- PT Bank Permata Tbk mencatatkan pertumbuhan laba bersih sebesar 4,5 persen pada semester pertama 2026.
- Penyaluran kredit perseroan meningkat 5,3 persen secara tahunan hingga mencapai Rp171,2 triliun pada akhir Juni 2026.
- Rasio Loan-to-Deposit Ratio bank tersebut tercatat sebesar 90,3 persen dengan kualitas aset yang tetap terjaga baik.
Suara.com - PT Bank Permata Tbk (Permata Bank) mencatatkan kinerja positif sepanjang semester pertama 2026.
Perseroan membukukan pertumbuhan laba bersih, penyaluran kredit, serta menjaga kualitas aset dan likuiditas pada level yang sehat.
Berdasarkan laporan kinerja semester pertama 2026, laba bersih Permata Bank tumbuh 4,5 persen secara tahunan (year on year/YoY), didukung oleh kenaikan pendapatan operasional sebesar 3,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Di saat yang sama, penyaluran kredit meningkat 5,3 persen menjadi Rp171,2 triliun dengan kualitas aset yang tetap terjaga.
Direktur Utama Permata Bank Meliza M. Rusli, mengatakan pencapaian tersebut mencerminkan kemampuan Bank dalam mempertahankan pertumbuhan yang sehat sekaligus beradaptasi dengan perubahan kondisi ekonomi.
"Kinerja Semester I tahun 2026 bukan hanya mencerminkan hasil kinerja yang sehat, tetapi juga menunjukkan kepercayaan dari nasabah, serta kemampuan untuk terus beradaptasi di tengah perubahan yang berlangsung cepat," ujar Meliza M. Rusli dalam siaran pers yang diterima, Jumat (31/7/2026).
Menurutnya, di tengah semakin kompleksnya kebutuhan individu maupun pelaku usaha, perseroan hadir lebih dari sekadar memberikan layanan perbankan.
"Kami mendampingi nasabah sebagai mitra finansial terpercaya dengan membangun hubungan yang kuat lintas generasi dan hadir sepanjang perjalanan finansial mereka, baik sebagai individu, keluarga, maupun pelaku usaha," kata dia.
Perseroan menyebut, sinergi dengan Bangkok Bank Group sebagai pemegang saham pengendali, terus dioptimalkan melalui pengembangan peluang bisnis baru, rekomendasi strategis, serta penyediaan layanan perbankan yang terintegrasi untuk memperkuat pertumbuhan usaha.
Permata Bank juga mempertahankan kondisi likuiditas yang memadai melalui strategi optimalisasi neraca.
Hingga akhir Juni 2026, rasio Loan-to-Deposit Ratio (LDR) tercatat sebesar 90,3 persen, meningkat dibandingkan posisi akhir semester pertama 2025 yang berada di level 85,6 persen.
Selain itu, rasio likuiditas Bank tetap jauh di atas ketentuan minimum Basel III sebesar 100 persen.
Rata-rata triwulanan Liquidity Coverage Ratio (LCR) mencapai 333,4 persen, sedangkan Net Stable Funding Ratio (NSFR) berada di level 124,0 persen.
Di sisi pendanaan, Permata Bank terus memperkuat penghimpunan dana murah atau Current Account Saving Account (CASA) melalui peningkatan transaksi nasabah, optimalisasi layanan digital, serta pendalaman hubungan dengan nasabah di berbagai segmen.
Hingga semester pertama 2026, kontribusi CASA tetap terjaga di level 57,9 persen.
Pada sisi intermediasi, penyaluran kredit Permata Bank tumbuh 5,3 persen menjadi Rp171,2 triliun.

Pertumbuhan tersebut ditopang oleh kredit segmen korporasi yang meningkat 9,7 persen menjadi Rp106,4 triliun serta kredit komersial yang naik 5,7 persen menjadi Rp21,9 triliun.
Sementara itu, dari segmen konsumer, pembiayaan usaha kecil dan menengah (UKM) mencapai Rp7 triliun atau meningkat 11,8 persen dibandingkan semester pertama 2025.
Perseroan menilai pertumbuhan tersebut mencerminkan komitmen Bank dalam mendorong pembiayaan yang inklusif dan berdampak terhadap perekonomian.
Seiring dengan pertumbuhan kredit, kualitas aset tetap terjaga. Rasio Non-Performing Loan (NPL) Gross berada di level 2,1 persen, stabil dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Sementara itu, rasio Loan at Risk (LAR) membaik menjadi 5,9 persen dari sebelumnya 7,0 persen.
Permata Bank juga mempertahankan tingkat pencadangan yang kuat dengan rasio NPL Coverage sebesar 367,5 persen dan LAR Coverage sebesar 128,8 persen.
Perseroan secara konsisten menjalankan langkah penyelesaian kredit bermasalah melalui restrukturisasi, litigasi, hingga penjualan aset sebagai bagian dari strategi menjaga kualitas portofolio kredit.
"Permata Bank optimistis dapat melanjutkan pertumbuhan bisnis secara berkelanjutan di tengah tantangan ekonomi global maupun domestik," tegasnya.