- Platform Pluang meluncurkan fitur Agentic Trading pada 4 Agustus 2026 untuk menghubungkan asisten AI dengan akun investasi pengguna di Indonesia.
- Fitur baru ini memungkinkan investor ritel menggunakan ChatGPT, Claude, dan Gemini untuk menganalisis portofolio serta mengeksekusi transaksi secara langsung.
- Pluang menerapkan sistem keamanan ketat termasuk konfirmasi manual, batas pengeluaran maksimal, serta token sekali pakai untuk setiap transaksi pengguna.
Selain itu, setiap order dilengkapi token sekali pakai berbatas waktu untuk mencegah order ganda. Data eksternal dibaca secara ketat sebagai "informasi", bukan "instruksi", guna menangkal serangan manipulasi prompt AI.
Perlu diketahui bahwa seluruh analisis yang terkoneksi dengan Pluang Agentic Trading dihasilkan oleh asisten AI pilihan pengguna, bukan oleh Pluang.
Hasil analisis dapat mengandung kesalahan, keterlambatan, kelalaian, atau estimasi probabilistik. Sehingga pengguna tidak disarankan hanya mengandalkan output AI dan tetap perlu melakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.
"Pluang Agentic Trading dirancang dengan prinsip bahwa pengaman harus tertanam kuat di level infrastruktur kami, bukan sekadar bergantung pada algoritma model AI. Taruhannya adalah keamanan dana pengguna, dan bagi kami itu prioritas utama," jelas Claudia Kolonas selaku Co-Founder Pluang.