- Jajaran direksi PT Amman Mineral Internasional Tbk melakukan aksi beli saham AMMN secara bertahap selama periode Juli 2026.
- Transaksi investasi pribadi tersebut dilaporkan kepada BEI dan OJK sebagai wujud keyakinan manajemen terhadap prospek bisnis perusahaan.
- Langkah direksi mencerminkan optimisme kolektif di tengah tekanan pasar, didukung target pertumbuhan pendapatan signifikan serta solidnya fundamental operasional.
Sementara itu, EBITDA diperkirakan naik 97 persen menjadi sekitar 2 miliar dolar AS. Target harga tersebut dihitung menggunakan metode valuasi Sum of the Parts yang turut memperhitungkan potensi pengembangan Proyek Elang.
![Ilustrasi Saham. [Dokumentasi IPOT].](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/03/31/80588-ilustrasi-saham-trading-pasar-modal.jpg)
Meski demikian, sejak awal tahun harga saham AMMN masih terkoreksi 44,28 persen secara year to date hingga berada di level Rp3.580 per saham per 6 Juli 2026. Namun, dalam satu bulan terakhir saham tersebut telah menguat sekitar 8 persen.
Prospek saham AMMN dinilai tetap menarik seiring tren kenaikan harga emas dan tembaga dunia.
Menurut Nafan, meningkatnya permintaan tembaga sebagai bahan baku kendaraan listrik dan pusat data menjadi katalis positif bagi perusahaan yang memiliki cadangan tembaga dan emas berkadar tinggi tersebut.
Ia melihat, dari sisi fundamental, kinerja operasional Amman dalam beberapa tahun terakhir masih relatif solid.
Menurutnya, hal tersebut menunjukkan bahwa perusahaan memiliki daya tahan yang cukup baik dalam menghadapi berbagai tantangan, termasuk volatilitas harga komoditas maupun dinamika ekonomi global.
"Apabila tren produksi, efisiensi operasional, dan prospek proyek pengembangan tetap berjalan sesuai rencana, maka fundamental tersebut berpotensi menjadi katalis positif bagi kinerja perusahaan dan harga saham dalam jangka menengah hingga panjang," pungkas Nafan.