Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.595.000
Beli Rp2.480.000
IHSG 5.873,372
LQ45 582,884
Srikehati 289,451
JII 342,406
USD/IDR 18.000

Ekonom Wanti-wanti Defisit APBN Bisa Lebihi 3% Jika Harga Minyak Dunia Tembus Segini

Dicky Prastya

Kamis, 09 Juli 2026 | 14:58 WIB
Ekonom Wanti-wanti Defisit APBN Bisa Lebihi 3% Jika Harga Minyak Dunia Tembus Segini
Ilustrasi Kilang Minyak [Pexels].
baca 10 detik
  • Suria Dharma dari Samuel Sekuritas memperingatkan konflik AS-Iran dapat memicu defisit APBN Indonesia melampaui batas aman tiga persen.
  • Kenaikan harga minyak dunia hingga 89 Dolar AS per barel berpotensi membengkakkan beban subsidi energi menjadi Rp535 triliun.
  • Pemerintah berupaya menjaga stabilitas fiskal melalui kenaikan PNBP sektor migas serta peninjauan ulang anggaran program Makan Bergizi Gratis.

Suara.com - Deputy President Director PT Samuel Sekuritas, Suria Dharma mewanti-wanti kalau perang geopolitik Amerika Serikat vs Iran yang terus berefek ke kenaikan harga minyak dunia bisa berdampak pada defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Bahkan Suria memproyeksikan kalau kenaikan harga minyak global hingga 89 Dolar AS per barel bisa membuat defisit APBN jeblok melebihi 3 persen, yang berarti melewati batas aman dari Undang-Undang Nomor 17 Tahun  2003 tentang Keuangan Negara.

Dalam paparannya, ia memperlihatkan kalkulasi dampak perang terhadap daya tahan fiskal Indonesia melalui tiga skenario pergerakan harga minyak mentah dunia (Indonesian Crude Price atau ICP).

Untuk target dasar (base case), apabila perang mereda, harga minyak diperkirakan bergerak di level 79 Dolar AS per barel. Ia menilai defisit APBN masih terpantau aman di angka 2,66 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

"Kalau tensinya masih terus meningkat, harga minyak bisa melonjak ke 89 Dolar AS per barel. Jika skenario buruk ini terjadi, defisit terhadap PDB kita akan melebihi 3%. Ini yang sekarang menjadi concern utama dari pasar," kata Suria dalam acara Investortrust Discussion Forum yang digelar di Habitate Jakarta, Kamis (9/7/2026). 

(Kiri-Kanan) Kepala Pusat Makro Ekonomi dan Keuangan INDEF M. Rizal Taufiqurahman, Wakil Direktur PT Samuel Sekuritas Suria Dharma, dan Managing Editor Investortrust.id Hari Gunanto dalam acara Investortrust Discussion Forum yang dihelar di Habitate Jakarta, Kamis (9/7/2026). [Suara.com/Dicky Prastya]
(Kiri-Kanan) Kepala Pusat Makro Ekonomi dan Keuangan INDEF M. Rizal Taufiqurahman, Wakil Direktur PT Samuel Sekuritas Suria Dharma, dan Managing Editor Investortrust.id Hari Gunanto dalam acara Investortrust Discussion Forum yang dihelar di Habitate Jakarta, Kamis (9/7/2026). [Suara.com/Dicky Prastya]

Beban Subsidi Energi Membengkak Jadi Rp535 Triliun

Pemicu utama potensi jebolnya defisit tersebut adalah membengkaknya anggaran subsidi energi yang murni terkerek oleh kenaikan harga minyak dunia.

Berdasarkan data Samuel Sekuritas, pagu awal subsidi energi di APBN ditetapkan sebesar Rp 437 triliun. Namun berkaca pada realisasi Januari-Mei yang disetahunkan (annualized), beban subsidi tersebut sebetulnya sudah merangkak naik ke angka Rp 489 triliun.

"Jika harga minyak tetap tinggi di level 89 Dolar AS, efeknya akan lebih jelek. Total biaya subsidi energi bisa membengkak hingga Rp 535 triliun. Angka ini naik murni gara-gara faktor harga minyak global," papar dia. 

baca juga

Angka estimasi subsidi tersebut dicatat belum menghitung beban untuk BBM jenis Pertalite yang skema dampaknya langsung berimbas pada keuangan PT Pertamina (Persero).

Meski dibayangi risiko global, Suria menyebut fiskal Indonesia masih memiliki bantalan dari sektor pendapatan. Hingga Mei, Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dari sektor migas naik 15 persen karena realisasi harga minyak yang lebih tinggi dari asumsi awal. 

PNBP non-migas juga naik 16 persen berkat reli harga komoditas nikel, emas, dan tembaga. Ditambah lagi dengan adanya kenaikan royalti kelapa sawit sebesar 2,5 persen pada Maret lalu.

Di sisi lain, langkah pemerintah melakukan peninjauan ulang terhadap program-program belanja besar juga mendapat respons positif dari pasar. Salah satunya adalah pengendalian anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG).

