- Mayoritas pencari rumah usia produktif di Indonesia mengincar hunian suburban penyangga Jakarta pada paruh pertama 2026.
- Pemerintah New South Wales menerapkan tata kota terbaru yang membatasi ekspansi geografis dan memicu pengembangan wilayah pinggiran Sydney.
- Keterbatasan lahan dan regulasi ketat membatasi pilihan pembeli asing terhadap proyek properti baru di wilayah suburban Sydney.
“Karena itu, pertanyaan investasinya bukan sekadar “Di mana Sydney akan berkembang?” melainkan, “Berapa banyak lahan yang masih dapat dikembangkan di lokasi Sydney yang paling diinginkan—dan berapa banyak yang benar-benar dapat diakses oleh foreign buyers?” Di situlah nilai kelangkaan Sydney sebenarnya berada.” Ungkap Chandra.
Tingginya harga properti di wilayah primer seperti Sydney CBD, Eastern Suburbs, dan Northern Beaches mendorong sebagian calon pembeli beralih mencermati kawasan suburban yang memiliki aksesibilitas serta fundamental pendukung, salah satunya Roselands di wilayah barat daya Sydney.
Berjarak sekitar 20 hingga 30 menit berkendara dari pusat kota, Roselands didominasi oleh lingkungan residensial dengan fasilitas umum yang terintegrasi. Pusat aktivitas komersial di kawasan ini bertumpu pada Roselands Shopping Centre yang beroperasi sejak 1965, serta didukung jalur transportasi bus, jaringan kereta, dan akses tol M5 serta M8.
Dari aspek demografi, data menunjukkan bahwa lebih dari 53 persen hunian di Roselands diisi oleh pasangan dengan anak. Tingkat kepemilikan rumah (owner-occupiers) di wilayah ini mencapai sekitar 70 persen, sementara porsi penyewa berada di angka 30 persen.
Selain itu, tingkat kepemilikan yang tinggi menjadikan Roselands sebagai pasar yang relatif tightly held, di mana pemilik cenderung mempertahankan properti mereka dalam jangka panjang. Artinya, jumlah rumah yang secara aktif beredar di pasar relatif terbatas.
Lebih lanjut, Chandra menerangkan, bagi investor Indonesia, memahami pasar properti Australia bukan hanya tentang di mana harga properti paling tinggi, tetapi juga di mana terdapat fundamental yang dapat mendukung pertumbuhan nilai dalam jangka panjang.