Biaya pakan peternak unggas turun hingga 60% berkat cocopeat.
  • Program SIG hasilkan manfaat sosial Rp2,5 per Rp1 investasi.

Suara.com - PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) melalui unit usahanya, PT Solusi Bangun Andalas (SBA), berhasil mengubah persoalan sampah kelapa di kawasan wisata Pantai Lampuuk, Aceh, menjadi sumber ekonomi baru bagi masyarakat. Melalui program Sakeladera (Sampah Kelapa untuk Desa Sejahtera), limbah kelapa yang sebelumnya menumpuk dan mencemari lingkungan kini diolah menjadi cocopeat untuk campuran pakan ternak, sehingga mampu memangkas biaya produksi peternak unggas hingga 60%.

Program tersebut lahir dari persoalan tingginya timbulan sampah kelapa dari aktivitas wisata di Pantai Lampuuk yang mencapai sekitar 60 ton per bulan. Sebelum diolah, limbah tersebut umumnya dibiarkan membusuk atau dibakar, yang berpotensi menghasilkan emisi karbon hingga 34,8 ton CO2 setiap bulan.

Di sisi lain, para peternak unggas di wilayah Lhoknga menghadapi tingginya biaya pakan akibat ketergantungan pasokan dari luar daerah. Kondisi tersebut membuat pengeluaran pakan mencapai sekitar Rp48 juta per bulan.

Melihat dua persoalan tersebut, PT Solusi Bangun Andalas pada 2024 menginisiasi program Sakeladera dengan menggandeng komunitas Bank Sampah Generasi Milenial (Basagemil). Kolaborasi ini merupakan kelanjutan kerja sama yang telah terjalin melalui program Sobat Si Abes (Solusi Bangun Andalas Sahabat Pesisir) sejak 2022.

Perusahaan tidak hanya menyediakan bantuan peralatan pengolahan sampah kelapa menjadi cocopeat, tetapi juga memberikan pelatihan, edukasi, dan pendampingan kepada masyarakat agar program dapat berjalan secara berkelanjutan.

Corporate Secretary SIG, Vita Mahreyni, mengatakan program Sakeladera merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menjalankan pembangunan berkelanjutan yang sejalan dengan Sustainability Roadmap SIG 2030.

"Program Sakeladera PT Solusi Bangun Andalas menjadi bukti nyata kepedulian perusahaan terhadap lingkungan dan masyarakat di Aceh. Inisiatif ini tidak hanya menyelesaikan persoalan limbah, tetapi juga menciptakan nilai ekonomi bagi masyarakat sekitar," ujar Vita.

Hasilnya, program tersebut mampu menurunkan volume sampah kelapa menjadi sekitar 20-24 ton per bulan dari sebelumnya mencapai 60 ton per bulan. Pada saat yang sama, kelompok peternak unggas di Lhoknga berhasil menekan biaya pakan hingga 60% atau sekitar Rp28,2 juta per bulan.

Manfaat ekonomi yang tercipta tidak berhenti pada sektor peternakan. Program Sakeladera juga membuka peluang pendapatan baru bagi masyarakat lokal melalui rantai pasok pengumpulan, pemilahan, pengolahan, hingga distribusi cocopeat. Sebanyak 28 warga terlibat langsung dalam kegiatan tersebut.

baca juga

Produk cocopeat yang dihasilkan juga telah lulus uji laboratorium Balai Riset dan Standardisasi Industri terkait kandungan kalsium dan protein, sehingga layak digunakan sebagai campuran pakan ternak.

Menurut Vita Mahreyni, dampak ekonomi program ini tercermin dari rasio Social Return on Investment (SROI) sebesar 2,5. Artinya, setiap investasi Rp1 yang dikeluarkan mampu menghasilkan manfaat sosial dan ekonomi senilai Rp2,5 bagi masyarakat.

"Program Sakeladera menunjukkan bahwa inovasi sosial berbasis ekonomi sirkular dapat memberikan dampak nyata. Selain mengurangi kerusakan lingkungan, program ini juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memperkuat ketahanan ekonomi lokal," katanya.