"Orang sempat berpikir bagaimana cara bayarnya kalau penerimaan turun. Tapi ternyata penerimaan kita naik dan anggaran MBG ini di-review serta dilakukan pemangkasan. Ini kontrol belanja yang sangat positif dan pasar belum banyak yang memantau," pungkas Suria.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Trump Sebut Kesepakatan Gencatan Senjata Selesai, AS dan Iran Kembali Berperang

Trump Sebut Kesepakatan Gencatan Senjata Selesai, AS dan Iran Kembali Berperang

Bisnis | Kamis, 09 Juli 2026 | 13:10 WIB

Biaya Haji 2027 Naik Rp20 Juta, DPR Tolak Subsidi APBN: Bermasalah Secara Syariat!

Biaya Haji 2027 Naik Rp20 Juta, DPR Tolak Subsidi APBN: Bermasalah Secara Syariat!

News | Rabu, 08 Juli 2026 | 15:34 WIB

Ketegangan AS - Iran Memanas, Harga Minyak Dunia Melonjak Akibat Kekhawatiran Gangguan Pasokan

Ketegangan AS - Iran Memanas, Harga Minyak Dunia Melonjak Akibat Kekhawatiran Gangguan Pasokan

Bisnis | Rabu, 08 Juli 2026 | 09:32 WIB

Purbaya: Defisit APBN 2026 Diproyeksikan Membengkak

Purbaya: Defisit APBN 2026 Diproyeksikan Membengkak

Bisnis | Selasa, 07 Juli 2026 | 20:09 WIB

Purbaya Girang Pendapatan Negara di Semester I 2026 Lebih Tinggi dari Era Sri Mulyani

Purbaya Girang Pendapatan Negara di Semester I 2026 Lebih Tinggi dari Era Sri Mulyani

Bisnis | Selasa, 07 Juli 2026 | 15:47 WIB

Purbaya Umumkan Defisit APBN Tembus Rp 196,5 Triliun di Semester I 2026

Purbaya Umumkan Defisit APBN Tembus Rp 196,5 Triliun di Semester I 2026

Bisnis | Selasa, 07 Juli 2026 | 15:16 WIB

Terkini

OKX Masuk Bisnis AI, Bidik Ekonomi Agen Otonom Bernilai Triliunan Dolar

OKX Masuk Bisnis AI, Bidik Ekonomi Agen Otonom Bernilai Triliunan Dolar

Bisnis | Kamis, 09 Juli 2026 | 14:55 WIB

70 Tahun Danamon, Perkuat Komitmen Tumbuh Bersama Nasabah di Setiap Langkah

70 Tahun Danamon, Perkuat Komitmen Tumbuh Bersama Nasabah di Setiap Langkah

Bisnis | Kamis, 09 Juli 2026 | 14:33 WIB

Aset Properti Jampidsus Febrie Adriansyah Tersebar di Jabar, Didominasi Lokasi Elit

Aset Properti Jampidsus Febrie Adriansyah Tersebar di Jabar, Didominasi Lokasi Elit

Bisnis | Kamis, 09 Juli 2026 | 14:12 WIB

INDEF Ungkap Kelas Menengah RI Tertekan, 10 Juta Orang Turun Kelas dalam Waktu Sedekade

INDEF Ungkap Kelas Menengah RI Tertekan, 10 Juta Orang Turun Kelas dalam Waktu Sedekade

Bisnis | Kamis, 09 Juli 2026 | 13:55 WIB

Saham-saham IPO Rontok ke Zona Merah, Emiten Punya Raffi Ahmad Apa Kabar?

Saham-saham IPO Rontok ke Zona Merah, Emiten Punya Raffi Ahmad Apa Kabar?

Bisnis | Kamis, 09 Juli 2026 | 13:48 WIB

IHSG Berbalik ke Zona Hijau: Ini Saham-saham Paling Banyak Dibeli Investor

IHSG Berbalik ke Zona Hijau: Ini Saham-saham Paling Banyak Dibeli Investor

Bisnis | Kamis, 09 Juli 2026 | 13:30 WIB

Beda Jauh LHKPN Jampidsus Febrie Adriansyah dengan 'Harta' yang Ditemukan Polisi

Beda Jauh LHKPN Jampidsus Febrie Adriansyah dengan 'Harta' yang Ditemukan Polisi

Bisnis | Kamis, 09 Juli 2026 | 13:20 WIB

Trump Sebut Kesepakatan Gencatan Senjata Selesai, AS dan Iran Kembali Berperang

Trump Sebut Kesepakatan Gencatan Senjata Selesai, AS dan Iran Kembali Berperang

Bisnis | Kamis, 09 Juli 2026 | 13:10 WIB

Rumah Estetik Saja Tidak Cukup, Pahami Standar Keamanan Listrik Modern

Rumah Estetik Saja Tidak Cukup, Pahami Standar Keamanan Listrik Modern

Bisnis | Kamis, 09 Juli 2026 | 12:45 WIB

Cheers..! Happy Hapsoro Suami Puan Maharani Borong Saham Emiten Diskotik SCBD

Cheers..! Happy Hapsoro Suami Puan Maharani Borong Saham Emiten Diskotik SCBD

Bisnis | Kamis, 09 Juli 2026 | 12:42 WIB

×