- Barcelona menelan kekalahan 0-2 dari Atletico Madrid di leg pertama perempat final Liga Champions usai Pau Cubarsi diganjar kartu merah pada menit ke-44.
- Meski kalah jumlah pemain, Barcelona tetap mendominasi penguasaan bola, namun harus dihukum oleh keefektifan gol Julian Alvarez dan Alexander Sorloth.
- Pelatih Hansi Flick menolak menyerah dan meyakini bahwa peluang Barcelona untuk membalikkan keadaan di leg kedua pekan depan masih sangat terbuka.
Suara.com - Barcelona Tetap Dominan dengan 10 Pemain, Hansi Flick Masih Yakin Kans Comeback di Kandang Atletico Madrid Terbuka
Pelatih Barcelona, Hansi Flick, menolak untuk mengibarkan bendera putih meski timnya baru saja menelan kekalahan pahit 0-2 dari Atletico Madrid.
Bermain hanya dengan 10 orang sejak akhir babak pertama, skuad Blaugrana secara mengejutkan tetap mampu mendominasi jalannya laga leg pertama perempat final Liga Champions 2025/2026.
Fakta dominasi penguasaan bola tersebut membuat sang juru taktik asal Jerman sangat yakin bahwa kans comeback di markas lawan pekan depan masih terbuka cukup lebar.
Duel sesama wakil Spanyol ini berlangsung sangat sengit di Stadion Camp Nou pada Kamis (9/4/2026) dini hari WIB.
Berbicara seusai pertandingan, Flick memberikan apresiasi yang sangat tinggi terhadap daya juang anak asuhnya di atas lapangan hijau.
"Kami bermain baik di babak pertama dan kedua, bahkan dengan satu pemain lebih sedikit," tegas Hansi Flick dalam konferensi persnya seperti dikutip dari laman resmi UEFA.
Ia menilai timnya hanya sedang tidak dinaungi dewi fortuna meski telah mengurung pertahanan lawan secara spartan.
"Kami memberikan segalanya, tetapi hari ini kami tidak beruntung," tambahnya.
Flick memastikan bahwa skuad kebanggaan publik Catalan ini akan berjuang mati-matian pada leg penentuan yang dijadwalkan bergulir pada Rabu (16/4) mendatang.
"Ini belum selesai. Kami akan mencoba, kami akan berjuang," ucap mantan pelatih Bayern Munich tersebut.
Ia berjanji akan meracik strategi terbaik demi membalikkan defisit agregat dua gol di kandang lawan.
"Semifinal mungkin terasa jauh sekarang, tetapi kami akan berusaha untuk berada di sana," tekad sang pelatih.
Meski memegang kendali permainan sejak awal peluit dibunyikan, nasib sial memang seolah terus membayangi kubu tuan rumah.
Marcus Rashford sejatinya sempat merobek jala gawang Atletico pada menit ke-17, namun dianulir karena pemberi umpan Lamine Yamal sudah terlebih dahulu terjebak offside.
Titik balik malapetaka bagi Barcelona terjadi tepat pada menit ke-44 ketika bek muda Pau Cubarsi diusir keluar lapangan.
Wasit memberikan kartu merah langsung usai meninjau tayangan ulang VAR atas pelanggaran kerasnya terhadap pemain lawan, Giuliano Simeone.
Terkait momen krusial tersebut, Flick secara jujur menyoroti rapuhnya transisi pertahanan timnya yang berujung pada gol pembuka bagi tim tamu.
"Pada gol pertama, kami perlu bertahan jauh lebih baik; kartu merah itu diikuti oleh gol tendangan bebas," evaluasi sang pelatih.
Ia merasa celah kesalahan di lini belakang tersebut seharusnya bisa diantisipasi dengan jauh lebih matang.
"Kami bisa dan seharusnya melakukan lebih baik," sesal Flick.
Tendangan bebas mematikan dari Julian Alvarez di masa injury time babak pertama itu akhirnya sukses membawa Atletico unggul 1-0 hingga turun minum.
Memasuki paruh kedua, Barcelona yang tampil pincang secara luar biasa tetap memegang kendali penguasaan bola secara absolut.
Lamine Yamal dan Rashford berkali-kali mencoba membongkar pertahanan Los Rojiblancos demi mencari gol penyeimbang.
Alih-alih menyamakan kedudukan, kelengahan lini belakang justru membuat gawang Joan Garcia kembali bergetar pada menit ke-70.
Umpan silang presisi dari sisi kiri sukses disambar dengan sempurna oleh penyerang pengganti, Alexander Sorloth, menjadi gol kedua Atletico.
Barcelona terus berupaya memperkecil ketertinggalan, namun tembakan Joao Cancelo dan Yamal di penghujung laga masih gagal membuahkan hasil hingga peluit panjang dibunyikan.