Salah seorang penerima manfaat program, Muhammad Ikhsan dari Kelompok Usaha Puyuh Andalas binaan PT Solusi Bangun Andalas, mengaku program tersebut membawa perubahan besar bagi pelaku usaha ternak di wilayahnya.

"Program Sakeladera sangat inovatif dan memberikan banyak manfaat. Sampah kelapa yang sebelumnya tidak bernilai kini bisa diolah menjadi produk ekonomi yang membantu menekan biaya produksi pakan ternak. Dampaknya benar-benar dirasakan masyarakat," ujar Ikhsan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pemerintah Bebaskan Bea Masuk Impor LPG dan Bahan Baku Plastik Jadi 0%

Pemerintah Bebaskan Bea Masuk Impor LPG dan Bahan Baku Plastik Jadi 0%

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 19:51 WIB

Umat Muslim RI Terbanyak Sedunia, Gimana Nasib Ekonomi Syariahnya?

Umat Muslim RI Terbanyak Sedunia, Gimana Nasib Ekonomi Syariahnya?

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 19:20 WIB

Pemerintah Kucurkan Paket Stimulus Ekonomi Rp 26,34 T di Semester II 2026, Ini Rinciannya

Pemerintah Kucurkan Paket Stimulus Ekonomi Rp 26,34 T di Semester II 2026, Ini Rinciannya

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 18:54 WIB

Terkini

Tak Turun Kasta, MSCI Tetap Pertahankan Pasar Saham RI di Emerging Market

Tak Turun Kasta, MSCI Tetap Pertahankan Pasar Saham RI di Emerging Market

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 06:08 WIB

ESDM Akui Tahan Ekspor Batu Bara Demi PLN, Masalah Pasokan PLTU Terungkap di Tengah Pemadaman

ESDM Akui Tahan Ekspor Batu Bara Demi PLN, Masalah Pasokan PLTU Terungkap di Tengah Pemadaman

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 20:10 WIB

Wujud Nyata Komitmen ESG, Pegadaian Gelar Khitanan Massal 2026 Bagi 500 Anak

Wujud Nyata Komitmen ESG, Pegadaian Gelar Khitanan Massal 2026 Bagi 500 Anak

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 19:33 WIB

Marak Transaksi Palsu di Tokopedia, Pemerintah Gregetan!

Marak Transaksi Palsu di Tokopedia, Pemerintah Gregetan!

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 19:00 WIB

Soal Laporan ke KPK, ITDC Klaim Tak Punya Wewenang Atur Dana Relokasi Mandalika

Soal Laporan ke KPK, ITDC Klaim Tak Punya Wewenang Atur Dana Relokasi Mandalika

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 18:15 WIB

Menkeu Purbaya Legalkan Pencucian Uang Lewat Patriot Bond?

Menkeu Purbaya Legalkan Pencucian Uang Lewat Patriot Bond?

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 18:13 WIB

Investor Asing Masih Asik Jual Saham di RI, BMRI dan DSSA Jadi Incaran

Investor Asing Masih Asik Jual Saham di RI, BMRI dan DSSA Jadi Incaran

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 18:07 WIB

Lahan Meikarta Bakal jadi Aset Negara? Maruarar Segera Urus Legalitas

Lahan Meikarta Bakal jadi Aset Negara? Maruarar Segera Urus Legalitas

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 17:55 WIB

Terungkap! Dua PLTU Raksasa di Cilacap Sempat Bermasalah, Jadi Pemicu Pemadaman Bergilir di Jawa

Terungkap! Dua PLTU Raksasa di Cilacap Sempat Bermasalah, Jadi Pemicu Pemadaman Bergilir di Jawa

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 17:45 WIB

Listrik Pulau Jawa Gelap Gulita, Siapa yang Bertanggung Jawab?

Listrik Pulau Jawa Gelap Gulita, Siapa yang Bertanggung Jawab?

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 16:56 WIB